Tentang Film Sherlock Holmes: A Game of Shadows

Malam hari ini lagi-lagi gua telah melakukan suatu hal yang cukup nekad tapi berakhir sangat menyenangkan. Dan gua benar-benar bersyukur sama God akan hal ini.... ^^

Entah napa tadi gua sedang ingin sekali menonton film Sherlock Holmes yang ke dua di bioskop. Lalu, oleh karena waktu siangnya gua malah ketiduran sampai sore, jadinya gua nekad pergi ke Mall Pluit Village hanya untuk menonton film yang dibilang berdurasi cukup lama itu. Dan karena juga tak ada yang mau menemani gua, akhirnya gua kembali menonton sendirian... (hal yang biasa buat gua hehe).

Oke, langsung saja gua ceritakan sedikit tentang film yang disutradarai oleh Guy Ritchie lagi ini....


Untuk petualangan yang berikutnya, Sherlock Holmes (Robert Downey Jr.) harus menghadapi kenyataan pahit kalau kekasihnya, Irene Adler (Rachel McAdams), harus meninggal terbunuh oleh Professor James Moriarty (Jared Harris). Ia harus terbunuh sebab Professor Moriarty sudah kecewa dengannya dan menganggap kalau ia telah selesai membantunya. 


Kematian Irene ini sebenarnya ada hubungannya dengan beberapa kasus yang aneh yang terjadi di Kota London, seperti pemboman, pembunuhan, dll. Dengan sangat penasaran, akhirnya Sherlock Holmes turut berperan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dan ia memfokuskan semua kasus tersebut pada Professor Moriarty yang bisa dibilang memiliki kepintaran yang sama dengannya, namun digunakan untuk kejahatan.

Dengan bantuan sahabatnya, Dr. John Watson (Jude Law), yang akhirnya menikah dengan Mary Morstan, dimulailah sebuah petualangan baru yang membawa mereka berdua sampai ke Paris, Jerman dan Swiss. Ada banyak sekali teka-teki yang harus segera mereka pecahkan. 

Dan tak lupa akan kehadiran seorang tokoh baru yang juga turut membantu mereka berdua, yakni Madame Simza Heron (Noomi Rapace). Yang sebenarnya dirinya itu adalah salah satu clue untuk dapat memecahkan kasus yang ada.

Untungnya, ia ini juga adalah seorang gypsy, yang dimana memiliki kelompok gypsy yang cukup banyak yang akhirnya digunakan untuk menolong Sherlock Holmes dalam menghadapi pasukan Moriarty.


Ternyata rencana jahat Moriarty kini benar-benar mampu membuat Sherlock Holmes kewalahan. Apalagi saat ia sempat gagal mencari tahu dimana letak sebuah bom, yang akhirnya meledak dan membuat rencana Moriarty makin sempurna. Disini Moriarty banyak mempermainkan Sherlock Holmes hingga hampir saja dirinya meninggal dunia oleh karena serangan-serangan beruntun yang terjadi padanya.

Namun Sherlock Holmes tak bodoh. Ia pun berhasil memecahkan kasus yang ada, yang intinya adalah Professor Moriarty menginginkan adanya peperangan antar negara. Dan rencana jahatnya tersebut bisa digagalkan. 

Menariknya, di akhir cerita ternyata Sherlock Holmes juga ikut mempermainkan Moriarty. Ia berhasil mengambil semua kekayaan Moriarty dengan segala kesempatan yang ada. Yang akhirnya membuat Moriarty menjadi marah dan terjadilah suatu adegan yang tak asing untuk semua orang yang pernah membaca novelnya, yaitu: terjatuhnya mereka berdua ke air terjun (yang dilakukan secara sengaja oleh Sherlock Holmes).

....

Mungkin baru kali ini gua membuat review yang cukup singkat tentang sebuah film. Namun jangan pernah berpikir kalau film ini juga berdurasi singkat ya, karena tadi saja gua menontonnya itu selama dua jam lebih! Sampai gua harus ngerasa kebelet habis, nahan kencing untuk tak mau melewati sedikit adegan pun dari film ini. Benar-benar puas sudah gua menontonnya hahaha....

Filmnya itu sungguh seakan menuntut jalannya logika para penonton. Ada banyak sekali pengetahuan yang diberikan, walau buat gua pribadi terasa diberikannya cukup cepat sehingga bisa membuat otak menjadi berputar-putar. Karena untuk dapat memecahkan suatu misteri itu rasanya kita harus melihat kesemuanya, bahkan hal-hal atau barang-barang yang dianggap orang-orang tak terlalu penting untuk dipikirkan sekalipun.

Over all, gua sangat menyukai film ini. Baik itu dari jalan ceritanya, adegan-adegan kocak khas Robert Downey Jr, tata cara pengambilan gambarnya (seperti slow motionnya), musiknya (Hanz Zimmer cuy yang buat aransemennya!) dan apalagi saat munculnya salah seorang artis yang tak asing di mata gua. 


Siapa lagi kalau bukan Noomi Rapace yang pernah menjadi tokoh nyentrik dan unik di film trilogi "The Girl with the Dragon Tattoo". Membuat film ini menjadi lebih berbeda lagi oleh karena kehadirannya yang menjadi seorang Gypsy. :p

Begitu pula untuk pemeran antagonisnya, yakni Professor Moriarty. Pertamanya gua kurang yakin saat melihat mukanya yang seperti kakek-kakek yang biasa-biasa saja. Tapi setelah di adegan-adegan yang berikutnya, aktingnya berhasil membuat gua menjadi kesal terhadapnya. Kejahatan benar-benar terlihat jelas dari ekspresi mukanya. Ckckckck....!


THE END ?

Terima kasih.... ^^
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath