Tentang Film "The Terminal"


The Terminal adalah sebuah film yang menceritakan tentang seorang pria yang harus terjebak di dalam sebuah bandara internasional John F. Kennedy dalam jangka waktu yang cukup lama. Di dalam film ini, diceritakan betul betapa ketatnya peraturan dari bandara yang berasal dari negeri Sam tersebut. Yang akhirnya menyebabkan pria yang terjebak itu menjadi harus bertahan hidup dengan mengandalkan banyak cara.

Nama pria ini adalah Viktor Navorski (Tom Hanks). Ia berasal dari sebuah negara fiksi bagian eropa timur yang ternyata sedang dilanda peperangan besar pada waktu dirinya baru saja sampai di bandara. Dan oleh karena peperangan di negaranya tersebut, paspornya malah menjadi ditolak dan ia dianggap tak mempunyai negara. Mau tak mau, Viktor yang tak tahu apa-apa dan hanya membawa sebuah tas dan koper yang berisikan sedikit pakaian dan sebuah kaleng yang aneh, diwajibkan oleh kepala keamanan untuk menetap sementara waktu hingga informasi kapan ia boleh keluar tiba.

Masalah yang dihadapi Viktor ini bukan lah itu saja, ia pun harus pasrah dengan keadaan dimana ia tak bisa berbicara bahasa inggris dengan cukup lancar dan mengerti perkataan tiap orang yang ada di bandara tersebut. Dan sayangnya, ia juga kehabisan uang yang menyebabkan dirinya menjadi kelaparan.

Lalu Gate 67, salah satu ruangan yang terabaikan di bandara tersebut akhirnya menjadi tempat Viktor untuk beristirahat setiap malamnya. Ia pun menjadikan bangku-bangku bekas sebagai tempat tidurnya dan WC umum sebagai kamar mandirnya.



Semua hal ini sebenarnya disebabkan oleh seorang pria bernama Frank Dixon, yang di bandara tersebut menjabat sebagai direktur dari pelayanan dan batas keamanan. Yang seharusnya menolong setiap orang yang bermasalah dengan imigrasi, tapi malah mempersulit dengan sifat non-toleransi dan ke-tidak-peduliannya dengan masalah yang Viktor sedang alami.


Namun semua itu tak membuat Viktor mengeluh. Ia terus berusaha untuk bertahan hidup dengan berbagai macam kesempatan yang ada. 

Hingga pada suatu hari akhirnya segala macam bantuan dari kejadian-kejadian yang unik-hadir untuknya tanpa ia sangka. Seperti munculnya tiga orang yang bekerja di bandara tersebut dan memutuskan untuk menjadi temannya, bahkan memperlakukannya seperti keluarganya; lalu beberapa kontraktor yang tak sengaja melihat hasil kerja Viktor yang bagus yang dilakukannya karena iseng, hingga ia dipekerjakan oleh kontraktor tersebut sehingga bisa mendapatkan uang; Dan sebuah kejadian yang dimana Viktor menjadi seakan seorang pahlawan yang membuat namanya menjadi bahan perbincangan semua pekerja di bandara tersebut.

Bukan hanya itu, di bandara ini pun Viktor dibumbuhi dengan sebuah kisah cinta. Seorang pramugari cantik bernama Amelia Warren (Catherine Zeta-Jones), yang selalu datang di bandara tersebut setiap dua kali sebulan, telah membuat dirinya terpanahkan asmara. Sehingga membuat dirinya terus mencari cara agar dapat bertemu dan mengobrol dengannya selama dua hari setiap bulan tersebut.


Namun sayangnya, kisah cintanya ini berakhir dengan menyedihkan. Di hari dimana yang seharusnya sudah menjadi hari yang sangat menggembirakan untuk Viktor, oleh karena negaranya yang akhirnya terbebas dari peperangan, malah ternyata menjadi sebuah hari yang juga mengecewakan untuknya. Amelia mengungkapkan kalau ia kembali kepada kekasihnya yang sebenarnya sambil memberikan sebuah kisah yang ceritanya adalah apa yang diberikan seorang tokoh Napolen kepada kekasihnya, Josephine saat pernikahan. Yaitu sebuah Kalung emas, yang di dalamnya terukir sebuah kata yang sangat berarti, "takdir". Ya, Amelia memutuskan untuk lebih memilih kekasihnya tersebut sebagai takdir hidupnya.

Di hari tersebut pun, yang seharusnya ia bisa pergi bebas ke Kota New York untuk melaksanakan tujuannya datang, malah masih saja dihambat oleh ke-egoisan Frank yang sudah terlanjur membencinya, hingga memaksanya untuk pulang saja ke negara asalnya. Bahkan sampai ia mengancam akan membuat ketiga teman barunya itu dijebloskan ke penjara oleh karena kesalahan mereka bertiga masing-masing. Alhasil Viktor menuruti keinginan dari Frank tersebut.

Tapi untunglah, suatu hal terjadi saat Viktor hendak pergi meninggalkan bandara. Tiba-tiba saja salah satu temannya, Gupta Rajan, lari ke lapangan pesawat dan nekad berhadapan dengan pesawat yang sedang berjalan, yang seharusnya dinaiki oleh Viktor. Semua itu dilakukannya agar pesawat tersebut berhenti sehingga menyebabkan penerbangannya menjadi tertunda. Dan saat Viktor melihat kenekatan temannya itu, bahkan sampai ia tertangkap polisi, Viktor pun memutuskan untuk jadi pergi ke New York dengan semangat.

Di detik-detik terakhir saat Viktor masih berada di dalam bandara, semua pekerja dan para petugas beramai-ramai menemaninya ke pintu keluar, hingga akhirnya dirinya bisa merasakan udara kebebasan yang ditemani oleh salju-salju putih yang sedang turun dan berterbangan. 


Akhir cerita, Tujuan Viktor pun tercapai, yaitu mendapatkan tanda tangan dari Benny Golson yang adalah seorang pemain musik beraliran Jazz, untuk dapat melengkapi koleksi almarhum ayahnya yang semuanya disimpan di dalam kaleng aneh yang Viktor bawa. Setelah itu, ia memutuskan untuk menaiki taksi dan pulang ke rumahnya, dengan membawa sebuah pengalaman yang menarik yang sangat disyukurinya....

....

Bersadarkan Wikipedia.com, para pengamat menganggap film ini terinspirasi oleh kisah nyata Mehran Karimi Nasseri, seorang pengungsi Iran yang tinggal di Terminal Satu Bandar Udara Charlles de Gaulle sejak 1988 karena bukti pengungsinya dicuri. Hingga akhirnya pada tahun 2006 ia bisa keluar ketika ia masuk rumah sakit karena alasan yang belum jelas.

Seorang sutradara yang cukup ternama, yaitu Steven Spielberg, bisa dibilang telah berhasil membuat kembali film yang sangat unik dan menarik setelah film-film lainnya seperti Jurrasic Park dan Indiana Jones. Bahkan beberapa penghargaan pun berhasil diraih berkat film yang juga diperani oleh aktor dan aktris terkenal, yakni Tom Hanks dan Catherine Zeta-Jones.

Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath