Titik Keseimbangan

Malam ini, pada pukul 22.42-gua sedang mengalami suatu hal yang sepertinya akan membuat para pembaca akan menjadi sangat terpukau (semoga). Karena untuk post yang kali ini, gua hanya akan mencurahkan semua isi pikiran gua (bukan curhatan-But maybe just a little :p ) dari apa yang sudah dihasilkan dari film yang telah gua tonton pada jam sembilan malam (kalau tidak salah) tadi.

Namun untuk kali ini, gua tak akan meresensi atau menceritakan sekilas tentang isi filmnya terlebih dahulu. Hal tersebut akan gua lakukan di post yang berikutnya, karena nanti akan menjadi sebuah tulisan yang panjang dan sudah pasti akan membuat kalian (readers) menjadi pusing, malas membaca dan kemungkinan akan mengkritik gua dengan pedas di dalam hati, pikiran, dan lewat bergosip dengan sesama kalian masing-masing.

Oke kita mulai....

Barusan gua sudah membuat sebuah kalimat di dalam status facebook gua, yaitu "Emosi membawa lu ke dalam keberanian akan tindakan yang gila. Sedangkan keseimbangan membawa lu ke dalam kebebasan tanpa  syarat akan keteraturan dunia.... haha *I'm just thinking" :) ". Gua harap kalian semua bertanya-tanya kenapa gua sampai bisa membuat kalimat ini dan apakah tujuan pastinya. 

Kalau untuk tujuan, ya untuk pamer aja sih kalau gua bisa berkata-kata indah (haha jujur ya gua) karena gua ini kan adalah seorang penulis! Namun juga, sudah pasti lah untuk memberitahukan pada semua orang yang melihat status gua tersebut-kalau hal itu adalah sebuah kenyataan, yang sudah biasa terjadi di dalam kehidupan kita semua.

Nah itu kan tadi tujuannya. Kalau kenapa gua bisa sampai membuat kalimat tersebut, jawabannya adalah karena gua sedang merasakan yang namanya sebuah keseimbangan. Ini adalah sebuah perasaan yang memiliki tingkat yang tertinggi dari yang lainnya. Ini adalah sebuah motivasi yang cukup jarang gua dapatkan.

Keseimbangan ini membawa gua menjadi terjun ke dalam yang namanya sebuah kebebasan. Mari, coba saja kalian lihat, apa saja yang sudah gua lakukan setelah mengalami keseimbangan ini....

Setelah selesai menonton DVD lewat laptop cc gua, gua langsung mengganti kaos dengan yang lebih bersih. Habis itu memakai jaket berukuran XL dan berbelang hitam putih, lalu pergi keluar untuk membeli beberapa santapan manis karena dalam mulut gua sedang ingin bersenang-senang dengan rasa manis.

Enaknya, gua berjalan dengan rasa yang seperti melayang. Tubuh gua serasa sangat enteng (memang betul demikian karena gua kurus :p). Soalnya pemberat yang biasanya gua bawa-bawa sedang tidak ada bersama gua. Dan pemberat tersebut bernama "Terlalu banyak pikiran". Yup, otak gua adalah satu-satunya alasan apakah gua bisa terbang bebas ataukah jongkok membatu.

Rasanya gua benar-benar bisa mengendalikan dunia ini dengan lancar. Gua hanya berpikir, "ya sudah, terjadi saja lah...." , "peduli amat dengan segala konsekuensi dan masalah yang sedang gua terima" , "ini lah salah satu bagian dari kehidupan" ,  "gua mau makan coklat".

Lanjut.... Setelah itu gua pergi ke Indomaret untuk membeli sebotol Yoghurt Cimory rasa strawberry, satu Silver Queen Bites, dan dua Beng-Beng. Padahal awalnya gua hanya ingin membeli Silver Queen Dark Rock, tapi karena sudah habis, jadi gua borong dah itu santapan pada. Selain itu, gua juga membeli jus dari buah naga merah setelah keluar dari Indomaret. Lalu pulang. Harapan gua sih, gua bisa menjadi lebih sehat dan gemukan sehabis melahap semua itu. Hehehe....

Efek yang ada sewaktu gua sedang merasakan keseimbangan sangatlah luar biasa. Tapi sayangnya selalu tidak lama tenaganya bertahan. Sekarang saja otak gua sudah mulai terasa berat kembali dan cukup bingung juga mau menulis apa lagi di post ini.... 

Jam 00.00, gua stuck. Mungkin ini lah saatnya untuk gua berhenti menulis dengan memberikan sebuah akhir paragraf yang menarik. 

Padahal saat gua sedang di luar rumah untuk membeli makanan tadi, banyak sekali kata yang terpikirkan untuk sekarang ini gua musiumkan. Memang, setiap gua sudah berada di dalam titik keseimbangan, otak gua serasa sedang bersih mengkilau dan siap untuk dimasukkan banyak bentuk visual dan non visual. Tapi ketika sudah penuh kembali, gua akan menjadi seperti penuh dengan banyak beban. Dan beban kali ini adalah, "bingung harus nulis apa lagi". Hahaha....

Oke, tulisan ini sepenuhnya mengikuti perjalanan singkat dari apa yang sedang gua rasakan saat ini. Gua benar-benar jujur ketika gua bilang kalau gua sedang seimbang dan sekarang stuck. Jadi, seperti sebuah penggaris busur, keadaan otak gua sudah melewati angka 90 (titik seimbang), dan mungkin sedang berada di angka 130. 

Yang pasti, keadaan diri yang sedang seimbang dan tak seimbang adalah suatu hal yang menarik untuk diceritakan....

Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath