Tentang Film "Shindler's List"

Sudah sejak lama gua mulai tertarik untuk menyelidiki sejarah tentang suatu kejadian yang isinya adalah kekejian yang pernah dilakukan oleh Nazi Jerman terhadap kaum yahudi pada waktu film berjudul "The Pianist" dan "The Boy in the Striped Pyjamas" gua tonton. Waktu itu gua baru tahu kalau Hitler sudah melakukan tindakan yang sangat lebih keji selain peperangan. Gua juga baru tahu kalau ia telah membentuk sesuatu yang bernama "Holocoust", yang dapat mengingatkan pada seluruh dunia kalau manusia memang bisa melakukan kekejaman tanpa adanya hati nurani sedikitpun.

Namun sayangnya saat itu gua cukup malas untuk menulis tentang film yang berdasarkan kisah nyata tersebut di blog tercinta gua. Hingga akhirnya pada minggu ini, ternyata ada film selain "The Pianist" yang lebih mengusik jiwa dan sudah memenangkan 5 oscar dan mendapatkan lebih dari 90 penghargaan pada tahun 1993. Film ini disutradarai oleh Steven Spielberg dengan judul "Schindler's List".


Oskar Schindler (Liam Neeson) adalah seorang pengusaha yang cukup handal dan juga salah satu anggota dari Partai Nazi di Jerman. Selain itu, ia pun memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat baik dengan orang-orang sekelilingnya sehingga ia sangat mudah disukai dan bisa menjadi teman siapa saja.

Pada waktu peraturan terbaru di Jerman diberlakukan, yaitu menghilangkan hak-hak warga berdarah yahudi, yang lalu memindahkan mereka semua ke pusat kota, Oskar mengambil kesempatan dari hal ini untuk mengambil sebanyak-banyaknya warga berdarah yahudi tersebut sebagai pekerja yang hanya mendapatkan makan dan minum di perusahaan barunya.


Awalnya semua berjalan dengan lancar, apalagi kesuksesannya tersebut karena juga dibantu oleh seorang akuntan yang juga berdarah yahudi, bernama Itzhak Stern (Ben Kingsley). Tetapi suatu kejadian yang tak sengaja dilihatnya dari kejauhan pada waktu sedang berkuda di atas bukit telah membukakan hatinya lebih dalam. Ia telah melihat suatu kejadian dimana semua orang yahudi yang sudah tinggal di pusat kota, tiba-tiba saja dipaksa keluar dengan kasar. Tembakan pun terlepas dimana-mana tanpa belas kasih, seperti ke kepala dan badan orang-orang yang berani kabur atau melawan.

Dan disaat kejadian yang sangat mengerikan tersebut terjadi, Oskar kemudian melihat seorang gadis kecil bermantel merah yang terlihat sedang berjalan-jalan sendirian di jalanan. Ia terus memperhatikannya hingga gadis kecil tersebut bersembunyi di dalam sebuah rumah. Hati Oskar benar-benar sangat tersengat waktu itu.


Dengan segala cara Oskar mulai melakukan bantuan-bantuan kecil untuk para kaum yahudi. Contohnya adalah seperti saat ia mulai menjadi teman seorang perwira atau pimpinan para pasukan, bernama Amon Goeth (Ralph Fiennes) yang dapat menjadi benteng besar agar dirinya bisa melakukan hal-hal yang mungkin dilarang, lalu seperti memberikan minuman untuk para kaum yahudi yang sedang kehausan di dalam kereta api dengan menyemprotkan air selang langsung ke dalam kereta api tersebut.



Namun hingga pada klimaksnya, Oskar akhirnya maksimal dalam melakukan tugas kemanusiaannya. Disaat ia datang ke tempat pembakaran mayat-mayat kaum yahudi yang kelihatannya sudah ribuan lebih, tiba-tiba saja ia melihat kalau seorang anak perempuan bermantel merah yang pernah dilihatnya waktu di atas bukit ternyata juga sudah menjadi mayat disana. Ia pun merasa terpukul dan mulai menghabiskan semua hartanya untuk membuat sebuah perusahaan amunisi untuk perang yang dimana para pekerjanya adalah lebih dari seribu kaum yahudi.

Ia sengaja melakukan hal tersebut untuk menyelamatkan mereka dan membuat pasukan jerman kalah karena amunisi yang akan dibuat dari perusahaannya nanti bakal banyak yang rusak.

Hebatnya, seribu lebih nama dari list Oskar adalah berdasarkan ingatannya sendiri yang juga dibantu oleh Itzhak pada waktu sedang membuat list nama tersebut dengan menggunakan mesin tik-nya. Sebuah tindakan yang sangat berani di masa yang begitu kelam....


....

Film ini sebenarnya bergambar hitam putih, dan hal tersebut sengaja dibuat sebagai simbol untuk masa-masa kelam yang sedang terjadi di Jerman saat itu. Hingga akhirnya masa-masa kelam tersebut selesai, gambar pun berubah menjadi berwarna kembali.

Dan untuk gadis kecil bermantel merah yang memang sengaja dibuat berwarna sendiri di tengah-tengah gambar hitam putih, seakan memperlihatkan kalau dirinya adalah sesosok malaikat yang muncul untuk dapat membukakan hati Oskar agar dirinya dapat berbuat hal yang luar biasa.

Poster dari film ini pun memperlihatkan tangan orang dewasa yang sedang menggenggam tangan anak kecil dengan pakaian merahnya. Gua sangat menyukainya, karena seperti memperlihatkan kalau harapan Oskar dari awalnya mungkin adalah menyelamatkan gadis kecil tersebut, namun sayangnya gadis itu sudah meninggal terlebih dahulu.

Film ini memang sangatlah bagus untuk ditonton. Durasinya selama 3 jam tak akan membuat kita bosan untuk menghabiskan isi ceritanya sampai akhir. Perasaan yang menggebu-gebu seperti amarah pun akan keluar sewaktu kita sedang melihat kekejian para Nazi Jerman yang sedang melakukan kekejaman terhadap kaum yahudi. Atau mungkin bisa dibilang kejahatan antar sesama manusia. Yang pernah terjadi di dalam dunia ini hanya karena satu orang, yaitu Hitler yang sangat membenci kaum yahudi, sehingga menyebarkan doktrin-doktrin sampah tak berguna.

Benar-benar terima kasih untuk Oskar Schindler yang sudah menjadi tokoh yang sangat berarti di masa yang kelam itu. Dengan jabatan dan kemampuannya berkomunikasi, ia memakai itu semua bukan untuk hal - hal yang sesat, tetapi malah untuk menyelamatkan seribu lebih orang yahudi. Ia pun bisa menjadi contoh untuk semua orang agar dapat termotivasi untuk melakukan hal yang baik antar sesama manusia.




Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath