Tentang Film "Abraham Lincoln: Vampire Hunter"

Next ke review kedua, yaitu "Abraham Lincoln: Vampire Hunter".

Waduh, film ini pasti akan sangat disukai oleh teman-teman gua. Soalnya ada banyak sekali adegan aksi di film ini, apalagi dibalut juga dengan efek-efek yang luar biasa menakjubkan! Sutradaranya pun yang pernah membuat film yang dibintangi oleh Angelina Jolie, yakni "Wanted". Ckckck.... sudah tak bisa dipungkiri lagi dah, Timur Bekmambetov sangat tahu benar bagaimana cara memanjakan mata para penontonnya dengan sebuah suguhan adegan aksi yang banyak dan sangat mantap.

....


Untuk cerita dari film ini, sudah jelas-jelas fiksi ya. Karena menyebutkan kalau mantan Presiden US, Abraham Lincoln adalah seorang pemburu vampir yang sangat hebat. 

Ceritanya pun dimulai sejak Abraham kecil, diberitahukan latar belakangnya dahulu kenapa ia bisa nantinya jadi presiden agar lebih berlogika. Dan setiap karangan-karangan indah tersebut akhirnya mempertemukan Abraham kepada seseorang yang mampu mempersiapkan dirinya menjadi seorang pemburu vampir yang luar biasa, dan orang tersebut bernama Henry Sturgess.

Awal pertemuan mereka berdua itu sebenarnya adalah sewaktu Abraham berencana untuk membalaskan dendam akan kematian ibunya yang dibunuh oleh sebuah vampir sewaktu ia kecil. Lalu pada waktu ia akhirnya berkesempatan untuk membunuh vampir tersebut, ia malah harus babak belur dan untunglah diselamatkan oleh Henry.

Kemudian, dengan kemauan dari Abraham sendiri, ia pun dilatih dengan keras dan "cepat sekali" untuk bisa menjadikan Abraham hebat, seperti pada waktu ia berhasil membuat sebuah pohon menjadi terbelah hanya dengan sekali mengayunkan kampak miliknya (disini gua berarti agak kurang srek ya. Karena menurut gua kurang berlogika juga, tiba-tiba kekuatan Abraham bisa menjadi lebih dari 100% dalam satu hari. Namun walau mungkin sebenarnya digunakan sebagai perumpamaan untuk sebuah kalimat yang akan diucapkan Henry akhirnya,"bukan kemarahan yang menguatkanmu, tapi kebenaran.")

Setelah itu, Abraham pindah ke sebuah kota dan disana ia selalu dikirimkan surat oleh Henry untuk vampir mana saja yang akan ia bunuh awalnya. Hingga ia bertemu dengan seorang perempuan yang akan menjadi istrinya kelak, bernama Mary Todd. Namun saat itu Abraham dilema, ia ingat peraturan dari Henry untuk dirinya, kalau tak boleh ada teman, kekasih dan keluarga karena akan mengancam kehidupan mereka yang dekat dengan Abraham nantinya. Tapi sampai pada suatu ketika, Abraham memecahkan peraturan tersebut sama seperti ia pernah memecahkan peraturan dari ayahnya sendiri sebelum meninggal-kalau ia tak boleh melakukan hal-hal yang aneh setelah kematian ibunya. Abraham lalu menikah dengan Mary, yang juga bersamaan dengan alur yang langsung membawanya menjadi Presiden Amerika Serikat.

...

Di film ini juga berbicara tentang kebebasan, dan diperlihatkan kalau disini Abraham berpendirian kuat untuk memerangi dan membebaskan para budak dengan mengadakan perang. Jadi ia tak lagi membunuh para vampir dengan kampaknya, tapi lewat sebuah "ucapan dan pandangan" dari dalam dirinya sendiri, sesuai dengan kata alkitab katanya (gua akan segera mencarinya!).

Lalu dimulailah masa kepemimimpinan Abraham Lincoln yang dibuat menjadi sangat fenomenal. Dan senangnya, masih ada saja TWIST menarik di akhir ceritanya, sama seperti yang Timur lakukan lewat film sebelumnya, "Wanted".

....

Huaahhh...!! Film ini sangat seru dan menarik dah. Kalau saja ada tayangan 3D di bioskop-bioskop terdekat, gua pasti akan menontonnya. Soalnya cara bunuh-bunuhannya juga tak terlabel untuk remaja seperti pada film "The Hunger Games", tapi lebih kelihatan jelas setiap kepala yang ditibas, kaki yang dipotong, dll. Gua sangat menikmati tontonan untuk dewasa ini! :D

Harus gua akui, walau film ini fiktif dan mengambil nama sebesar Abraham Lincoln yang mungkin juga akan terdapat orang-orang yang akan protes, tapi lagi-lagi Timur sudah berhasil membuat sebuah film yang keren dan memukau! Efeknya itu lohh... Muanteeepppp dahh!!! Hahaha....


Akhir kata, "Seperti kata orang bijak, selalu ada rencana cadangan dalam segala sesuatunya" - Abraham lincoln :)

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath