Cerpen: Pergilah Kau!

Kebencian akan membawa kita ke dalam kehidupan yang tak nyaman. Yup, betul sekali, dan gua sangat menikmati itu semua. Peduli dengan berbagai macam kata mutiara yang beredar di pasaran, yang menyatakan untuk kita semua tak harus membenci seseorang. Karena menurut gua, kebencian itu akan selalu dirasakan sebelum kedua belah pihak saling mengungkapkan dan berdamai dengan "cara yang benar dan relevan".

Hahaha.... Ini lah yang sedang gua pikirkan dan rasakan sekarang ketika gua tiba-tiba saja melihat sebuah foto dari situs jejaring sosial, Facebook, yang dimana terdapat sesosok dua anak manusia yang sedang memadu kasih. Mereka berdua sedang terlihat saling menatap di meja makan sebuah restoran yang entah namanya apa. Dan foto tersebut cukup membuat hati gua gusar, sehingga rasanya ingin membanting sesuatu ke muka mereka sampai babak belur! Yes! Gua ingin melihat mereka berdua cedera dan lupa ingatan! Paling enggak, hilang ingatannya sampai ketika waktu si laki-laki sedang memasuki sekolah menengah atas atau SMA. Biar mereka tak pernah saling mengingat! Huahahaha...!!!

Hhhh.... ngomong-ngomong soal SMA, jadi teringat akan kejadian dimana ia sedang mentraktir gua makan. Dan itu pun hanya kami berdua saja. Sungguh indah....

....

"Ron, kan gua yang ultah-kok jadi elo yang traktir gua sih." Kataku disaat kami berdua baru saja masuk ke dalam restoran yang bernama "Kopitiam" dan sedang melihat menu makanan.

"Udah gak usah dipikirin. Gua cuma pengen buat elu seneng aja ni hari. Okeh." Katanya yang sampai-sampai membuatku menjadi tersenyum. Hhhh... sepertinya ia memang selalu membuatku tersenyum, baik itu di sekolah, tempat les, dimana saja.... Dan kali ini adalah detik-detik terindah, atau paling sangat terindah mampus untuk hidupku yang sederhana. Hahaha....

"Jean? Wuiii!" Panggilnya. Dan aku terkaget karena ternyata aku dengan bodohnya sudah cukup lama terus memperhatikan mukanya yang tampan itu, bukan menu makanan yang masih terpegang di tanganku ini. Mampus dah! "Pesen cepetan makananyaaa.... Gue lapeerrr...." Lanjut Ron sambil becanda. Untung saja dia tak gimana-gimana.... Fiuhh....

Beberapa menit kemudian, akhirnya proses pemesanan makanan dan hingga tiba-nya makanan beserta minuman yang sudah kami berdua minta pun selesai. Saat itu benar-benar tak disangka, Ron seperti kelihatan bagaikan monster makanan. Ia sangat kelaparan, padahal tubuhnya kurus atau sedang-sedang saja. Makanan-makanan seperti nasi goreng thailand, bubur, dua soyabean, dihabiskan dengan hanya sekitar 15 menit olehnya. Aku yang hanya memesan nasi goreng thailand saja masih menyisakan setengah, dan itu juga karena aku ternganga melihat gaya makannya yang gila tersebut.

Hahaha... tapi tak apa deh. Aku merasa lucu melihatnya seperti itu. Kapan lagi coba aku bisa makan bersama laki-laki yang sungguh aku sukai semenjak pertama kalinya aku bersama dia sedang menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa). Hihi....

"Habisss....!!!" Katanya dengan lepas sambil menepuk-nepuk perutnya yang sudah terisi penuh itu. Ia benar-benar tak menyisakan sedikit pun apa yang ada di atas piring-piring pesanannya. Terlalu....

"Gila lu Ron. Lu lagi kelaperan ya???"

"Banget banget! Gua dari pagi soalnya belum makan di sekolah. Ada sedikit sengaja juga sih sebenarnya. Hahaha...."

"Maksudnya sengaja?"

"Iya, jadi kan gua berencana pengen makan disini bareng elu. Dan karena gua suka banget sama makanan-makanan yang ada disini, jadinya gua pengen sepuas-puasnya. Gituhh..."

"Dasar ya. Laki-laki monster! Hahaha...."

"Yehhh.... cewek gurita!" Ckck... ia selalu mengatakan kata itu kepadaku. Karena memang rambutku yang selalu keriting dan tak pernah lurus atau dari aku sendiri tak pernah ingin membondingnya. Aku malas melakukan hal tersebut.

Menyenangkannya, setelah selesainya Ron makan, kami jadi terus berbincang-bincang tanpa henti. Seakan kata-kata yang keluar dari mulut kami berdua itu seperti hulu sungai yang terus mengalir. Membuat sebuah suasana yang menyenangkan dan membuatku makin berharap, kapan bisa jadian dengannya. Soalnya dengan perlakuannya seperti ini di ulang tahunku, kemungkinan besar ia juga suka padaku. Hahaha... mungkin gak ya?? hehe....

Kemudian, tiga jam sudah kami berdua habiskan dengan puas sekali. Ia pun segera memanggil pelayan untuk  meminta bon. Dan setelah transaksi pembayaran sudah dilakukan dengan hanya memberikan sebuah kertas bertuliskan "voucher makan gratis!", kami berdua dengan sambil terus bercanda memutuskan untuk pulang. Sangatt luar biasa-nyaaaaaaaa........... ia membonceng aku dengan motornya hingga ke rumah loh! Wuaaaa...!!!! Sungguh sebuah momen yang indah di ulang tahunku yang ke 17 ini!!!!

...

Momen tertolol yang pernah gua rasakan. Kebodohan yang memuakkan untuk umur dimana seharusnya sangat diagung-agungkan oleh semua perempuan seperti gua. Soalnya, setelah beberapa hari kemudiannya waktu itu, ternyata gua dikasih tau sama temen gua kalau ia memanfaatku saja saat itu. Jadi, voucher makan yang diberikannya ke waiter waktu itu berlaku untuk pasangan couple saja. Nah, sebelum-sebelumnya itu sudah ada beberapa perempuan yang dimintanya terlebih dahulu, tapi karena pada sibuk, yasudah deh berakhir di gua yang sudah pasti tak akan mampu untuk menolak ajakan sampahnya tersebut. Intinya adalah ia membuat sebuah suasana dimana kami berdua memanglah sepasang kekasih di depan para pembuat peraturan sialan itu. Ckckck....

Entah gua harus bilang kebencian apa lagi soal ini. Yang pasti, sebenarnya itu bukan salah satunya. Sudah berkali-kali si sial itu memanfaatkan gua sampai akhirnya lulus SMA. Seperti ia pernah membuat gua membantunya mengerjakan PR, lalu menjadi teman belajarnya sewaktu sedang ujian, dan lain-lainnya. Semua itu benar-benar menyenangkan hati gua, karena gua bisa selalu bersama dengan dia, tapi.... apa daya, memang kebodohan gua sudah mutlak saat itu!

Ya sudah..... Tanpa pikir panjang lagi, atau mengenang masa-masa dongo dulu, dengan cepat sekarang gua akan gerakkan kursor ke button di profile-nya, yang bertuliskan "Delete Friend".

"Klik!"

Good Bye Ron.... Ngepet!

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath