Icy Sport Drink: Kisah Perlombaan Penuh Tantangan!

Ngomong-ngomong soal lomba, seperti apa yang sudah gua ceritakan di post gua yang sebelum ini, gua sebenarnya sudah merasa bersalah sekali dari kemarin-kemarin karena gua belum sempat menulis tentang pengalaman gua dimana pada tanggal 3 dan 4 Mei kemarin gua sedang mengikuti sebuah lomba yang sangat menyenangkan hati gua.


Lomba tersebut adalah lomba entrepreneurship. Jadinya dari UBM, sewaktu ada Event Dream Day (selalu ada setiap tahun), diadakan lomba jualan dengan dibuat stand-stand berjumlah kalau gak salah ada dua puluh waktu itu. Dan tiap mereka dengan bebas berjualan apa saja, yang pasti disini ditekankan "kreatifitas"nya. Namun tetap ada penilaian soal keuntungan yang didapatkan, dan hal-hal lainnya.

Nah, sebelumnya, gua sama sekali gak kepikiran buat ikutan lomba itu. Hingga saat gua sedang main di kos-an teman gua, dimana ada Angga dan Budi, mereka pun tiba-tiba membicarakan lomba entre tersebut. Yup, mereka ikut dan mereka berencana berjualan minuman dingin. Lalu "wow!!" "minuman dingin???" Gua seakan melihat sebuah harapan. Soalnya siapa sih yang tak suka minuman dingin? apalagi jika ada rasanya!! Gua pun langsung meminta untuk menjadi bagian dari mereka. Dan mereka menyetujuinya, dibantu dengan janji gua yang adalah akan bekerja keras karena gua memang suka ngelakuin hal ginian. Yup, gua sangat suka berjualan sesuatu jika barang yang gua jual "srek" di hati. Waktu SMA pun, gua pernah membantu teman gua berjualan coklat kecil dengan harga Rp 3.000,- Dan saat itu juga karena "srek" di hati gua, dimana gua pikir kalau "peluang"nya akan besar sekali (soalnya murah, dan pasti banyak yang mau beli), ya sudah deh dengan senang hati sekali gua mau membantunya. Hahaha....

Kemudian, balik lagi ke lomba entre. Alhasil kami bertiga bekerja-sama untuk membuat usaha kami berhasil. Beberapa hari sebelum hari H pun kami harus seribet-ribetnya membeli banyak hal, seperti agar-agar, gula, perasa, dll. Saat itu benar-benar membuat capek, karena diterpa macet gila-gilaan di dalam sebuah pasar yang gua ga tau nama daerahnya apa, yang pasti masih di Jakarta Utara. Saking capeknya, H-1 gua sama sekali tak tidur loh. Dan gua juga tak menginap di rumahnya Budi yang letaknya ada di Muara Karang, dimana di rumahnya saat itu digunakan sebagai tempat memproduksi barang dagangan kami (motong-motong agar, masukin bubuk rasa ke toples, dll). Gua memutuskan tak menginap, soalnya gua tak bawa pakaian ganti, dan seingat gua, hari itu adalah hari dimana cc gua pindah rumah, jadi walau sudah jam 12 tengah malam, gua akan pulang ke rumah!

Alhasil di hari H, gua datang dengan mata yang sangat ngantuk. Apalagi gua putusin buat jalan jam 5 pagi, soalnya kami udah janjian ketemu jam setengah 6. Tapi apadaya, mereka berdua sendiri belum bangun! Grrrr.... Dan karena gua belum makan pagi, lebih baik gua cari makanan dulu, yang akhirnya makan bakmie ayam sebab banyak toko makanan belum buka, bahkan warteg. Oh ya, tak lupa juga kalau gua membeli minuman yang membuat gua deg-deg-an, yang dimana memberikan asupan makanan. Namanya kalau tak salah "energi jreng" atau apa lah. Yang pasti setengah jam kemudian serasa jantung gua deg-deg-an terus!

Okeh, lanjut sehabis gua makan yah. Lalu gua ke rumah Budi, dimana ia sudah bangun. Dan ternyata masih ada yang belum dibuat lohh.... Yaitu belum ngebuat "Spanduk Stand" kami bertiga. Yang bernama "Icy Sport Drink". Nama-nama jenis minumannya pun belum dibuat. 

Nah, soal nama-nama jenis minumannya ini cukup menarik. Awalnya Budi (sebagai pemikir awal, yang juga menciptakan nama Icy Sport Drink), ia ingin nama-nama minumannya itu adalah nama-nama dari para olahragawan (sport). Tapi gua lalu mikir, rasanya kurang juga, soalnya ada banyak nama-nama olahragawan yang kurang terkenal. Yang pada akhirnya, terciptalah, nama Jupe, Dewi Persik, Lady Gaga, untuk minuman kami. Benar-benar nama yang "WAH!!" sekali untuk event selama dua hari itu!

Itu lah salah satu kreatifitas yang kami buat. Yang juga ada "Lucky Draw", dimana ada hadiah berupa "by one get one", diskon 50%, dll sesuai dengan keberuntungan konsumen. Selain itu, dari pemikiran gua sendiri, gua ingin ada "iklan berjalan", sehingga dibuat sebuah karton yang isinya adalah nama-nama minuman dari stand kami, yang dengan sebodo-amatnya gua rela menempelkannya di punggung gua. Di karton tersebut pun ada tulisan "Delivery", soalnya itu juga kreatifitas kami yang lainnya. Jadinya gua bertugas keliling-keliling sambil membawa dua gelas minuman, dan membiarkan semua orang membaca apa yang ada di punggung gua. Lalu juga tak lupa soal "jasa fotografi", dimana itu juga ide gua. Jadi, setiap pembeli akan gua foto, dan fotonya nanti akan dipajang keesokan harinya di stand kami dengan cara ditempel (untung Angga punya printer, jadinya gratis hehe). Mereka sendiri pun boleh untuk meminta fotonya, tapi harus follow twitter gua dulu, dan kasih tau fotonya tuh yang mana.

Itu adalah ide-ide kreatif utama kami, yang sudah kami benar-benar jalankan.

...


Di hari pertama jualan, agak ribet sekali. Karena pertama, kami harus membawa semua barang-barang yang dibutuhkan (ada blender, 5 atau 6 toples, dll) yang pokok banyak sekali dah. Padahal hanya ada dua motor, yaitu motor gua dan Budi. Mau tak mau, dipaksakan semua barang-barang kecantel di motor kami sehingga harus mengendarai motornya pelan-pelan.


Hingga sesampainya di UBM, eksekusi dimulai dah! Dengan sama-sama mengenakan "kemeja putih", kami bertiga bekerja sesuai dengan jobdesk kami masing-masing. Untuk Budi, ia bekerja di dapur (nge-blend, masukin bubuk perasa ke gelas pelastik, menyajikannya sampai jadi). Dan Angga, ia jaga duit dan promosiin minuman kami, kayak gua yang selain fotografer tuk konsumen, juga ada di bagian promosiin dengan cara keliling-keliling ubm. 



Awalnya, waktu itu ada hal yang ternyata harus menghambat jualan kami hingga pukul 11 siang kalau tak salah. Yaitu, es-nya belum datang!! Gimana mau nge-blend??!! Yasudah, untung Budi punya barang lain untuk dijual, yang adalah "es mambo". Sebuah es yang memiliki rasa yang dibungkus pelastik panjang kecil. Jadinya gua sama Angga melakukan tugas pertama kami, yaitu promosiin itu es mambo. Dan Puji God sekali! Habis cuyy!!! Banyak yang mau ternyataaa..... Dan gua tak lupa untuk kejadian dimana saat gua sama Angga ingin menawarkan es mambo gua ke para pemain basket yang sedang istirahat kecapean (mereka anak-anak SMA yang sedang ikut lomba), awalnya mereka menolak, tapi saat kami sudah jalan ingin meninggalkan mereka, eh tiba-tiba salah seorang dari mereka manggil dan membeli es mambo kami. Yang pada akhirnya sampai semuanya juga ikut-ikutan beli! Mantep dah!! Hahaha....


Next, ketika es 2kg dateng, baru deh "hal yang paling ribet" dimulai. Dan sesuai dengan "peluang" yang sudah gua pikirkan dari awal ingin masuk kelompok Budi dan Angga, memang banyak yang mau membeli minuman. Banyak dari orang-orang yang melewati stand kami, saat ditawari minuman, mereka memutuskan untuk menolak. Siapa sih yang tak suka minuman dingin yang memiliki rasa yang manis??

Dan sebagai pengantar minuman (delivery), ada banyak pesanan dari setiap orang yang sudah gua tawarkan lewat BBM gua. Dan untuk di hari pertama, orang-orang kenalan gua di kantor Marketing lah yang jadi pembeli delivery terbanyak saat itu. Walau ada sedikit opini yang bilang rasanya kurang enak, tapi gua.... ya gitu dehh.... bingung waktu itu mau ngomong apa.... malah ceplas-ceplos, bawa jadi becandaannn... wkwkwk gak tau dahh..... Yang pasti, di hari kedua, tak ada satu dari mereka yang membeli lagi :(


Next.... Intinya, kami bertiga benar-benar bekerja mampus-mampusan. Si Budi musti nge-blend ampe kayaknya dia udah jadi robot dapur saat itu. Dan Angga, dia promosiin temen-temennya, dan ngebantu ngebuat minuman juga, dan ngurusin soal duit, dll. Sedangkan gua, delivery, moto-moto, ditambah satu, yaitu bolak-balik ngambil es batu yang bakal ditaruh di dalam termos khusus es yang tak berukuran sedang!! Jadi gini, karena kami takut kalau es batu 2 kg-nya jadi cair, walau kami ada satu kotak sterofom gede, ya mau tak mau minta bantuan kantin, dengan meminjam flitzernya. Dua penjaga kantinnya pun kami kasih reward berupa es mambo di hari ke tiga :p.

Alhasil, untuk rasa jeruk dan jeruk mangga, ludes deh. Dan yang lainnya masih tersisa, itu pun bisa dibilang lumayan dikit, walau ada satu yang masih tinggal setengah. Lalu pada pukul tiga sore, ditutuplah stand kami (memang jam tiga adalah jam semua stand tutup, dan setiap stand wajib memberikan hasil penjualan ke panitia). Kemudian jam empat pun kami bertiga pulang, dengan hanya membawa sedikit barang yang ada di stand kami, soalnya sisanya, yang ribet-ribet dititipkan ke ruang senat (untung Budi adalah mantan senat dan kenal sama orang-orang senat).


Sesampainya di rumah Budi, kami bertiga memutuskan untuk makan bubur di restoran Ta Wan di Mall Emporium. Soalnya lumayan juga pendapatan di hari pertama itu. Tapi sayangnya Budi malah alergi setelah memakan bubur pesanannya. Badannya kembali memerah, ckckck.... kasihan dahh....

Di Empo ini, selain makan, kami juga membeli keperluan untuk dagangan kami, yaitu seperti keju dan astor. Kami beli di Carefour dengan rasa capek dan badan yang sungguh ngentek. Ditambah, ternyata kami harus kembali ke pasar yang memiliki jalanan yang selalu macet!! Untungnya gua dibonceng Angga, jadinya gua gak usah ribet-ribet ngurusin jalanan. Gua hanya cukup yang membawa barang belanjaan. Hahaha.... 

Malamnya, kami bertiga juga harus rela tidur pagi (sekitar pukul 2) soalnya musti kembali membuat es mambo, motong-motong agar, dan semuanyaaa ampe mampus! Akhirnya gua menginap saat itu (memang harus!). Dan tak lupa kalau kami bertiga meminum obat penambah tenaga ketika bangun. Sebuah vitamin yang buat gua "kurang kerasa" ketika terbangun di pagi harinya.

...

Hari kedua, agak lemah. Tapi tetap bekerja keras ketika sudah sampai di kampus!

Hebatnya, ternyata Angga harus pergi selama beberapa jam (kira-kira dari pukul 11 ampe 1 siang) meninggalkan gua hanya berdua dengan Budi. Soalnya ia mendapatkan panggilan untuk pekerjaannya sebagai SPB di PRJ. Jadi ada brifing atau apa gitu sama orang yang memperkerjakannya. Ya tapi tak apa lah, karena itu memang penting. Dan ia pun diganti dengan teman-temannya, seperti Meliana dan Yessy. Mereka membantu menjaga uang, dll. So, it's very OK!

Next, awalnya kami datang, langsung terdapat pesanan dari salah seorang dosen kami, yang juga merangkap sebagai kajur (ketua jurusan) Ikom, bernama Pak Sugeng. Ia memesan seingat gua sepuluh gelas, dan dibawa ke kantor LAA. Wow! Nice banget dah.

Lalu kali ini, untuk batu es, karena di hari pertama ternyata kurang 2kg, akhirnya menjadi 4kg dah. Dan itu, 2kg-nya kembali disimpan di flitzer kantin, dan satunya lagi ditaruh di box sterofom kami (yang adalah punya Yessy). Kemudian dimulai lah peperangan berdarah dingin disana.

Yang pasti, Budi saat itu kembali nge-blend, ngeracik minuman ampe jadi. Dan gua promosi-promosi, sampe akhirnya ada penjaga kantin dan pak satpam yang mau membelinya. Mbak Susi yang ngejaga tempat print-an pun membeli. Hore dagh! Hahaha.... Mereka jadinya bisa difoto dan dijadikan bukti kalau "Delifery" kelompok kami tuh benar-benar sungguhan.


Tapiii.... segala sesuatu pasti punya masalah bukan? Waktu itu, tanpa berpikir panjang lagi, kami bertiga ternyata membuat es mambo yang tak bisa mengeras! Jadinya, karena awalnya itu kami kelakuan besar es mambo, kami pun memutuskan untuk membuat banyak sekali es mambo. Sampai waktu dimasukkan ke dalam flitzer milik Budi, pada pagi harinya, sama sekali tak ada yang mengeras?! Sehingga kami harus tunggu ampe jam 12, dan jika memang tak mengeras, ya sudah tetap dibawa dan dijual. Yaa... alhasil sih tak mengeras semuanya, cuma sedikitttt yang keras, namun tetap dibawa (waktu itu gua sama Angga yang membawanya dengan cara balik ke rumah Budi. Tak disangka ia kembali dengan cepat). 

Dan untuk es mambo yang tak mengeras tersebut, kami pun memutuskan untuk menjualnya dengan sangat murah sekali.... (Yang pasti habis terjual dahh!!)

Nextt.... selesai sudah semuanya. Gua juga udah capek banget buat nulis, karena gua seakan ingin memberikan semua pengalaman indah gua tersebut di dalam blog tercinta gua ini. Dan sepertinya memang sudah lebih dari cukup untuk menceritakan kedua hari itu. Yang pasti, gua tak menginap walau badan sudah sangat teramat capek waktu itu. Semuanya berakhir dengan baik.


....

Lalu bagaimanakah hasil lombanya?? Apakah kelompok gua menang??

Di lomba ini, memanglah yang terutama itu gua mencari kemenangan! Yup, kemenangan mutlak!! Gua sangat berharap bisa mendapatkan juara satu, karena gua pikir kelompok gua sudah sangat bekerja keras dan kreatif sekali. Peduli dengan kata orang, yang terpenting itu adalah "pengalaman", karena tetap gua ingin merasakan kebahagiaan ketika diberikan kata "anda juara sekian". Tapi bukan berarti gua bilang pengalaman itu gak penting ya, karena liat sendiri, semuanya gua tuliskan disiniiiii hahaha....

Lalu, pada hari ketiga, adalah pengumuman 10 besar. Jadi dari 20 kelompok, diberitakan siapa saja yang masuk menjadi 10 teratas. Dan hal tersebut dilakukan di auditorium lama UBM. 

Gua pun sangat bahagia ketika kelompok gua dipanggil diurutan ke delapan. Kami bertiga akhirnya bisa mempresentasikan dagangan kami, dan gua bisa berlebai-lebai ria bak MC di atas panggung (seperti biasanya), untuk eksis belaka :p.


Kemudian, langsung saja, di hari terakhir, yang adalah Hari Sabtu, dan dimana gua ada kelas paginya. Eh gua malah kaga masuk kelas tersebut sebanyak 4 SKS karena kesiangan (ngantuk sekali waktu itu!) huahahaha.... Oke oke,,, bukan itu yang ingin gua ceritakan. Tapi pada waktu siangnya, gua datang ke UBM dan bersama Angga Budi di TUGA (The UBM Grand Auditorium), ternyata oh ternyataaa...!! sehabis seminar dari Bapak Hatarajasa (gua sih gak terlalu peduli dengan seminarnya, karena gua cuma ingin tau siapa yang menang hehe), langsung deh MC memberitahukan kalau untuk lomba entrepreneurship, juara ke TIGA diraih oleh Mahasiswa UBM jurusan IKOM?!?! Gua bingung, soalnya ada kelompok lain juga yang adalah anak IKOM. Dan tiba-tiba saja ada panitia yang manggil-manggil di depan, "mana Icy Sport Drink", gua pun langsung tunjuk tangan. Lalu ia bilang kalau kami langsung naik ke atas panggung aja. 

Wuaaaaa!!!! Benar-benar dapat juara cuyy!!! Gila mampus gua dah!! Wkwkwkwk....!!!



Kami bertiga pun mendapatkan 1 piala, voucher belanja di Alfa dan Lawson, dan uang tunai sebesar Rp 750.000,00. Muantap dagh!! Untung cuman bertiga, jadinya bisa kebagian lumayan dah hahaha....

Okeh, itu lah yang terjadi. Dan sungguh indah buat gua. Sungguh teramat indah gila mampus!

Intinya, gua sungguh sangat nyaman sewaktu bekerja dengan Budi dan Angga. Sama sekali tak ada slek, mereka pun tak suka emosi segala macam. Walau secapek apa pun, mereka tak marah-marah atau gimana. Pokoke sesuai dah dengan usia mereka yang sudah 23 tahun. Dewasa gitu lohh haha.... Yang penting, kami bertiga sama-sama bekerja keras untuk meraih itu semua. Walau juara tiga, tapi mantep itu, soalnya juara satu dan dua-nya dimenangkan oleh anak-anak SMA. Jadinya kami bertiga satu-satunya dari mahasiswa/i yang memenangkan lomba tersebut. :D


Thanks for all...!!
Gbu

N.B: Selama gua bekerja dan menanti kemenangan, gua selalu berpakaian keren seperti memakai syal, semi jas, dan topi vedora. Dan semua itu membuat gua serasa bak artis di kampus wkwkwk (PD MAMPUZ!!)
Lalu juga, sekadar pemberitahuan, kalau gua buat ini disaat gua sedang bergadang. Dan benar-benar selesai pada pukul 5.42 pagi. Tapi itu pun belum meng-edit tulisan gua ini. Jadinya gua akan langsung mem-publish, dan langsung mandi! Soalnya gua kuliah pagi cuy! 

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath