Menjadi Berbeda: Menyalurkan Apa yang Elo Suka!

"Menjadi Berbeda" adalah tema gua pada hari ini. Karena gua sedang mengalami banyak hal yang membuat gua harus berpikiran matang sekarang, dimana tuk segala keputusan yang sudah gua buat, gua pun akan merefleksikan diri gua di depan semua orang, kalau gua adalah orang yang berbeda dari yang lainnya (yang dominan).

Mungkin lebih spesifiknya akan gua berikan contoh nyata. Namun sebelumnya gua akan menjelaskan, kalau "menjadi berbeda" ini bukan berarti kalau gua mendukung "kekurangan" gua ya. Gua masih akan secara perlahan mengubah kekurangan yang ada, dan menjadi yang lebih baik untuk kehidupan gila gua ke depannya. :))

Oke, spesifiknya adalah disetiap gua sedang nge-twit. Belakangan ini gua sudah menunjukkan banyak kata aneh yang dengan sengaja gua lontarkan begitu saja di sosial media bernama twitter ini.

Seperti pada waktu ada acara Indonesian Idol di RCTI. Gua memberikan sebuah suguhan yang berbeda dalam hal memberikan "pendapat" tuk para kontestan. Kalau akun-akun lainnya nge-twit tentang dukungan mereka untuk idol mereka masing-masing, dan meledek peserta lainnya yang mereka tak sukai, sedangkan untuk gua, gua malah seakan membuat novel tentang sebuah sisi gelap dari yang namanya "kompetisi".

Yup, jadi gini, di layar kaca itu para peserta mungkin terlihat adalah orang-orang baik yang enjoy dalam menghadapi kompetisi di Indonesian Idol dengan segala bentuk kekeluargaan yang sudah mereka rasakan. Tapi gua menyuguhkan sisi gelap tentang mereka, yang tujuannya adalah untuk seru-seru-an belaka.

Dengan entengnya, gua bilang kalau Dera itu mempunyai rencana jahat tuk dapat mengambil hati Agnes agar dapat terus suka terhadapnya. Walau ia berekspresi sedih, tapi gua bilang kalau itu hanyalah sebuah kepura-pura-an belaka, agar dapat simpati dari semua orang yang sedang menontonnya.

Begitu pula dengan Sean dan Regina, walau mereka selalu berada di atas dan terlihat "tak ingin kehilangan salah seorang peserta yang sudah menjadi keluarga barunya", tapi gua bilang kalau itu lah rencana jahat mereka. Mereka berdua pun akan saling menghancurkan satu sama lainnya nantinya, apalagi ketika mereka sudah diberikan kata-kata positif oleh para juri kalau mereka bakal menjadi dua besar.

Gua sama sekali tak peduli dengan sisi baik mereka, yang menurut gua "sangat biasa" untuk diperbincangkan. Tapi tetap ini adalah sebuah kompetisi, yang penuh dengan tekanan yang ada. Jadi betapa seru-nya kalau gua memperbincangkan sisi gelap tersebut yang mungkin diantara mereka atau semuanya memang memiliki rencana jahat mereka masing-masing untuk dapat menang.

Yup! Menang adalah nomor satu, peduli dengan pengalaman-pengalaman, walau banyak orang bilang kalau "pengalaman itu penting dan harta yang tak ternilai". Itu biasa! Gua ingin yang tak biasa! 

Nah, karena gua ingin sesuatu yang "tak biasa" lah yang membuat gua menjadi ingin berbuat sesuatu yang berbeda dari yang lainnya. Yang mungkin bakal tak akan ada yang suka, karena menurut mereka mungkin: "buat apa sih?!" "gak penting tau gak!" "SOTOY!!!" Hahaha.... tetap gua teguh pada pendirian gua, kalau gua ingin seru-seruan doank. 

Dan kalau boleh dibilang tak ada yang seperti gua ini pun, sepertinya kaga juga, karena beberapa orang pun sangat menyukai twit-twit gua tersebut. Mereka juga ingin melihat sesuatu yang berbeda, sehingga gua merasa terdukung sekali ketika sebuah mention masuk bertanda "RT" di awal kalimat-nya. :))

Selain itu ada banyak sekali sebenarnya hal-hal berbeda yang sudah gua lakukan, yang pastinya terkadang selalu mendapatkan penolakan dari orang lain.

Hmm... yang penting gua tetap berjalan sesuai koridor aja dah dan tidak merokok, nge-drugs, mengucapkan kata-kata kotor untuk mereka, tidak men-judge mereka macem-macem, serta tetap menghargai segala yang ada.... :)

Tapi kalau boleh cerita sedikit lagi. Barusan di twitter gua baru mendapatkan sesuatu yang menarik perhatian gua. Karena pada waktu gua sedang meng-twit-twit seperti memberikan "kata-kata bijak", tiba-tiba ada yang mention dan bilang kalau "tumben gua jadi bijak". Hahaha.... gua teringat dengan beberapa kejadian masa lalu, dimana gua dikatakan tak dewasa karena gua sedang "mengungkapkan hati".

Mengungkapkan hati itu adalah mengeluarkan unek-unek yang ada. Sekarang pun gua sedang mengungkapkannya. Karena pernah ada "anak kecil" yang berusia setahun di bawah gua, yang belum memiliki pengalaman banyak, pernah bilang pada orang lain kalau dirinya sendiri bijak, tapi lucunya pada waktu gua sedang mengungkapkan hati (dan padahal waktu itu juga gua sedang becanda)-eh tiba-tiba aja gua dibilang "GAK DEWASA!"

Wkwkwkwk!! Gua mau ngakak asli, atau mau nampar dah tuh anak. Masa orang bijak langsung men-judge orang lain?

Ini adalah hal yang menarik. Dari semua pelajaran yang sudah gua dapatkan di kampus, manusia itu sebenarnya lebih suka untuk "didengarkan". Jadi walau ada banyak sekali kata-kata yang keluar dari mulutnya, yang mungkin berlebihan segala macem, tetap manusia itu bisa kemungkinan besar "TAHU" apakah yang harus dilakukannya untuk ke depannya. Dan kita adalah "MEDIA" untuk dapat "MENENANGKAN HATI" orang tersebut.

So, buat apa kasih masukan apalagi men-judge kalau orang tersebut memang tak minta?

Itu mungkin yang harus dipikirkan lebih dalam untuk setiap manusia yang dengan seenaknya mengatakan hal-hal yang sok dewasa. Hhhh... itu sih mungkin mereka belum menyadari yang namanya "rendah hati" dan mencoba "mengerti" orang lain terlebih dahulu.

Lalu juga.... kembali di twitter. Tadi gua habis nge-twit,"Entah, apakah kita harus selalu menunjukkan kekuatan kita dengan kata-kata?? Selalu memberikan kata-kata permata di twitter or fb?"

Apakah ada yang tahu maksud dari kata-kata tersebut. Akan gua langsung kasih tahu aja deh. Jadi, karena tadi ada yang mention gua soal "tumben gua bijak", nah gua pun melontarkan kata-kata tersebut. Selama ini jadi gua dikira sebagai "orang galau" yang mungkin hidupnya akan selalu terpuruk, dll.

Wkwkwkwk..... intinya adalah, buat apa orang lain harus tahu apakah kita itu orang kuat kalau hanya selalu memberikan "kata-kata mutiara" di twitter atau fb. Selama ini gua memperlihatkannya dengan selalu menghadapinya! dan di dalam hati tidak mengeluh pada God untuk semua yang sedang gua alami. Lagi pula setiap harinya itu gua kebanyakan nge-twit galau dalam hal "masalah cinta" :p. Dan apalagi gua adalah seorang penulis, jadi kata apapun akan gua lontarkan tanpa pikir panjang. Hahay....

Oke, jadi untuk apapun yang akan terjadi di keesokan harinya, gua siap untuk MENGHAJARNYA!!!! YEAHH!!!

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath