Tentang Shelly Kus: Sharing, Listening, and Missing

Hampir jam 1 pagi saat gua menulis ini. Dan rasanya gua tak akan bisa tidur kalau gua tak mempublikasikan sebuah cerita yang sudah terjadi tadi malam. Mungkin gua bisa sangat menyesal jika gua menuliskannya saat keesokan harinya. Ya biasalahh... bisa aja gua menunda-nunda lagi seperti dulu hingga akhirnya malas untuk memasukkan ceritanya hahaha....

Tanggal 1 Desember. Banyak teman-teman gua yang senang dengan bulan ini, yang mungkin oleh karena akan ada Natal, dekat pergantian tahun, bulan terakhir galau, dan semacamnya. Namun, gua berbeda dengan mereka semua. Gua menganggap biasa-biasa aja dan bodo amat dehh.... :p

Tapi entah napa gua lupa kalau tanggal 1 Desember ini adalah Hari Kamis. Sebuah hari yang cukup dikenang karena akhirnya gua bertemu lagi dengan seseorang yang sudah lama sekali tak jumpa. Ia pun berhasil membuat gua menjadi mendapatkan semangat baru di awal bulan yang seharusnya menurut gua akan menjadi biasa-biasa aja ini. 


Shelly Kus. Siapa yang tak mau mengenal seorang gadis muda dengan paras yang bersih cantik, hidung yang manis (I really like her nose), tubuh yang tinggi tegap dan kurus. Seperti model atau artis yang sayangnya tak jadi-jadi karena keputusannya.

Setelah gua membaca blognya (http://shaellykuss.blogspot.com) yang ternyata tentang gua dengan judul "I Remember You", gua pun memutuskan untuk membuat janji untuk bertemu dengannya. Soalnya gua cukup kaget dan terenyuh ketika membaca tulisannya yang menurut gua lebih sangat rapih dari tulisan gua tersebut. Gua juga jadi lumayan kangen dengannya. :p

Yup, ia adalah sahabat gua. Walau sudah kenal dia dari 2 SMP tapi kami berdua akhirnya menjadi lebih dekat setelah di SMA. Dan lucunya, ternyata dia menganggap gua sangat BORING waktu SMP ketika gua membaca blognya ckck. Tapi memang benar sih karena gua dulu itu sangat lah pendiam wkwk....

Seperti bawang, di SMA entah napa kami mulai saling terbuka atau membagikan hidup kami masing-masing. Sehingga dalamnya kami terus terkupas-kupas dan terbentuk lah sebuah hubungan yang dinamakan "sahabat". Gua pun akhirnya bisa lebih mengenalnya dan mengetahui banyak kekurangan serta kelebihannya. 

Kalau boleh jujur, ia bisa gua katakan SANGATLAH BERBEDA dari semua cewek yang gua kenal. Benar-benar beda habis dah sumpah. Ia sungguh seorang gadis yang tegas, baik, penuh prinsip, murah hati, tak suka galau-galau, mau belajar, bisa diandalkan, gak bawel atau lebih banyak mendengarkan orang lain lebih tepatnya, dan masih banyak lagi. Walau ia cukup cuek, tapi gua sama sekali bodo amat dengan ke-cuek-kannya itu haha.... 

Banyak sekali laki-laki yang ingin mengenalnya, namun sayangnya semuanya harus berkecil hati karena ia sudah mendapatkan pendamping hidup alies pacar. Jadi sebelum berkenalan dengannya karena mungkin naksir, tanya lah pada temannya terlebih dahulu, apakah ia sedang pacaran atau tidak hehe.

Dan tak lupa kalau rumahnya itu adalah sebuah jebakan maut! Siapa pun yang masuk ke rumahnya, pasti akan terikat dan sulit untuk keluar, seakan ada serbuk sihir yang berterbangan dan siap untuk menghipnotis para pengunjung rumah tersebut. Kok bisa ya??? Ya tentu saja bisa, karena salah satu sifatnya, yang adalah lebih banyak mendengarkan. Duhh... gua bahkan pernah di rumahnya itu dari pagi sampai sore karena saking betahnya ngobrol. Hati-hati lah untuk yang ingin berkunjung ke rumahnya kalau sedang ada janji dengan orang lain juga di hari tersebut :p.

.....

Setelah lulus SMA, kami benar-benar sudah tak saling ngobrol lagi. Gua juga sudah tak datang ke rumahnya yang indah tersebut. Urusan kuliah sudah mengambil fokus gua. Dan akhirnya gua lupa sama sekali tentangnya....

Namun hingga pada Hari Kamis kemarin. Gua pun kembali merasakan masa-masa yang telah menjadi masa lalu tersebut. Saat gua sudah sampai di gang rumahnya, dan melihat sesosok manusia jangkung berambut hitam panjang dengan baju abu-abu lengan panjang, sebuah kenangan indah yang baru akhirnya tercipta lagi.

Tapi kali ini berbeda. Gua tak ngobrol dengannya di rumahnya tersebut. Ternyata gua lupa kalau kami janjian di tempat nongkrong terkenal di Dadap, Palma. Untung lah gua sudah bisa bawa motor, jadinya gua bisa menggonceng tubuhnya yang cukup enteng tersebut. :p

Nah, setelah sampai di Palma, kami pun memulai obrolan kami. Dan wow! ada banyak sekali kisah-kisah menariknya selama kira-kira setahun lebih. Seperti waktu dia pelayanan di rumah sakit jiwa yang letaknya di puncak selama 4 bulan. Lalu tentang cerita-cerita gila di kampusnya. Dan ada satu cerita darinya yang cukup membuat gua sedih saat mendengarnya, yang sepertinya lain kali akan gua ceritakan secara langsung di dalam blog tercinta gua ini.

Hhhh... sayangnya kali ini, gua gagal memberikan malam yang khusus untuknya. Gua kembali banyak menceritakan tentang kejadian-kejadian di dalam hidup gua. Jadinya gua merasa gak puas karena masih belum banyak mendengarkan kisah-kisah hidupnya tersebut (Sorry yo cuy!)

Alhasil dari jam setengah 8 hingga jam 11 malam kami sharing-sharingnya. Mantep ga??? Hahaha....

Gua gak nyangka kalau akan menghabiskan malam tersebut dengannya. It was so fun! Gua jadi ingin bertemu dengannya lagi. Tapi sayangnya sekarang akan menjadi sulit karena ia akan pindah ke kos-an dekat kampusnya. Ckckck.... Gua agak menyesal tak kontek-kontekan lagi dengannya selama setahun lebih kemarin..... :(

(Shelly dan Gua ketika di hari ultah gua di tempat les Sir G)

Shelly Kus.... Seseorang yang bisa menjadi inspirator, motivator, sekaligus pemimpin. Selama gua hidup, gua terus merasa kalau dia adalah salah satu penyebab kenapa gua bisa berhasil menjalani hidup ini. Dia lah yang mengingatkan gua untuk menjadi laki-laki yang tegas oleh karena sifatnya yang juga tegas ketika pernah menjadi pemimpin. :)

I wanna see si jangkung again.... haha ^^
Gbu

N.B: Sedihnya tadi lupa untuk foto-foto.... ckckckckck!!

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath