Tentang Film: "A Walk To Remember

Di sela-sela kehidupan gua yang sedang hingar-bingar ini, I mean sedang UTS iniiii, gua pun masih saja bisa menyempatkan diri untuk menonton sebuah film di Laptop. Padahal saat gua sedang mengunjungi timeline di twitter, ada beberapa teman gua yang sedang belajar untuk UTS besok (atau nanti, karena sekarang sudah jam 1 pagi). Tapi untunglah, ujian akan diadakan jam 3 sore, jadinya gua bisa belajarnya pada waktu paginya dehh haha (ya semoga aja gua masih bisa bangun pagi :p).

Oke, sekarang gua akan langsung me-review film yang baru saja gua tonton ini. Yaitu film tahun 2002, dengan judul, A Walk To Remember....


Landon Carter tak akan menyangka kalau apa yang sudah ia lakukan bersama teman-temannya pada suatu malam telah membuatnya menjadi mendapatkan banyak hukuman di sekolahnya. Namun hukuman tersebut pada akhirnya mempertemukan ia dengan seorang perempuan yang bisa mengubah hidupnya untuk selama-lamanya.

Jamie Sullivan, seorang kristen yang memiliki ayah seorang pendeta ini adalah perempuan pertama yang ingin berbicara pada Landon pada waktu ia sedang mengalami hukuman demi hukuman. Walau Landon awalnya sangat gengsi dan malas untuk berbicara padanya, tapi lama-kelamaan ada saja sesuatu yang membuat Landon harus dekat padanya, seperti meminta bantuan untuk menghafalkan teks pentas drama sekolahnya. 

Saat itu ia terpilih menjadi pemeran utama, dan memang sangat sulit untuk menghafal sebegitu banyaknya dialog dalam satu bulan. Namun untunglah, Jamie ingin membantunya dengan senang hati dan begitu manisnya ia memberikan satu syarat kepadanya, yaitu "jangan sampai kau mencintaiku".

Hari demi hari pun mereka berdua jalani, tapi kenakalan Landon masih tak bisa langsung berubah begitu saja, ia pun akhirnya membuat Jamie sakit hati dengan menolaknya yang sedang mengajaknya berbicara di depan teman-teman Landon. Ia masih sangat gengsi untuk berbicara dengan perempuan yang berbeda cara berpakaiannya dengan geng-nya tersebut.

Semenjak saat itu, Jamie kesal dan kecewa dengan Landon. Ia pun memutuskan untuk berhenti berbicara dan membantunya. Kemudian, dengan konsekuensi yang sangat berat, Landon harus belajar sendiri untuk pentas dramanya. Walau bagaimanapun juga, ia masih tetap menghargai pentas tersebut. 

Hingga pada akhirnya di hari H, sebuah hal yang besar, yang bisa membuka-kan hati Landon pun tercipta. Di akhir adegan, dimana adalah saat adegannya bersama Jamie, telah membuat semua yang menonton seperti sedang melihat sebuah adegan yang nyata. Saat itu Landon begitu merasai perannya bersama Jamie, yang lalu, setelah adegan Jamie melantunkan sebuah lagu dengan suara merdunya, Landon langsung memberikan satu kecupan singkat di bibir Jamie. Sebuah kecupan yang telah mengubah segalanya di dalam kehidupan mereka berdua.

Singkat kata, mereka berdua akhirnya menjadi dekat, dan setelah melewati banyak permasalahan, hubungan mereka menjadi makin intim. Namun, setelah mereka berdua seakan sudah seperti sepasang kekasih yang begitu manis, sebuah kejutan telah menjadikan hubungan mereka berdua ini harus menerima kenyataan kalau mereka tak akan bisa selamanya bersama. Landon harus dengan sedih mengetahui keadaan Jamie yang sedang sakit Leukimia.

....

Film ini diadaptasi dari sebuah novel karya Nicholas Sparks. Dan memang selalu menarik jika mengangkat sebuah film layar lebar yang berdasarkan sebuah buku yang sudah banyak dibaca dan dikagumi orang-orang. Bentuk dialognya pun sangat puitis, ini lah yang memberikan sisi romantika yang cukup kuat, menutupi akting Mandy Moore dan Shane West yang terlihat biasa-biasa saja. Namun untuk chemistry sendiri, mereka dapat lah.

Menariknya, film ini ternyata didedikasikan untuk adik dari Nicholas Sparks, yakni Danielle Sparks Lewis yang juga terkenal kanker. Dan di dalam kehidupan Danielle pun ada seorang laki-laki yang ingin menikahinya walau kehidupannya di dunia hanya lah sebentar.

Sungguh mengharukan memang, dan gua sudah sangat terngiang-ngiang dengan beberapa adegan yang begitu romantis di film ini. Benar-benar menyenangkan disaat ada seseorang yang selalu saja ada sesuatu yang menarik untuk diberikannya ke dalam hidupmu. Seperti pada saat Jamie menunjukkan pada Landon kalau ia sengaja pergi ke kuburan untuk melihat bintang-bintang di langit dengan menggunakan teleskopnya. Lalu saat Landon membawa Jamie pergi ke perbatasan antar negara dengan menggunakan mobilnya, kemudian sampai ia rela belajar berdansa dengan susah payah hanya untuk bisa berdansa dengan Jamie, dan membuat teleskop yang cukup besar agar Jamie bisa melihat sebuah meteor yang sedang melewati bintang-bintang di angkasa, yang adalah salah satu mimpi Jamie ketika hidup.

Semua itu begitu memberikan segala momen yang indah, dan mengumpulkan berbagai aspek kehidupan yang mampu meemberikan sinar terang di hati yang sedang redup. Memang sangat indah disaat kita sedang mencintai seseorang. Segala hal, tanpa batasan apa pun akan dilakukan dengan hati yang menggebu-gebu.

Hhhh... ini lah kehidupan. Dan gua akan mengutip sebuah kalimat yang begitu indah dari film ini:

"It's like the wind.. I can't see it but I can feel it.... I feel wonder, beauty, love ,joy.... I mean it's the center of everything...." Said Jamie....




Thanks ^^
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath