Sekilas Tentang Jaman Holocaust

Waktu sudah hampir pukul satu pagi sewaktu gua akan membuat post ke dua setelah menceritakan sedikit tentang Film Schindler's List hari ini. Gua pun sekarang akan memfokuskan untuk lebih menulis ke soal "Holocaust"-nya. Soalnya gua sudah searching di internet dan menemukan hal yang tak terduga, seperti sebuah pro dan kontra tentang kejadian yang pernah terjadi di Negara Polandia tersebut.

Sebelumnya gua akan mengartikan beberapa kata yang gua sendiri pun baru mendengarnya:

Holocaust: Genosida sistematis yang dilakukan Jerman Nazi terhadap kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II.

Genosida: Sebuah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau kelompok dengan maksud memusnahkan bangsa tersebut.

Kamp konsentrasi: tempat mengumpulkan dan menahan lawan politik, tahanan atau tawanan. Biasanya kamp konsentrasi didirikan pada saat perang atau masa bergejolak di suatu negara.

Nazi (Nasional Sosialisme): idiologi totalitarian di bawah kepemimpinan Adolf Hitler.


Banyak orang yang mungkin berpikir kalau dunia akan semakin jahat semakin berjalannya waktu. Namun jika kita mencoba melihat masa lalu, kenyataannya adalah hal-hal yang terlebih sangat buruk sudah pernah terjadi di dunia ini. Kejahatan seperti pembunuhan benar-benar seakan seperti hal yang lumrah dan halal oleh beberapa umat manusia. Hal ini bisa dilihat pada jaman Holocaust di Jerman.

Di bawah pimpinan Hitler yang memiliki kebencian terhadap kaum yahudi, Jerman telah diberikannya doktrin sampah yang mengatakan kalau hancurnya perekonomian Jerman itu disebabkan karena orang yahudi dan komunisme, sehingga membuat semua Warga Jerman turut membencinya.

Hitler pun membentuk sebuah partai yang bernama Nazi. Dan membuat banyak pasukan untuk menyingkirkan semua warga yahudi.


Sejak tahun 1933, ada banyak sekali hal-hal keji yang sudah diperbuat Hitler untuk warga yahudi, yang awalnya mungkin diawali dengan hal yang kecil. Seperti Warga Yahudi tidak diperbolehkan untuk masuk ke tempat-tempat milik warga jerman, lalu harus mengenakan kain putih dengan gambar bintang (simbol bangsa yahudi) di lengan kanannya, dll

Setelah dari hal kecil tersebut, seakan masih belum puas, mereka dipaksa untuk tinggal di tengah kota dengan luas tanah yang minim. Sehingga mau tak mau mereka harus desak-desakkan dan tinggal serumah dengan orang lainnya. Saat itu, warga yahudi yang kaya pun wajib untuk melaksanakan hal tersebut, dan membiarkan kekayaannya dirampas oleh warga jerman lainnya.

Kemudian, hingga sampai pada klimaks kejahatan tak bermoral tersebut, Hitler memutuskan untuk membuat kamp-kamp konsentrasi yang dimana warga yahudi lah yang akan membangunnya dengan asupan makanan yang sedikit. Di kamp konsentrasi ini terdapat sebuah ruangan yang berisi gas beracun, dan dikatakan sebagai tempat untuk membunuh ribuan warga yahudi secara sekejap baik itu untuk orang dewasa dan anak kecil. Lalu juga ada ruang pembakaran untuk kaum yahudi yang sudah terlihat tak berdaya lagi.



Saat itu sebuah tembakan di kepala bukan lagi hal yang mengerikan untuk dilihat mata. Anak-anak kecil pun sudah menganggap hal tersebut sebagai hal biasa namun tetap menakutkan untuk mereka.

Ada banyak sekali tentara Jerman yang sungguh menikmati melakukan perbuatan berengsek tersebut. Mereka membunuh dan menyiksa, bahkan mempermainkan warga yahudi dengan semena-mena. Kekuasaan yang mereka dapatkan seperti sesosok iblis yang sangat menyukai menghancurkan yang lemah.

Ada banyak sekali film yang sudah menggambarkan jaman holocaust ini. Schindler's List, The Pianist, Life is Beautiful, The Boy in The Striped Pyjamas, dll benar-benar sudah menjadi sebuah musium untuk dapat mempresentasikan kehidupan beberapa warga yahudi yang pernah merasakan derita di jaman tersebut.

Untunglah, perlawanan pun terhadap pasukan jerman kerap dilakukan oleh Inggris dan Perancis. Hingga pada tahun 1945 Jerman mengalami kekalahan dan membuat Hitler memutuskan untuk bunuh diri. Dan untuk para pimpinan pasukan pun harus dihukum gantung karena kejahatannya yang sudah sangat tak termaafkan.

....

Seperti yang sudah gua sebutkan di awal, jaman holocaust ini memiliki pro dan kontra. Setelah sekian lamanya, akhirnya ada beberapa orang yang berani membuat pernyataan kalau jaman holocaust itu tak pernah ada disertai dengan bukti-bukti. Dan juga ada beberapa yang masih tetap percaya kalau holocaust itu ada tapi menganggap kalau kematian orang yahudi sebanyak kurang lebih 7 juta jiwa itu adalah kebohongan belaka. Mereka mengatakan kalau hanya kurang lebih 1 juta jiwa. Dan mengatakan kalau kamar gas di kamp konsentrasi itu tak digunakan untuk membunuh warga yahudi.

Mereka semua yang kontra juga memiliki bukti-bukti. Namun mereka juga harus merasakan dijebloskan ke dalam penjara karena telah membuat pernyataan yang menyakitkan tersebut. Ada banyak bangsa yahudi yang tak menerimanya. PBB pun telah menetapkan tanggal 27 Januari diperingati sebagai jaman holocaust tersebut, untuk para korban-korban yang sudah diperlakukan dengan kejamnya. 

....

Lagi-lagi kejahatan dilakukan oleh umat manusia karena perbedaan ras, agama, kepercayaan, dll. Semuanya karena kebencian akan satu hal, hingga akhirnya menimbulkan suatu perbuatan yang kejam tanpa adanya hati nurani.

Tapi menurut gua dunia sekarang sudah cukup baik, karena HAM sudah ditetapkan dengan baik dan banyak masyarakat bisa bebicara atau mengungkapkan pendapat dengan bebas. Bahkan ada banyak sekali kelompok-kelompok perdamaian yang ada.

Namun gua rasa, ya kalau masih ada yang namanya perbedaan, dan ada sikap tak menghormati perbedaan itu, serta seseorang yang menjadi kompor untuk dapat membuat yang lainnya menjadi harus mau menghancurkan perbedaan tersebut, ya dunia mungkin berikutnya akan terjadi peperangan kembali. I hope not....


Semoga hati nurani akan terus menyala di seluruh umat manusia....

Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath