Tentang Film The Lovely Bones

Sambil menunggu makan malam yang sedang dimasak oleh Nyokap gua dan juga sambil kerepotan karena nepokin nyamuk yang dari tadi banyak sekali disini (ckck), maka sudah gua putuskan untuk menulis sekarang! Hahaha....

Di kesempatan kali ini gua kembali akan me-review sebuah film yang bisa dikatakan sudah memberikan masukan-masukan yang positif untuk sang kehidupan (intinya, filmnya tuh bagus :p). Dan film dengan judul "The Lovely Bones" lah yang akan segera kalian ketahui sebentar lagi.

...

Siapa sangka kalau seorang sutradara yang pernah menyutradarai sebuah film petualangan trilogi bergengsi sepanjang masa, yakni "The Lord of the Ring", ternyata dirinya juga menyempatkan diri untuk membuat sebuah film yang diangkat dari sebuah novel terkenal karangan Alice Sebold. Ia pun kembali berhasil menghasilkan suatu karya yang menurut gua cukup perfect, karena film ini memiliki pemain-pemain yang terkenal, jalan cerita yang cantik, ringan namun menegangkan, lalu juga terdapat efek-efek animasi yang sangat me-refresh-kan mata.



Film ini dimulai dari satu hari sebelum seorang perempuan muda berumur 14 tahun harus mati secara mengenaskan karena dibunuh oleh seorang psikopat. Disaat itu, diperlihatkan sebelumnya tentang betapa harmonisnya keluarga dari perempuan muda tersebut dan sebuah harapan akan cinta yang tak lama kemudian akan segera menyatu.

Yup, nama perempuan muda tersebut adalah Susie Salmon (Saoirse Ronan), dengan nama seperti ikan, dirinya pun ternyata juga seperti ikan karena harus terpancing oleh sebuah umpan yang cukup menggiurkan untuknya. Pada waktu pulang sekolah, ia tiba-tiba saja bertemu dengan salah seorang tetangga barunya bernama George Harvey (Stanley Tucci) di sebuah ladang jagung yang begitu luas, namun belum ditumbuhi sedikitpun tanaman jagung. Saat itu dengan kata-kata manis, George berusaha untuk membuat Susie mengikuti keinginannya, yaitu memperlihatkan sebuah ruangan rahasia buatannya yang ada di bawah tanah di ladang tersebut. Dan alhasil dirinya berhasil.


Awalnya Susie begitu takjub dengan apa yang ada di dalam ruangan rahasia itu. Namun beberapa menit kemudian, keanehan mulai terjadi, suasana yang mencekam mulai terasakan olehnya. Apalagi sewaktu George mulai memasang muka dingin, lalu tak memperbolehkan Susie untuk keluar ketika ia meminta.

Dengan rasa takut, tapi berusaha memberanikan diri untuk kabur, akhirnya dengan cepat Susie lari menaiki tangga dan pergilah dia dari ruangan yang penuh dengan kengerian tersebut....

Tapi... sangat disayangkan, ternyata yang pergi dari ruangan tersebut adalah roh-nya sendiri. Ia pun tersadar sewaktu melihat semua hal yang tiba-tiba saja berubah menjadi berbeda. Segalanya menjadi begitu hening, terasa tak ada satu orang pun yang ada di sekitarnya. Begitu dramatik!

...

Singkat cerita, Susie terjebak di antara kehidupan yang ada di bumi dengan yang ada di surga. Ia ada di pertengahannya, dimana dunia yang sedang ia tumpangi tersebut sebenarnya juga terasa sempurna karena sudah memberikan banyak hal yang ajaib, mengikuti apa saja yang sedang ia pikirkan. Tapi tetap dirinya masih bisa merasakan kesakitan, amarah dan kesedihan. Itu terjadi karena ia masih melihat ke belakang, memastikan apakah semuanya akan berjalan dengan baik atau tidak.

Kemudian untuk keluarga tercintanya, dimulailah banyak perseteruan akibat duka cita yang mendalam. Seperti ibunya, Abigail Salmon (Rachel Weisz), yang memutuskan untuk pergi dari rumah dalam jangka waktu yang lama untuk dapat menenangkan dirinya sendiri; Lalu untuk ayahnya, Jack Salmon (Mark Wahlberg), yang saking begitu besar cintanya pada Susie, ia sampai nekad melakukan apa saja untuk dapat balaskan dendam. Salah satunya adalah dengan mencoba membunuh si pembunuh ketika akhirnya ia tersadar kalau George adalah orang yang mengambil nyawa anaknya tersebut; Dan untuk adiknya, Lindsey Salmon (Rose McIver), ia sebenarnya yang paling kuat dan tegar, bahkan ia sampai nekat mencari bukti kalau George adalah sang pembunuh kakaknya, dengan cara memasuki rumahnya diam-diam walau nyawa adalah taruhannya.


Di akhir cerita, Lindsey akhirnya menemukan sebuah bukti yang dapat menjebloskan George ke dalam penjara. Tapi karena ia lebih cepat kabur, jadinya George sama sekali tak tertangkap. Namun tragisnya, ia malah mati dengan cara yang begitu menyakitkan. Ia jatuh dari tebing sampai tulang tangan dan kepalanya menjadi patah.

Sedangkan untuk Susie, akhirnya di dalam hati terdalamnya, ia menerima semua yang sudah terjadi di dalam kehidupannya. Ia memutuskan untuk tak melihat ke belakang lagi, dan segera pergi ke Surga. 

Tapi sebelumnya, ia berhasil melakukan sesuatu yang cukup membuat para penonton menjadi tertipu. Yaitu pada saat George ingin membuang mayat Susie ke dalam lubang pembuangan sampah yang begitu dalam, Ruth Connors (Carolyn Dando), salah seorang perempuan yang bisa melihat arwah dan yang juga malah berpacaran dengan seorang laki-laki yang sebenarnya sudah janji akan mengencani Susie di satu hari sebelum ia meninggal, tiba-tiba saja ia melihat apa yang dilakukan oleh George tersebut. Namun disaat yang bersamaan, ia juga melihat Susie dari balik kaca yang makin lama makin mendekatinya, hingga akhirnya malah masuk ke dalam tubuhnya dan menguasainya. Waktu itu, yang Susie perbuat dengan tubuh Ruth bukanlah menghentikan pembunuhnya tersebut, tapi ia ingin menagih sebuah cinta yang kenyataannya tak bisa menyatu, namun mungkin bisa terbayarkan dengan memberikannya sebuah ciuman pertama....


Ciuman pertama tersebut yang kemudian menutup semuanya, diiringi dengan kembalinya hubungan yang harmonis dari keluarga Susie yang sudah lama berduka. Susie pun akhirnya tenang dan berbahagia karena sudah berada di Surga....

....

Semoga gambaran yang gua berikan tak membuat kalian kebingungan ya.... hehehe....

Film ini sangat bagus untuk ditonton buat gua. Kalian mungkin akan terpana saat melihat apa saja hal yang ada di dunia pertengahan tersebut. Begitu memukau semua efek animasi-nya.... ^^



Dan film ini pun tak luput dari penghargaan dan juga nominasi seperti best music, best fantasy film, best actor, dll, di beberapa ajang penghargaan bergengsi yang diselenggarakan pada tahun 2009. Buat nominasi Oscar sendiri juga berhasil didapatkan oleh sang tokoh antagonis, si George Harvey yang diperankan oleh Stanley Tucci. Yup, ia memang hebat ketika memerankan tokoh yang satu ini. (Y)


Terima kasih.... ^^
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath