Tentang Film Invictus Dan Sang Presiden

Sangat menyedihkan sekali ketika Google Chrome gua tiba-tiba saja muncul sebuah tulisan "Not Responding", yang menyebabkan tulisan-tulisan gua yang sudah cukup banyak di entri baru ini menjadi terhapus semuanya. Ckckckck.... *kesel*

Baiklah... gua akan menulis dari awal lagi yang dimana jarum jam di dinding sudah sampai pada pukul 2 pagi. Dan kali ini tulisan gua bercerita tentang sebuah film yang diambil dari kisah nyata dan sangat menginspirasi, yang baru saja gua tonton lewat laptop cc gua di sebuah kamar yang sudah menjadi gudang.



Film ini bernama Invictus. Sebuah film tahun 2009 yang namanya itu sebenarnya berarti "tak terkalahkan" dalam bahasa latin. Nama dari film ini juga sebenarnya diambil dari sebuah judul puisi karangan William Ernest Henley. Sebuah puisi yang berhasil menjadi sumber semangat yang besar dari seorang mantan presiden Afrika Selatan selama masa tahanannya sebelum menjadi presiden, yaitu 30 tahun.

Nama Presiden yang gua maksudkan ini adalah Nelson Mandela (diperankan oleh Morgan Freeman). Setelah ia keluar dari tahanannya pada tahun 1990, ia pun berhasil memenangkan pemilihan presiden pada tahun 1994.

Semua orang kulit hitam memilihnya karena dengan berhasilnya ia menjadi presiden-maka ia akan mematahkan sistem apartheid yang menyebabkan konflik berdarah selama 50 tahun di negara tersebut. Tapi saat itu kenyataannya juga, banyak orang kulit putih yang akhirnya menjadi malu dan membencinya.

(Sistem Apartheid adalah sebuah sistem pemisahan ras yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan dari sekitar awal abad-20 hingga tahun 1990.)

Tugas sang presiden ini sangatlah sulit. Ia harus bisa menyatukan bangsanya yang masih terbayang-bayang akan sistem apartheid tersebut. Dan syukurlah, pada waktu ia sedang menonton pertandingan rugby, ia berhasil mendapatkan sebuah jalan penyelesaian.

Sebuah team yang bernama Springbok adalah salah satu team permainan rugby dari Afrika Selatan yang bisa dibilang sebagai bukti dari adanya apartheid, baik itu terlihat dari nama, logo, dan warna pakaiannya. Maka dari itu, banyak orang kulit hitam lebih memilih untuk mendukung team dari negara lain ketimbang dari negara mereka sendiri.

Disini, Nelson Mandela, yang suka dipanggil Madiba atau Dada, merencanakan untuk mendukung team yang ternyata juga sering kalah tersebut. Dan sayangnya, banyak sekali orang yang tak mendukung cara dari sang presiden ini. Namun ia tetap bertahan dan semangat untuk menjalankan apa yang telah menjadi pilihannya.

Awal rencananya, sang presiden memutuskan untuk memberikan sebentuk kata-kata penyemangat kepada sang kapten yang bernama Francois Pienaar (diperankan oleh Matt Damon), yang ia undang ke dalam kantor kepresidenan-nya, yang juga sampai membuat sang kapten ini menjadi terkaget-kaget.

Walau kelihatannya hanya sebentuk kata-kata, tapi kenyataannya mampu untuk memberikan sebuah semangat baru bagi sang kapten dan juga para pemainnya. Sang presiden pun sampai mau menghafal semua nama mereka, dan sempat berkunjung ke tempat latihan mereka-untuk memberikan kata "good luck" sambil menyebutkan nama mereka masing-masing. 

Hingga pada akhirnya, team tersebut pun berhasil menjadi pemenang piala dunia rugby. Dan telah menjadi sebuah batu loncatan yang besar untuk negara yang sebelumnya penuh masalah akan perbedaan ras. Alhasil, kulit hitam dan putih pun kembali bersatu oleh karena usaha dari sang presiden yang luar biasa ini!

....



Foto yang ada di atas ini bisa dibilang dapat membuat gua menjadi ingin menceritakan salah satu kejadian yang paling menarik dan menyentuh dari film ini Yaitu ketika semua pemain dari team Springbok diajak mengunjungi bekas penjara dari sang presiden. Pienaar pun melihat sebuah ruangan kecil yang lebarnya hampir seperti saat kita membentangkan kedua tangan. Dan Pienaar menjadi teringat kembali dengan puisi berjudul "Invictus" yang pernah diberikan oleh sang presiden untuknya. Ia pun benar-benar merasakan sebuah perjuangan dari seorang Nelson Mandela yang bahkan sampaimemaafkan semua orang yang pernah menjebloskannya ke dalam penjara ketika keluar dari penjara. (Y)


Film yang disutradarai oleh Clint Eastwood dan berdasarkan dari sebuah buku karya John Carlin (Playing the Enemy: Nelson Mandela and the Game That Changed a Nation) ini berhasil mendapatkan beberapa penghargaan. Bahkan berhasil menjadi nominator di Academy Award sebagai film terbaik, pemeran utama pria terbaik, dan pemeran pria pendukung terbaik. Sedangkan untuk di Golden Globe, film ini malah berhasil memenangkan ke-tiga kategori tersebut

Hhhh... pokoknya benar-benar cocok untuk ditonton oleh SBY deh sepertinya. Soalnya ini lah yang betul-betul namanya seorang presiden! Hebat!! :)

Invictus


Out of the night that covers me
Black as the Pit from pole to pole
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul
In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud
Under the bludgeonings of chance
My head is bloody, but unbowed
Beyond this place of wrath and tears
Looms but the Horror of the shade
And yet the menace of the years
Finds, and shall find, me unafraid
It matters not how strait the gate
How charged with punishments the scroll
I am the master of my fate
I am the captain of my soul

(William Ernest Henley, “Invictus”)

Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath