Tentang Film "You Are the Apple of My Eye"

Sambil mendengarkan musik instrumental dari adegan terakhir film "you are the apple of my eye"-gua akan mengawali awal Bulan April ini dengan sebuah cerita yang begitu mengharukan. Cerita ini berdasarkan dari sebuah kisah nyata, yang telah ditulis menjadi sebuah novel karya Giddens yang akhirnya diangkat menjadi film yang memiliki banyak sekali momen nan indah.... ^^


Film ini diawali dengan adegan seorang pria yang sudah berpenampilan formal dan siap-siap untuk menghadiri suatu acara pernikahan. Lalu, setelah menggigit dan mengunyah buah apel merah, ia tersenyum dan gambar pun berlanjut ke bagian masa lalu saat pria ini sedang mengayuh sepeda untuk pergi ke sekolah.

Nama pria tersebut adalah Ching-Teng Ko dan biasa dipanggil Ko Teng. Saat itu film ini memberikan kisah waktu Ko Teng sedang melewati masa-masa SMA-nya yang penuh dengan warna. Dan salah satu warnanya adalah warna "pelangi", karena warna tersebut adalah kumpulan dari berbagai emosi sewaktu dirinya ditakdirkan bertemu dengan seorang gadis belia yang begitu cantik, pintar, judes dan siap untuk membuat kehidupan Ko Teng berubah.

Ia sama sekali tak menyangka kalau ia akan begitu mencintai wanita tersebut yang juga ternyata disukai oleh keempat temannya. Disaat sebuah insiden dimana tiba-tiba wanita yang bernama Chia-Yi Shen ini tak sengaja tidak membawa Buku Bahasa Inggris, Ko Teng pun langsung mengambil keputusan untuk memberikan buku miliknya-yang akhirnya malah ia yang dihukum oleh seorang guru yang saat itu sedang memiliki sisi kebrutalan yang tinggi.

Chia-Yi Shen sangat berterima kasih padanya, dan berencana ingin membantu Ko Teng untuk meningkatkan nilainya yang begitu anjlok di sekolah dengan menjadi teman belajarnya setiap hari. Dengan berat hati, Ko Teng pun menyetujui keinginannya tersebut.

Kemudian masa-masa yang begitu menyenangkan di sekolah pun dialami oleh mereka berdua ini. Hingga akhirnya mereka lulus dan siap untuk menempuh hidup baru di universitas yang berbeda. 



Walau kini mereka berdua berada di tempat yang berbeda dan jauh, tapi Ko Teng terus berkomunikasi dengan gadis yang sangat disukainya tersebut. Tiap malam ia menyempatkan diri untuk mengantri panjang karena ingin menelpon Chia-Yi Shen di telepon umum kampusnya meskipun sampai uangnya habis (waktu itu masih belum ada telpon genggam).

Bahkan sempat mereka berdua ini pergi ke Taiwan untuk liburan di Hari Natal. Dan saat itu Ko Teng sadar kalau sampai detik dimana mereka berdua masih bisa bertemu, ia sangat takut untuk mendengar jawaban dari Chia-Yi Shen, apakah ia juga menyukai Ko Teng sama seperti Ko Teng menyukainya, dan apakah ia menerima ajakan Ko Teng untuk menjadi pacarnya. Hingga detik tersebut, seakan masih belum ada kepastian diantara mereka berdua. Ko Teng pun berkeputusan untuk ingin terus mengejarnya saja sampai pada waktu yang belum tahu kapan.






Bagaimanakah kelanjutan hubungan mereka berdua ini?

Di akhir cerita, dengan sebuah momen yang sangat sedih dan kumpulan dari potongan-potongan kisah masa lalu mereka, tak ada yang menyangka kalau ada yang namanya "kenyataan hidup" yang harus mereka berdua rasakan dan hormati....


....

Mungkin sekilas film ini hampir sama dengan film "Crazy Little Thing Called Love", tapi kenyataannya adalah sama sekali tidak. Adegan-adegan lucu dan romantis dari dalam film ini sangat berbeda dengan film asal Thailand tersebut. Dan tugas kita tak boleh membandingkan mana yang lebih bagus, tapi menikmati dan mengambil apa yang menjadi amanat buat kehidupan kita masing-masing. :)

Untuk film ini, gua banyak sekali mengambil kalimat-kalimat yang begitu menarik dan memang begitu nyata. Salah satunya, yang menurut gua paling menyentuh adalah: 

"Aku salah. Ternyata, ketika kamu sangat-sangat menyukai seorang wanita. Ketika ada seseorang yang sangat mengasihinya, mencintainya. Maka kamu akan benar-benar dari hati yang paling dalam mendoakan dia, bahagia selamanya." :(

....

Walau film ini ada beberapa kali menampilkan adegan yang menurut gua tak harus ditampilkan (saat Zhendong Ke (Ko Teng) musti bertelanjang bulat di rumahnya sendiri dan ada beberapa kali para laki-laki melakukan masturbasi), tapi semuanya bisa tertutupi dengan chemistry yang begitu dalam dari hubungan sepasang kekasih ini dan pengambilan gambar yang begitu indah seakan menampilkan sebuah seni fotografi yang sangat kuat cantiknya. ^^




Akhir kata,

"Selamat menempuh hidup baru, masa remajaku"

Thanks
Gbu

N.B: Michelle Chen (Chia-Yi Shen) tampil begitu cantik dan manis sekali di film ini.... :p







Anton Suryadi

Independent but not a sociopath