Harry Potter and the Deathly Hallows part 2

Akhirnya setelah seminggu lebih gua lewati, gua pun bisa kembali menonton film Harry Potter 7 part 2 pada sore kemarin (soalnya sekarang sudah jam 1 pagi nih :( ). Jadinya sekarang gua benar-benar bisa menceritakannya ke dalam blog gua ini. Soalnya-sewaktu pertama gua menontonnya, sungguh ada banyak sekali pertanyaan di dalam benak tentang isi dari film ini. Yang sampai menyebabkan gua harus menunda menulisnya.

Pertanyaannya itu seperti apa saja sih??

Salah satunya, yang paling banyak menguras otak gua yaitu: tentang kepemilikan tongkat elder. Yang adalah sebuah tongkat sihir terkuat dan salah satu bagian dari ketiga relikui. Jadi, siapa sebenarnya orang yang memiliki  tongkat elder tersebut setelah Dumbledore meninggal? Dan bagaimana bisa si Harry Potter yang pada akhirnya memiliki tongkat tersebut?

Sungguh ada banyak versi dari pertanyaan gua yang diatas. Ada yang bilang kalau tongkat tersebut bisa dimiliki jika orang ini membunuh si pemilik sebelumnya. Dan ada yang bilang juga kalau orang yang bisa memiliki tongkat tersebut adalah hanya cukup mengalahkan (bisa dengan mementalkan) tongkat elder ini dari tangan sang pemilik.

Dan setelah gua menontonnya kembali, ternyata versi yang kedua lah yang benar. Jadi ternyata yang memiliki tongkat elder tersebut setelah Dumbledore meninggal adalah si Draco Malfoy. Soalnya dia yang mengalahkan (mementalkan) tongkat ini saat ada di Film Harry Potter yang ke 6. Dan kemungkinan besar Dumbledore memang sengaja membiarkan tongkatnya ini dikalahkan oleh Draco (sepertinya). Lalu, saat si Harry Potter beserta kawan-kawannya sedang ada di puri Belatrix, ia berhasil mengalahkan dan mengambil tongkatnya si Draco. Sehingga tongkatnya Draco menjadi memberikan kesetiaannya kepada si Harry. Sekaligus juga tongkat elder yang terkuat tersebut.

Begitu lahh.... Hahaha.... Gua jadi malah menjawab pertanyaan dari film ini, bukan menceritakannya.

Okeee.... Inilah cerita singkatnya!!



Sudah tujuh tahun-Harry melewati masa-masa luar biasanya saat bersekolah di Hogwarts. Telah banyak sekali petualangan yang seru dan hampir membuatnya meninggal selama itu. Dan lewat film yang terakhir ini, ternyata semua yang sudah Harry alami ini adalah untuk mempersiapkan dirinya ketika tiba saatnya ia harus menghadapi you-know-who: Tom Riddle atau Dark Lord atau si jahat-Lord Voldemort.

Kisahnya kini, Harry dan kedua sahabat seperjuangannya: Hermione Granger dan Ron weasley, sudah mengetahui bagaimana caranya untuk mengalahkan sang penguasa kegelapan. Yaitu dengan menghancurkan ke tujuh Horcrux (sebagian jiwa Voldemort yang dimasukkan ke dalam sebuah benda) yang sudah tersembunyi di tempat-tempat yang masih misteri.

Sudah ada tiga horcrux yang hancur sebelumnya, yaitu Catatan harian Tom RiddleCincin Marvolo Gaunt/Batu Kebangkitan yang pernah tertempel di jari Dumbledore, dan Liontin Salazar Slytherin yang ternyata dipakai oleh Dolores Umbridge, yang memiliki peran yang lumayan kejam waktu ada di Harry Potter yang ke 5.

Selanjutnya, Harry pun akhirnya berhasil menemui ke-empat horcrux lainnya. Yang ke-empat ada di dalam brankas bank milik Belatrix Lestrange, yaitu Piala Helga HufflepuffDan yang ke-lima, Mahkota Rowena Ravenclaw, yang berada di dalam kamar kebutuhan.



Serunya, saat sedang mencari horcrux yang ke-lima ini, pertempuran yang besar pun terjadi. Voldemort bersama semua pasukannya atau biasa dipanggil the death eaters, bersatu menghancurkan sekolah Hogwarts beserta orang-orang yang ada di dalamnya. Tapi, para murid, guru, dan anggota orde phoenix pun tak tinggal diam. Mereka juga menyerang pasukannya Voldemort tersebut mati-matian.


Berikutnya, untuk horcrux yang ke-enam, dan yang paling tercenangkan adalah kalau ternyata si Harry sendiri lah yang menjadi Horcrux tersebut. Jadi, sewaktu ia masih bayi, Voldemort tak sadar kalau sebagian jiwanya malah masuk ke dalam tubuh Harry saat ia berhasil membunuh ibunya, Lily Potter. Oleh karena itu, Harry bisa berbicara dengan ular dan bisa masuk ke dalam pikiran Voldemort. Benar-benar sangat tak terbayangkan?!

Alhasil, Harry memutuskan untuk menyerahkan dirinya ke Voldemort yang sedang memegang tongkat elder dan menunggunya di dalam hutan bersama pasukannya. Lalu, Avada Kedavra! -Harry pun mati. Namun sayangnya, ia tak mati seutuhnya. Ternyata yang mati itu adalah jiwanya Voldemort yang ada di dalam dirinya. Dan itu disebabkan oleh karena tongkat elder yang sebenarnya sudah menjadi kepunyaan Harry tak mungkin mengkhianati pemiliknya dengan membunuhnya.

Tapi saat itu, Voldemort dan semuanya mengira kalau Harry sudah benar-benar mati. Jadi mereka kira, kemenangan sudah ada di dalam genggaman. 

Namun sayangnya, perkiraan mereka itu hanya sebentar, setelah Voldemort dan pasukannya sampai di lapangan sekolah Hogwarts yang sudah hancur akibat peperangan semalam suntuk, Harry pun tiba-tiba bangkit dan lari dengan cepat masuk ke dalam sekolah. Semuanya sangat kaget, bahkan Voldemort sendiri. Sampai-sampai beberapa pasukannya malah menjadi takut dan melarikan diri.

Peperangan pun kembali terjadi di pagi hari itu. Horcrux yang terakhir, yaitu si Nagini juga akhirnya bisa dihancurkan oleh sebab keberanian dari Neville Longbottom yang menebas leher dari ular itu dengan pedang Gryffindor.

Dannnn........ mati lah Voldemort saat dirinya hanya berdua dengan Harry untuk beradu sihir. Voldemort sendiri pun akhirnya sadar kalau ia sudah salah dengan mengira kalau cara memiliki tongkat elder tersebut adalah dengan membunuh sang pemilik yang sebelumnya. Soalnya tongkat itu masih tak patuh dengannya, atau bisa dibilang masih lemah waktu melawan Harry.

Akhirnya, Harry dan semuanya yang menang. Walau harus mengorbankan banyak sekali nyawa, seperti Hedwig (burung hantunya Harry), Fred Weasley (saudara kembarnya George dan kakaknya Ron), Mad-eye, dan masih banyak lagi.


Hebatnya di akhir ceritanya itu, Harry malah memutuskan untuk mematahkan tongkat elder tersebut dan membuangnya ke dalam jurang sebab mungkin tak mau menerima tawaran untuk menjadi seorang penyihir yang paling ditakuti.


19 tahun kemudian pun diberitahukan oleh sang penulis, J.K.Rowling, kalau Harry akhirnya menikah dengan Ginny, dan Ron menikah dengan Hermione. Saat itu latarnya sedang berada di dalam stasiun kereta api, dimana Harry sendiri pernah ada untuk menembus sebuah tembok penghubung ke dalam stasiun kereta api yang akan membawa dirinya menuju ke sekolah Hogwarts. Namun kini, ia bersama istrinya sedang mengantarkan anak laki-laki mereka, yang diberi nama Albus Severus Potter, untuk pertama kalinya menaiki kereta yang akan mengantarkannya ke sekolah tersebut.

Bagus lah Harry memutuskan untuk mengabaikan tawaran dari tongkat elder tersebut. Karena kebahagiaannya kini sudah ia dapatkan saat dirinya memiliki keluarga dan semua sahabatnya.

....

Kalau boleh jujur, ada satu adegan yang paling gua sukai. Yaitu ketika akhirnya nama si Severus Snape menjadi pulih. Mungkin kita semua selalu berpikir kalau ia itu adalah seorang tokoh yang jahat atau antagonis. Tapi ternyata, dari film yang pertama itu-ia sebenarnya selalu melindungi Harry dan semua murid dengan pura-pura bergabung menjadi kaki tangan Voldemort. Semua itu dilakukannya oleh sebab ia sangat mencintai ibunya Harry, Lily Potter yang kenyataannya harus menjadi milik James Potter.

Sedih waktu mengetahui kalau Severus ini benar-benar seorang tokoh yang luar biasa. Ternyata, ia dan Dumbledore yang membuat skenario tersebut selama ini.

Harry mengetahui hal ini sewaktu ia memasukkan beberapa tetes air mata dari Severus ke pensieve (kuali lebar yang memiliki kemampuan untuk membuang atau memasukkan banyak pikiran seseorang), yang diambil ketika Harry mendatanginya yang sedang sekarat akibat ulahnya Voldemort.

Sungguh tragis nasibnya tapi tetap luar biasa!

....

Ya begitu lah.... Perjalanan Harry Potter pun berakhir sudah. Tak disangka, pertama kali gua menontonnya itu sewaktu gua masih kelas 3 SD kalau tak salah. Hingga gua kuliah, gua selalu setia menonton film ini.

Rasanya pun setelah mengetahui akhir kisahnya itu, seperti hal-nya telah mendapatkan kepuasan yang besar! Karena memang banyak banget pertanyaan yang akhirnya bisa terjawab dengan rincinya. Pokoknya sama sekali gak ketebak untuk akhir kisahnya! Mantap dah!! Tapi sedih juga sih.... :(

Yang pasti, gua ingin mengucapkan terima kasih untuk ketiga pemain utamanya. Yaitu Daniel Radcliffe, Emma Watson, dan Rupert Grint. Kalian bertiga sudah berhasil memberikan kualitas akting yang bagus lewat film Harry Potter ini selama beberapa tahun.


Selanjutnya, khusus sekali, gua juga ingin berterima kasih kepada penulis yang luar biasa! Yaitu J.K. Rowling yang telah membuat novel yang begitu menarik, intelektual, imajinatif, dan penuh teka-teki! Karya beliau akan selalu terkenang dalam hati dan tentunya akan menjadi sejarah besar di masa yang akan datang nanti....



Terima kasih semuanya....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath