Tentang Persahabatan

Di malam hari yang dingin (karena sedang di dalam ruang ber-AC) dan selalu terdapat beberapa nyamuk yang nakal, gua tiba-tiba saja jadi ingin menceritakan sesuatu....

Padahal sebelumnya gua kepikiran mau bercerita tentang film Harry Potter yang terakhir, yang sudah gua tonton pada hari Jumat kemarin. Tapi keadaan hati gua sekarang seperti sedang ingin sedikit ditaruh di dalam blog yang sudah pastinya bisa dibaca oleh orang lain ini. Untungnya saja, blog gua ini masih belum seterkenal blog-nya Raditya Dika, @Poconggg, dan lain-lain. Jadinya, antara mau tak mau sih. Hehehe....

Lanjutkan!

Tahun lalu, gua pernah mempunyai seorang sahabat yang kalau bisa dibilang cukup terbuka (jujur) sama gua. Gua pun demikian. Kadang, setiap ada waktu kosong-kami saling sharing-sharing banyak hal. Kami bahkan sampai menceritakan hal-hal yang seharusnya tak boleh didengar oleh banyak orang. 

Yup, sebuah privasi yang bisa dipakai sebagai kartu mati jika masih tak ada perubahan di dalam diri kami masing-masing ke-depannya. Maksudnya, bisa membuat sebuah nama jadi hancur jika sampai privasi tersebut diceritakan oleh orang lain. Dan tak akan jadi hancur jika seseorang tersebut bisa berubah, baik dari dalam pola pikirnya, dan lain-lain.

Yang pasti, tak bisa gua ceritakan semuanya. Pokoknya banyak banget deh masa-masa yang benar-benar bisa dikatakan sebagai masa terhebat. Sungguh luar biasa dan membuat gua jadi merasa sudah sangat kaya raya saat sedang menetap di dunia ini! 

Bahkan sampai gua pernah bilang di depan banyak orang, kalau waktu di hari ulang tahun gua, God sudah memberikan hadiah yang paling terindah buat gua, yaitu seorang sahabat.... Dan gua ingat sekali, saat gua bilang itu, mukanya menjadi merah dan tertawa tak jelas. Mungkin malu atau apa... hahaha....

Namun, detik jarum jam di dinding terus berputar, bumi dan matahari terus berotasi dan berevolusi, dan gedung-gedung baru terus muncul di kota Jakarta. Setahun kemudian, akhirnya hubungan luar biasa itu kandas. Kami akhirnya sudah saling mengenal diri kami yang asli masing-masing. Apa saja keburukan yang bisa membuat kesal dan yang lainnya. Semuanya serasa begitu cepat, semudah membalikkan telapak tangan hingga akhirnya sebuah persahabatan itu serasa sudah tamat.

Sedih sih iya, sudah pasti. Soalnya di dalam otak yang berkemampuan bisa menyimpan banyak memori ini, selalu mengingatkan gua akan kejadian-kejadian yang indah dan gila di masa lalu. Sungguh, setiap saat gua rindu sekali dengan masa-masa itu. Apakah mungkin bisa terjadi lagi ya?

Keadaan kini sudah berubah menjadi yang tak gua mau. Memang sih, God bisa memberi dan juga mengambilnya. Dan membuat gua jadi belajar banyak hal seperti tentang harus mengurangi kebiasaan buruk gua, belajar membuat prinsip atau mungkin pola pikir yang baru, dan masih banyak lagi. Tapi tetap saja rasa rindu ini tak bisa lepas. Apakah God akan memberikan pada gua masa-masa seperti dulu lagi ya?

Hhhh... saat gua menonton banyak film tentang persahabatan seperti Bride Wars, Mary & Max, dan film lainnya, pasti selalu gua lihat adanya sebuah adegan pertengkaran. Yup, pastinya memang akan selalu ada sebuah pertengkaran bahkan sampai perang. Dan sekarang pertengkaran tersebut sedang terjadi di dalam hidup gua. Semoga saja nantinya akan berakhir indah dan sebuah persahabatan akan kembali gua rasakan, berlanjut sampai seterusnya hidup berjalan.

Hahaha... cuma harapan....

Yang pasti, seperti quote yang gua ambil dari film "The Bunny House", gua akan tetap menjadi keluarganya yang akan selalu menerima siapa dirinya yang sebenarnya, bukan hanya dari penampilannya yang terlihat. Gua akan selalu hadir dan mendukungnya, sama seperti tiap kali gua berteriak-teriak menyebut namanya kayak orang gila waktu dia lagi ikut lomba. Hahahaha....

Mungkin memanglah saat sudah memiliki banyak teman baru yang lebih fresh dan enak diajak apa saja, diri kita bisa jadi lebih mengutamakan yang baru ketimbang yang lama. Namun, gua akan tetap menjadi teman lama yang setia sampai akhir dan akan selalu ada disaat kebutuhannya berkata. Karena itu lah gua....

Ya ini lah yang namanya persahabatan di dalam hidup gua sekarang. Thanks God karena sudah memberikan banyak pengalaman menarik disaat Engkau memberikan seorang sahabat.... Tak peduli mau seindah apa dan seburuk apa, memang ini lah yang akan dialami dari yang namanya persahabatan.... :)

Terima kasih....
Gbu

P.S: Maafkan seorang Anton Suryadi yang masih aneh tapi nyata ini.... Gua akan tetap do the best yang gua bisa....

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath