Lomba Film Pendek: "Masuk 16 Besar?!"

Rasanya seperti sebuah "Bright Future" untuk gua ketika pada malam hari ini gua tersadar kalau ternyata gua benar-benar masuk ke dalam 16 besar untuk sebuah kompetisi film pendek di Commission Universitas Airlangga. Sampai detik ini pun seakan gua sedang melayang entah kemana sederetan angin yang sejuk membawa gua....

Hahaha.... padahal gua baru masuk ke 16 besar, tapi kok sudah seneng banget yahh.... Ada apa sih??


Oke, jadi begini ceritanya. Mungkin jika kalian telah menonton film kelompok gua yang berjudul "Online Shop", ada kemungkinan besar akan terasa seperti apa yang beberapa teman gua rasakan. Yup, langsung saja, rasanya itu adalah dua huruf, yaitu: "BT!!" Atau "membosankannnn!!" "Tak bagus!!!" Ini adalah pendapat dari mereka yang memang suka ceblak-coblakan kayak comberan aja ngomongnya :p.

Gua sendiri pun akan sebodo amat dalam hal "mengharapkan" film gua ini akan masuk ke 50 atau 20 besar. Karena dari awalnya memang gua bersama dengan kelompok gua ingin untuk mendapatkan "nilai" saja dari dosen gua yang mewajibkan mahasiswa/i-nya untuk mengikuti lomba tersebut sebagai nilai praktek. Jadi gitu dehh... mau dihina atau gimana pun, peduli congor dah! Hahaha....

Tapi bukan berarti gua malah membuatnya asal-asalan yah. Untuk ceritanya sendiri, gua benar-benar mencoba ingin menciptakan suatu hal yang berbeda, dengan ending yang tak akan orang sangka (namanya juga gua adalah movie freak :p). Apalagi untuk tema-nya (dari penyelenggara) adalah "Wanita dan Teknologi", gua sungguh memikirkan bagaimana jalan ceritanya bisa berlangsung, baik itu setiap gua sedang mengendarai motor (saat mengendarai motor, selain nyanyi, gua memang suka banyak mikir) atau waktu gua lagi tiduran ampe gak bisa tidur semalaman. Disaat-saat seperti itu, gua sudah mengeluarkan banyak "imajinasi liar" hingga akhirnya ketemu juga apa saja yang ingin gua shoot.

Semuanya pun berjalan cukup baik. Namun untuk meng-edit, gua agak kesusahan karena Laptop gua masih dalam tahap "sedang lamban dan sampai sekarang belum di-service tapi masih bisa dipake". Apalagi gua hanya menggunakan "Windows Movie Maker", yang pokoke agak kurang dah untuk meng-edit setiap adegan-adegan yang sudah diambil hingga menjadi sebuah film yang "OK". Tapi gua tetap berusaha, dan untuk pertama kalinya, eh bukan, kedua kalinya (pertama kalinya ngedit video ultah, tapi itu sih gitu-gitu aja. Susah untuk dijelaskan), yup kedua kalinya, gua berhasil membuat sebuah film pendek dengan format MP4 dengan gaya gua sendiri. Yeahh!!

Setelah itu, seperti yang dari awal gua bilang, kritikan-kritikan pun muncul. Awalnya gua nge-down, dan itu pasti, tapi gua pikir, "lah, ini kan karya gua?! Udah susah payah gua buat, ngapain harus nge-down!! Gua malah harus bangga! Lagian itu kan bukan sampah!!" Gua pun menuliskannya di twitter gua, dengan tujuan untuk menguatkan gua dan membuktikan pada orang-orang kalau gua tak selemah dan langsung jatuh ketika terpaan gila seperti itu muncul.

Tapi tetap, untuk kepikiran bakal masuk sebagai pemenang pun, gua sangat sangat sebodo amatt. Terpikir sekali pun tak pernah dah. Hingga waktu tadi siang. Gua tiba-tiba mendapatkan sms kalau "film gua sedang dalam penjurian" (tak ada kata 16 besar disini), dan kelompok gua juga diminta untuk datang ke Surabaya tanggal 2 Juni besok. Karena gua pikir ini cuma sms biasa, karena gak ada kata,"selamat! anda masuk 16 besar", ya peduli amat. Gua kira pasti semua anak yang ikut lomba juga dapat.

Sampai akhirnya gua liat twitter, gua liat ada salah seorang teman gua bilang kalau video-nya masuk 16 besar. Dan gua jadi mikir,"lah, apa tadi itu sms dimana gua juga masuk 16 besar ya??" Kemudian gua pun segera bertanya pada orang (panitia) yang mengirimkan gua sms tadi. Gua tanya soal apa maksud dari kata "sedang dalam penjurian" dan langsung aja, "apa itu artinya masuk ke 16 besar?" Lalu waktu dia membalas, ternyata IYA lohhh!!! Huaaaa....!!! Hati gua teriak bukan main!!

Namun karena gua masih punya otak, gua masih terus berpikir. Apa mungkin orang itu salah sms kali yah? Dan gua tanya lagi,"maaf untuk kepastian aja, apa benar kalau film saya yang berjudul "Online Shop" benar-benar masuk 16 besar? hehe." Lalu ia pun kembali menjawab "IYA!!" Wuaaa wooo...!!! 

Gua sungguh masih tak tahu dan kaget, bahkan sampai sekarang. Mungkin memang penilaian juri-jurinya tuh, film gua memang bagus kali yah. Mungkin mereka kena sama "inti atau pesan ceritanya", karena gua yakin kalau pesan cerita yang udah gua buat, yaaaa cukup menarik lahh (buat gua sendiri :p).

Yang pasti, setelah itu, gua langsung menonton kira-kira delapan kali film "Online Shop" dari kelompok gua ini. Soalnya benar-benar membuat AMAZE gua sekali!! Apalagi dari informasi yang sudah gua dapatkan, sampai sekarang yang gua tau, kalau baru ada 3 kelompok yang diberitahukan lolos dari 6 kelompok lainnya di kampus gua.

Mungkin ini mujizat atau apa (sudah sangat lebay)... wkwkwk..... gpp deh, lagian kan gua dari awal buat film ini bukan berpikiran untuk menang. Jadinya untuk bisa masuk 16 besar saja sudah sangat terlalu amat membuat gua gembira sekali!! wkwkwk.... 

Jadi sekarang, pedulit amat jika gua gak juara 1 atau 2 atau 3. Namun hmmm.... kalau boleh jujur, gara-gara tadi, serasa ada sepercik harapan sih untuk kepengen dapetin salah satu dari juara tersebut hehehe.... 

Ya gitu dahh.... Gua benar-benar berterima kasih untuk kelompok gua, baik itu yang menjadi artis, ngambil gambarnya, dll.

Really BIG thanks to:

Isti Ari
Jessica Yoana
Sylvia Cinthia
Winda Oktavia
Stefanie
Novian
Aditya Setiawan
Oktaviani

^^

Namun, sepertinya gua harus menghilangkan kesenangan gua secepatnya. Karena masih banyak kemungkinan yang mengatakan kalau ini semua bisa aja ada kesalahan. Mungkin ada orang yang sedang ingin mengerjai gua (awas aja kalau ampe ada yang kek gitu!!). Atau mungkin hal-hal lainnya yang terus menghantui pikiran gua. 

Hhhh.... tapi semua ini tetaplah memberikan gua sebuah "harapan" dan seakan "masa depan yang cerah" menunggu untuk gua raih. :))

"Let we see..."

Thanks God....
Thanks all....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath