5 Hari Menarik Menjadi SPB (First Time)

Di tengah hujan yang sangat deras dan penuh dengan petir ini, gua menggila. Rasa-rasanya gua ingin sekali membeli banyak baju dan celana serta sepatu yang mahal-mahal. Gua ingin membeli banyak barang-barang yang baru sehingga bisa menyenangkan hati gua walau cuma sementara. Atau mungkin keinginan gua yang sebenarnya adalah dengan menyadarkan seseorang yang sudah membakar emosi jiwa ini!

Hahaha... sudah cukup pembukanya. Sama seperti kemarin, paragraf pertama yang tak ada sangkut pautnya dengan isi cerita di blog tercinta gua kali ini. Tak apa ya... ^^

Oke, ini lah yang akan gua ceritakan sebenarnya. Yaitu tentang suatu kejadian yang telah terjadi dari hari Rabu sampai Minggu kemarin. Lima hari tersebut adalah sebuah pengalaman yang sangat cocok untuk gua bagikan atau dimusiumkan di sini. Semoga saja gua masih ingat semua kejadian yang menarik di hari-hari yang gila itu.



SPB (Sales Promotion Boy) adalah pekerjaan yang baru pertama kalinya gua lakukan di lima hari tersebut. Beruntungnya gua, tiba-tiba teman kampus gua, Deborah memberitahukan kalau sedang sangat dibutuhkan tenaga SPB untuk produk Laptop bermerek MSI lewat FKI (Festival Komputer Indonesia) di JCC (Jakarta Convention Center) Senayan. Alhasil, gua bersama Leo, Budiman, dan Gustav menyetujui pekerjaan tersebut.

Awalnya gua agak bingung bagaimana cara menjual produk tersebut. Saat sebelum hari H, gua lumayan takut juga jika misal-misal nanti tidak bisa menjual satu pun. Apalagi produknya itu adalah Laptop, yang dimana gua masih tabu sekali dengan jenis-jenis spesifikasinya. Banyak nama-nama seperti Nvidia, Ati, dll yang benar-benar susah untuk gua mengerti. Gawat dah!

Hari pertama....

Leo dan Budi memutuskan untuk memakirkan motor mereka di ubm, dan kami menaiki mobilnya Gustav ke tempat yang masih belum kami ketahui dimana letaknya.

Nyasar, tanya-tanya, bolak-balik jalanan, itu lah yang terjadi pertama kalinya hingga akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Rasanya ada satu setengah jam kami mencari tempat yang jalanannya sudah banyak berjejer tiang-tiang dengan kain penuh iklan dari nama-nama merek komputer. Jam setengah sepuluh lah mobilnya Gustav sudah terpakir, dan kami mulai jalan menuju ke tempat pertemuan, yaitu di depan pintu masuk.

Tapi sebelumnya, gua memutuskan untuk makan dahulu karena sangat lapar. Dan sedihnya, ternyata harga makanan di kantin luar JCC itu luar binasa mahalnya! Harga nasi plus sayur plus telur cabai saja dua puluh ribu rupiah. Sedangkan kalau nasi campur ayam, 35ribu rupiah. Ckckck.... Karena sudah diambilkan nasi oleh penjualnya, terpaksa deh gua jadi beli juga, nasi plus sayur plus telur cabai. Sejak kejadian mengerikan itu, gua jadi kapok makan di sana lagi. Hahaha....

Selanjutnya, akhirnya kami pergi ke tempat pertemuan, dan bertemu dengan Pak Jansen beserta teman-teman baru yang juga menjadi SPB, yaitu Dirga dan Daniel. Lalu kami semua masuk dan mengikuti briefing serta mengganti baju kami yang semula diminta untuk memakai kemeja putih lengan panjang, dengan baju khusus dari mereka yang berwarna dominan hitam.

Di dalam JCC, kira-kira ada ratusan orang yang datang dan puluhan produk yang saling berlomba-lomba memikat para konsumen. Yang pasti, benar-benar luas di dalam JCC tersebut. Gua saja hampir kesasar karena banyak ruangannnya. :p



Singkat cerita, gua tidak berjualan sama sekali namun sempat melayani beberapa orang yang hanya sekadar ingin bertanya-tanya. Gua pun akhirnya merasakan yang namanya penderitaan menjadi SPB, yaitu rasa capek harus ngomong terus, seperti "lagi cari laptop pak? Boleh dilihat-lihat dulu. Lagi ada promo nih laptopnya, ayo lihat-lihat dulu!", lalu kaki yang super pegel karena harus berdiri dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam, dipotong jam makan. :(

Pulang-pulang, kami semua capek gila! Kira-kira sekitar jam sebelas malam lah sudah sampai rumah. Tapi untuk gua, yang harus menunggu angkot sambil berdiri sampai jam dua belas kurang lima belas menit, bisa dibilang pulang jam dua belas lewat. 

.....

Hari kedua....

Kaki gua lumayan kurang enak, tapi mau gak mau harus pergi dan kerja kembali. Teman-teman gua pun juga begitu semua. Muka-muka mereka sudah terlihat masih sangat lelah, tapi karena tuntutan pekerjaan, ya sudah susah deh.

Di hari kedua, gua kembali mengenal beberapa orang lagi, yaitu ada Puji, Andreas, Dayat, Hutami, seorang SPG dari Viva Online bernama Jessika, dan beberapa yang gua lupa namanya.

Di hari kedua ini juga gua kembali tak menjual satu unit pun. Pikiran gua jadi kacau karena disini nama jual gua dipertaruhkan. Rasanya benar-benar di-push habis diri ini. Kami berempat pun sama seperti gua, masih belum menjual apa-apa.

Sedihnya, gua lupa ada kejadian menarik apa di hari kedua ini.... Ckckck....



....

Hari ketiga....

Badan gua hampir sedikit terbiasa dengan tuntutan pekerjaan ini. Tapi ada beberapa kejadian menyenangkan dan juga sekaligus mengerikan.

Senangnya, gua berhasil menjual satu, tapi itu pun karena faktor keberuntungan semata. Tiba-tiba saja ada seorang laki-laki yang bertanya sama gua sambil memberikan sebuah kartu nama. Ternyata ia sebelumnya sudah bertanya-tanya pada orang lain, dan menjadi balik lagi ke stand MSI untuk langsung membeli sebuah Laptop. Hahay... jadi gua deh yang dapat.... ^^

Namun, pada waktu pulangnya... tiba-tiba saja mobilnya Gustaf yang berwarna putih dan bermerek Chery, tak nyala. Kami mengira kalau mobilnya itu sedang mogok, sampai-sampai kami memakai cara mendorong mobil tersebut dengan harapan dapat langsung menyala. Tapi itu hanya harapan kosong. Kenyataannya, mobil tersebut tak mogok, katanya sih aki-nya sedang bermasalah.

Dengan pasrah dan terus negatif thinking, eh seorang bapak-bapak datang dan berniat untuk membantu kami. Langsung deh dikasih tali yang mengalirkan listrik dari mobil bapak tersebut ke mobil Gustaf (gua gak tau namanya apa hehehe), tapi sebelumnya aki mobilnya Gustaf tersebut dikasih air terlebih dahulu. Wow! Menyala loh... Untung saja.... :)

Nama orang tersebut adalah Daniel. Ia bersama adiknya, Andreas dan saudaranya yang cewek yang gua lupa namanya telah membantu kami sampai akhirnya kami bisa pulang dengan selamat. Thanks God....



....

Hari keempat....

Kami berempat harus datang telat sekitar jam tiga kurang, karena ada kewajiban untuk mengikuti KP (Kelas Pengganti) mata kuliahnya Pak Idham Holik, yaitu Sistem Politik Indonesia. Itu pun juga sebab kelompok gua akan maju untuk mempresentasikan bagian kami. Jadinya memang wajib datang untuk dapat membantu pertambahan nilai akhir nanti.

Di hari keempat ini, gua cukup senang sekali karena gua berhasil menjual dua unit! Akhirnya gua bisa tenang dan santai.... Hahaha....

Tapi kejadian yang tak menyenangkan kembali menimpa kami ketika di jalan tol saat pulang. Mobilnya Gustaf yang sudah diganti dengan yang baru karena takut kenapa-napa lagi, eh malah ketilang sebab berbelok di bawah garis-garis putih yang gua lupa namanya apa. Untungnya, polisi tersebut mau berdamai. Hhhh....

Namun ke-pusingan kembali menimpa Gustaf. Ia kehilangan SIM A-nya. Yang pada akhirnya baru ketemu keesokan harinya.

Gua juga telah menghilangkan karcis parkir motornya Leo, sehingga harus bayar ceban sebagai denda. :(

....

Hari terakhir....

Hari Minggu yang seharusnya selalu libur, gua menjadi sangat malas untuk berjualan. Apalagi dengan munculnya sebuah kejadian yang tak mengenakkan, yang tak bisa gua publikasikan dahulu. Jadinya diri gua sudah tak seheboh hari-hari kemarinnya saat berjualan.

Di hari terakhir ini pun gua sempat foto-foto sama Cindy (teman semasa kecil) yang juga jadi SPG, tapi untuk produk yang berbeda....



Lucunya, banyak suara teman-teman sekerja gua yang sampai habis. Namun itu karena mereka semangat, sedangkan gua sudah menjadi pelit ngomong. Hanya ketika ada konsumen yang datang ke gua saja lah, gua baru mulai ngebacot.

Tapi juga gua jadi sangat malas itu karena entah napa pinggang gua jadi linu sekali. Baru pertama kali loh gua merasakan pinggang yang sakit sekali.... Ditambah lagi bibir gua yang terus menerus kering dan sampai robek dan berdarah ketika tersenyum terlalu lebar. Waduh... benar-benar gua jadi tak profesional deh.... 

Alhasil gua tak menjual sama sekali di hari terakhir ini....

....

Yap, begitu lah pengalaman gua sewaktu bekerja sebagai SPB di FKI JCC.... Walau sangat sulit, tapi sekarang gua sedang kembali mencari pekerjaan seperti itu lagi. Soalnya gua sudah mengerti bagaimana cara menjual saat harus menjadi SPB. Gua pun sangat terinspirasi oleh cara berjualan si Budiman. Dia sangat hebat saat berkata-kata, bahkan sampai menjual 7 unit sepertinya. Mantap!

Hhh... benar-benar pengalaman yang menarik. Relasi gua jadi bertambah lagi.... ^^



Thank you semuanya.....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath