Tentang Film "The Shawshank Redemption"

Tepat pukul tiga pagi setelah gua menonton, searching, dan membaca beberapa pendapat dari para movie mania di luar sana tentang film yang akan gua paparkan sebentar lagi. Walau "rasa" setelah menonton film yang sungguh menggugah ini sudah makin terkikis, namun gua tetap berkeputusan untuk menuliskan pendapat gua dengan cukup lengkap dan berarti.

Awalnya gua akan memberikan review singkatnya....


Keadilan memang sangat sulit untuk di dapatkan di dunia ini. Bahkan di ruang persidangan pun, yang dimana dikatakan adalah sebuah jalur hukum yang adil, masih saja terdapat keputusan-keputusan dari Dewan Hakim yang tidak berkenan di hati. Entah itu kemungkinan besar disebabkan karena uang yang bergelinang atau untuk mempertahankan reputasi dari para penindak pidana tersebut sehingga di dalam pekerjaan sama sekali tak boleh gagal meskipun harus melalui jalan yang salah. Dan dalam hal ini gua lebih memfokuskan ke yang berprofesi sebagai pengacara.

Seorang pengacara di beberapa mata masyarakat bisa dibilang adalah salah satu pekerjaan yang sangat berdosa. Walau ada dari pengacara tersebut yang mampu membela siapa yang benar, tapi mereka juga bisa memiliki kesempatan yang besar untuk dipekerjakan oleh yang bersalah dan menyebabkan harus rela membuat yang tidak tahu apa-apa menjadi tidur di dalam jeruji besi. Seperti dalam film ini, yang dimana seorang banker, Andy Dufresne, harus dengan sangat kejamnya dihancurkan hidupnya oleh sang pengacara.

Mau tak mau, ia musti merelakan dirinya mendekam di dalam penjara selama puluhan tahun, dengan tuduhan membunuh istri dan selingkuhannya. Dan Shawshank adalah nama penjara yang akan ia huni detik demi detik di dalam kehidupannya tersebut.

Awal masuk adalah hal yang paling berat. Ia harus mengalami mendapatkan musuh yang selalu memukulinya, lalu mencari kesibukan baru yang dapat mengisi waktu luangnya, dan mendapatkan beberapa teman baru yang bisa menjadi objek komunikasinya setiap hari.

Hingga bertemulah ia dengan Ellis Boyd Redding. Seseorang yang cukup terkenal di dalam penjara dengan nama panggilan "Red", dan memiliki status sebagai satu-satunya orang yang bisa mendapatkan apa saja di dalam penjara. Pertemuannya dengan Andy adalah awal dari segala hal yang mampu mengubah hidupnya, terutama pola pikirnya selama ini.

Bisa dikatakan Red ini sudah kehilangan harapan, dan ia pun sempat berkata kalau harapan itu adalah hal yang membunuh dan membuat seseorang menjadi gila. Bahkan ia lebih memilih untuk tak mau bebas dari penjara dengan cara selalu sengaja memberikan jawaban yang tak bagus di setiap persidangan pembebasannya. Ia merasa sudah menjadi bagian di dalam penjara.

Secara psikologis, hal "menjadi bagian" memanglah lumrah. Soalnya di dalam penjara, apalagi sudah puluhan tahun, ia memiliki banyak teman yang telah membuatnya menjadi "sesuatu" ketimbang di luar sana. Rasa nyaman dan terbiasa hidup di dalam jeruji besi dengan peraturan-peraturan yang ada sudah menjadi rutinitas sehari-hari yang membuatnya betah tinggal seperti seekor burung dalam sangkar yang tak berontak sekalipun untuk bebas berkicau di antara dedaunan. Dengan kata lain, dunia luar telah dilupakannya.

Berbeda dengan Andy, yang ternyata sejak awal masuk berniat untuk merencanakan sesuatu yang besar di dalam penjara tersebut. Ia memiliki pola pikir yang jauh ke depan dan tidak berniat untuk betah hingga tua dan mati di dalam penjara. Tapi dengan kepintarannya, ia sukses melakukan hal yang tak pernah diduga oleh banyak orang.

Beberapa contohnya adalah, ia berhasil menjadi teman penjaga yang dikenal sangat kasar dan kejam terhadap semua tawanan, yang bahkan pernah sampai membunuh (tapi hal tersebut diperbolehkan oleh ketua pengelola penjara); Lalu berhasil membuat sebuah perpustakaan yang baru dan dikatakan paling bagus di antara penjara-penjara yang lainnya; Setelah itu membuat seorang laki-laki yang tak pernah menggunakan otaknya untuk belajar seperti membaca, menjadi lulus tes walau hidupnya harus berakhir menyedihkan; Dan menjadi asisten tetap untuk ketua pengelola penjara dengan segala pekerjaan kotornya.

Andy memang sangat mahir melakukan banyak hal. Ia bisa menghitung segala sesuatunya dengan cemerlang dan mengurusi masalah keuangan untuk semua kalangan. Oleh karena itu, ia bisa dengan mudah untuk menjadi sesuatu di dalam penjara tersebut. Dan untunglah, ia adalah orang yang baik hati, karena ia mau melakukan banyak hal untuk para tawanan dengan tulus ikhlas.

Namun semua hal yang sudah diperbuatnya sebenarnya tetap berujung pada satu titik. Dimana titik tersebut adalah bentuk dari perlawanan yang sangat pintar terhadap sebuah hal yang namanya adalah "ketidak adilan".

...

Sekarang gua sedang sangat tertarik untuk menonton film-film yang berada di dalam daftar 250 film terbaik dengan rating di atas 8 di situs IMDB.com. Dan untuk awal mula, sudah tentu gua akan menonton di urutan teratas, alies paling pertama dari daftar tersebut.

Dengan score mencapai 9,2 dan votes hampir 750.000 orang, sejak awal gua sudah mengira kalau film yang akan gua tonton tadi malam akan sangatlah bagus sekali. Hal tersebut pun benar dan sudah gua buktikan dengan "rasa" yang sangat hebat setelah menyaksikan sebuah kisah hidup yang sangat menerangi jiwa ini. Soalnya ada banyak sekali kata-kata mutiara yang tersimpan. Stephen King sudah benar-benar berhasil membuat banyak dialog penuh makna hingga akhir cerita sesuai dengan isi novelnya.

Bukan hanya itu saja yang gua sukai, alur dari film ini pun sangat menarik. Lambat tapi pasti, dengan terdapat banyak konflik sampai beberapa kali klimaksnya dan twist-twist yang begitu mengagetkan. Berjalan lancar dan mengalir jernih bak alunan lembut sebuah lagu yang pernah dengan nekat dan beresikonya dinyalakan oleh Andy di ruang pengeras suara untuk dapat didengar semua tawanan sehingga mampu memberikan pada mereka sebuah nostalgia sementara namun menyenangkan sekaligus merindukan. Sebuah momen yang tak akan pernah terlupakan

Akting dari para pemain juga sudah sangat oke, khususnya untuk Tim Robbins dan Morgan Freeman yang bermain sangat apik di film ini, sehingga untuk Morgan sendiri berhasil menjadi nominator Oscar.

Sayangnya, pada tahun 1994, film ini memang memiliki banyak saingan yang berat. Pada waktu gua periksa di daftar nominasi Oscar, ternyata saat itu ada Film "Pulp Fiction" dan "Forrest Gump" yang memang adalah film yang sangat bagus sekali, jadinya benar-benar kalau gua bisa memutuskan siapakah yang akan menang, sudah pasti gua akan memilih ketiga-tiganya, bukan hanya Forrest Gump. Namun untunglah, dengan adanya peringkat nomor 1 di IMDB.com sudah membuktikan kalau Film The Shawshank Redemption memang layak untuk mendapatkan kemenangan bukan hanya sekedar nominator.

Hhhh... I really love this film so much! Karena mampu menerangi hati ini dengan semua hal yang sudah disajikannya. Seakan membentuk sesuatu yang sangat luar biasa untuk gua ke depannya. Dan dapat membuat gua untuk terus berharap di dalam kehidupan yang sangat keras ini, dengan tak lupa agar bisa menjadi seorang sahabat seseorang hingga akhir....


Terima kasih ^^
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath