Tentang Film "The Help"

Sudah sebulan lebih gua ingin menulis tentang sebuah film yang sudah gua tonton berkali-kali karena selalu bisa menggugah hati ini.  Memang sayang sekali, selalu saja ada perasaan malas yang dapat membuat tulisan ini menjadi harus mengantri untuk dipublikasikan. Tetapi sekarang, pada pukul dua pagi, gua akan menuliskannya dengan penuh semangat setelah menontonnya lagi. ^^


The Help, sebuah film fiksi namun berdasarkan fakta-fakta kehidupan sosial yang pernah terjadi sebelum Hak Asasi orang kulit hitam diresmikan. Di film ini kita dapat melihat betapa tak nyamannya kehidupan orang-orang kulit hitam yang selalu dibedakan, diperlakukan tak adil, dan dibudaki.

...

Ada seorang perempuan muda bernama Skeeter Phelan (Emma Stone) yang baru saja lulus kuliah dan bekerja menjadi jurnalis di kotanya. Disini, ia adalah orang kulit putih yang paling berbeda dari yang ada di kotanya, karena ia tak membeda-bedakan orang kulit hitam, dan bahkan nekad ingin membuat sebuah buku yang menceritakan tentang para pembantu yang ada di kotanya. Tentang perasaan mereka saat bekerja di setiap keluarga orang kulit putih yang mungkin pernah melakukan sesuatu yang tak membuat mereka menjadi nyaman.

Aibileen Clark (Viola Davis) adalah pembantu pertama yang Skeeter pinta untuk menjadi nara sumbernya. Awalnya ia tak mau karena takut akan peraturan kalau semua orang akan di penjara jika berani menulis tentang  kehidupan orang kulit hitam, tapi ia pun berubah pikiran-dan mau mengambil tantangan tersebut.

Setelah itu, beruntungnya mereka berdua, seorang pembantu yang memiliki cerita yang unik, menarik, dan sangatlah membantu akhirnya mau juga menjadi nara sumber kedua untuk buku Skeeter. Minny Jackson (Octavia Spencer) namanya, dan ia adalah sahabat karibnya Aibileen. Ia cukup emosian, khususnya untuk orang-orang kulit putih, karena salah satu dari mereka pernah memecatnya hanya sebab menggunakan kamar mandi orang kulit putih untuk pipis (saat itu ada peraturan kalau orang kulit hitam tak boleh menggunakan kamar mandi yang biasanya dipakai oleh orang kulit putih).


Ngomong-ngomong soal peraturan kamar mandi tersebut, hal ini sebenarnya disebabkan oleh si tokoh antagonis, Hilly Holbrook (Bryce Dallas Howard). Ia seperti penguasa untuk para perempuan di kotanya. Dan ia begitu rasis, karena selalu memperlakukan orang kulit hitam semaunya tanpa adanya hati nurani, seperti waktu ia memecat Minny. Namun Minny berhasil membalasnya dengan memberikan sebuah pengalaman paling buruk dalam hidup Hilly. 


Sempat ia pernah datang ke rumahnya sambil membawa kue pai setelah beberapa hari dirinya dipecat. Hilly yang sangat menyukai pai Minny, karena memang hebatnya Minny dalam hal memasak, langsung saja menerima kue tersebut dan memakannya. Disaat itu, Minny terlihat sangat bahagia dengan menyaksikan orang yang telah memecatnya itu sedang mengunyah kue buatannya. Sebuah kue dengan resep rahasia yang menjijikkan sekali. Awalnya ia tak berniat memberitahukan resep rahasia tersebut ke Hilly, tapi waktu tiba-tiba Hilly kembali memperlakukan Minny dengan semena-mena, ia pun langsung bilang,"Eat my SHIT!" WOW! Kotoran loh ternyata!! atau jika di-indonesia-kan, adalah "tahi!" wkwkwkwk.... Hilly pun langsung ingin muntah saat itu juga (gua sendiri juga serasa ingin muntah waktu melihatnya ckck).

(Kembali ke buku Skeeter) Ternyata orang yang akan mempublikasikan buku Skeeter kurang puas dengan isi cerita yang hanya berasal dari dua narasumber. Ia mengatakan kalau harus ada kira-kira dua belas narasumber agar buku tersebut menjadi lebih menarik. Skeeter pun putus asa, tapi Aibileen terus memberikannya motivasi agar tak menyerah.

Hingga suatu kejadian yang tak terduga, saat ada seorang pembantu yang ditangkap oleh polisi dengan sangat kasar, Skeeter sempat dipinta oleh salah seorang pelayan restoran untuk segera pergi ke rumah Aibileen. Dan waktu Skeeter sampai, ia sangat terkejut karena ia melihat dua belas pembantu yang sudah siap untuk membuat buku Skeeter menjadi berhasil dipublikasikan.

Alhasil, beberapa lama kemudian buku buatan Skeeter dengan judul "The Help" sudah beredar dimana-mana. Buku ini, kalau boleh dibilang selain untuk menyadarkan orang-orang kulit putih yang rasis, juga adalah buku yang digunakan untuk mendukung perubahan sosial kehidupan. Karena buku tersebut sengaja diterbitkan saat Martin Luther King sedang berusaha me-reformasi-kan dunia dengan membuat HAM untuk orang kulit hitam.

Lalu apakah Skeeter akan masuk penjara???

Jawabannya adalah tidak. Karena semua nama para narasumber dan penulisnya dirahasiakan, sehingga tak akan ada yang tahu dimana kota asal mereka. Lalu, walau mungkin akan ada yang mengira tentang kota asal mereka yang sebenarnya, dengan cepat Hilly akan membantu dengan senang hati untuk mengatakan kalau buku itu berasal dari kota lain. Soalnya cerita waktu ia sudah memakan "kotoran" Minny juga telah dimuat di dalam buku tersebut, dan ia akan sangat malu jika semua orang mengetahuinya.


...

Film ini sudah banyak membuka mata gua. Sungguh menyentuh malah kalau boleh dibilang. Khususnya untuk beberapa adegan yang memiliki ucapan-ucapan yang sangat memotivasi. Seperti waktu Skeeter mengingat masa lalunya, saat ia sedang duduk bersedih di bangku taman dekat rumahnya ketika dirinya masih SMA. Ia berkata pada pembantunya, Constantine, kalau semua pria mengatakan dirinya itu jelek dan ia tak diajak ikut ke pesta dansa. Namun Constantine memotivasinya dengan tegas. Ia berkata,"aku harap kamu berhenti mengasihani dirimu sendiri." "Sekarang itu yang namanya jelek. Jelek adalah sesuatu yang ada di dalam dirimu. Itu kejam dan menyakitkan seperti para pria. Kamu tidak seperti mereka kan? Kurasa tidak sayang...." Kemudian ia memegang tangan Skeeter dan memberikan masukan yang cukup menyentuh. "Setiap hari.... Setiap hari waktu kamu masih hidup, saat kamu bangun di pagi hari, kamu harus membuat beberapa keputusan. Kamu harus menanyakan pertanyaan ini pada dirimu sendiri: "Apa aku akan percaya pada semua hal buruk yang dikatakan orang-orang bodoh itu padaku hari ini?!" Kamu mendengarkanku? "Apa aku akan percaya pada semua hal buruk yang dikatakan orang-orang bodoh itu padaku hari ini?!""

Selain itu juga ada satu kalimat singkat yang hebat untuk didengar oleh para penonton. Kalimat ini adalah kata-kata yang selalu diajarkan oleh Aibileen untuk setiap anak kulit putih yang sedang diasuhnya. "You is smart, you is kind, you is important." Kalimat tersebut terus dikatakannya disetiap anak asuhnya tersebut sedang butuh, karena memang sangat berguna untuk mereka yang mungkin selalu diberikan "perkataan negatif" oleh orang tuanya.

Lalu, gua pun tak lupa untuk sedikit membanggakan seorang tokoh yang cukup membuat gua sulit berkedip. Siapa lagi kalau bukan Celia Foote (Jessica Chastain) yang memiliki karakter yang aneh, unik atau mungkin terlihat sedikit gila. Jessica yang pernah menjadi tokoh utama di film "The Tree of Life" ini berhasil membuat tokohnya tersebut menjadi semenarik mungkin sehingga masuk sebagai daftar nominasi di Oscar untuk pemeran pembantu wanita terbaik.


So, memang sangat lah bagus film yang juga sudah meraih hampir dari seratus penghargaan ini untuk ditonton (diantaranya ada yang sebagai pemenang dan sebagai nominator). Oscar sendiri pun meliriknya dengan berhasil masuk ke dalam empat nominasi.

Terima kasih.... ^^
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath