Notes on a Scandal: Tentang Aib dan Posesif

Hampir mau ganti bulan gua menulis ini. Dan untunglah ada sebuah film yang sudah benar-benar menginspirasi gua sekarang. Film ini baru saja gua tonton lewat DVD di Laptop cc gua. Sungguh memukau penglihatan dan juga pikiran gua!!

Judulnya adalah "Notes on a Scandal". Film yang sudah tayang di bioskop pada tahun 2006 ini bisa gua dibilang sebagai salah satu film terbaik di tahun tersebut. Soalnya banyak sekali penghargaan yang film telah dapatkan, khususnya untuk dua aktris yang sangat berhasil menurut gua dalam memerani perannya.



Cerita singkat dari film ini, awalnya itu ada seorang wanita tua bernama Barbara Covett (Judi Dench) yang bekerja sebagai guru dan suka menulis catatan harian. Semua rahasianya, seperti sebuah hinaan kepada orang-orang yang baik kepadanya-dengan sangat gampang ia menceritakannya di dalam buku bersampul hitam. Ia begitu kesepian dan hidup sendirian dengan seekor kucing yang hampir meninggal. Namun menariknya, ia memiliki sebuah skandal yang tak disangka-sangka oleh orang-orang sekitarnya.

Hingga akhirnya muncul seorang guru baru bernama Sheba Hart (Cate Blanchett). Dan sedikit demi sedikit film ini mulai memberikan gambaran yang sebenarnya dari seorang Barbara Covett.

Awalnya mereka berdua berteman dengan baik dan tak peduli dengan usia mereka masing-masing (Sheba Hart masih 30 tahun dan begitu cantik). Rahasia demi rahasia dari dalam kehidupan mereka masing-masing pun terus mereka ceritakan. Kenyamanan adalah yang mereka berdua rasakan saat itu.

Namun sesuatu yang gila terjadi. Barbara telah melihat sesuatu yang begitu menjijikkan dari seorang Sheba Hart secara tak sengaja. Ia melihat Sheba sedang melakukan hubungan yang memalukan dan tak sepatutnya dengan salah seorang anak didiknya yang masih berusia 15 tahun!!


Barbara pun langsung menelpon dan menusuk Sheba dengan membeberkan apa yang sudah ia lihat. Karena Sheba sangat ketakutan, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kopi darat.

Sejak saat itulah Barbara memanfaatkan situasi ini agar kesepiannya berakhir. Ia memutuskan untuk menyimpan rahasia Sheba dan menginginkan suatu hubungan yang lebih dari pertemanan, seperti persahabatan yang tak pernah lepas di dalam kehidupannya.

Beberapa minggu kemudian memang hubungan yang diinginkan Barbara sangatlah berhasil. Ia begitu gembira dengan menyebutkan kalau hari-harinya terus bertaburan bintang-bintang. 

Tapi sesuatu telah membuatnya begitu terlihat sangat posesif. Akhirnya ia menunjukkan dirinya yang sebenarnya pada Sheba saat ia tak peduli dengan keadaan temannya yang sedang terdesak untuk menonton anaknya yang akan bermain drama di sekolahnya itu dengan terus memaksakan si Sheba untuk menemaninya karena kucingnya baru saja meninggal. Ia menuntut balasan yang setimpal karena kebaikan yang sudah dilakukannya.

Kemudian keadaan menjadi berubah. Dengan kesal, akhirnya Barbara menceritakan rahasia Sheba ke salah seorang rekan sekerjanya di sekolah. Dan tamat lah riwayat Sheba karena aibnya sudah tersebar kemana-mana bahkan sampai masuk berita.

Sheba yang sedang mendapatkan konsekuensinya itu memutuskan untuk menginap di rumah Barbara karena masih tak tahu kalau ia yang sudah membocorkannya. Barbara pun lega, walau hanya sebentar.... Karena tanpa sengaja, Sheba pun menemukan sebuah buku harian dan mengetahui semua rahasia tergelap dari temannya itu.

Kesal, stress, kecewa... semuanya itu Sheba rasakan. Dengan tegas ia tak akan menemui Barbara lagi karena sifat gilanya itu.

Tapi dengan tenang, Barbara tetap melanjutkan hidupnya dan memulai kehidupan barunya karena ternyata hal tersebut tak hanya terjadi sekali. Ia pun terus mencari orang-orang seperti Sheba lainnya untuk mengisi kekosongannya.

***

Hahaha... ternyata tak singkat juga ya gua menceritakannya. Entah napa gua serasa ingin menceritakan semua isi dari film tersebut. Mungkin karena memang masih fresh dan gua hapal betul jalan ceritanya.

Yang pasti, cerita ini sedikit memiliki kesamaan dengan kehidupan gua. Sekarang gua benar-benar sadar dengan ke-posesif-an gua. Gua harus mengubahnya!

Dan... sepertinya gua akan memulai kembali menulis buku harian. Namun kini akan benar-benar jujur tentang apa yang gua rasakan dan pikirkan setiap harinya. Tapi kali ini tak akan gua tulis di buku, melainkan di netbook gua ini dengan membuat folder ber-password. Hhh... film ini sungguh menginspirasi dan memotivasi gua habis dah! :D

Terima kasih... ^^
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath