First Time Working In UBM: Jaga Stand & Follow Up

Di tengah kesibukan gua dalam mengerjakan tugas kuliah, tak ada salahnya jika membuat cerita di blog tercinta gua ini. Untung saja tiba-tiba di dalam pikiran gua terlintas sebuah gambaran masa lalu yang bagi gua sangatlah menarik. Semoga saja dapat cepat gua selesaikan, agar dapat lanjut membuat tugas politik yang mantap.

Gua masih hutang dua buah cerita pada kalian semua yang pernah membaca di post-post sebelumnya. Dan daripada sampai buat dua post, lebih baik gua satukan saja kedua kejadian tersebut. Karena juga bisa dikatakan kalau sangat berkaitan erat.

Setelah gua menandatangani kontrak untuk bekerja menjadi CR (Campus Representative) di ubm selama 6 bulan, gua pun langsung merasakan dua pekerjaan yang berbeda dan cukup menarik juga, soalnya baru pertama kali. Kedua pekerjaan tersebut adalah pergi ke sebuah sekolah yang letaknya di Tangerang untuk menjaga stand ubm, dan yang satunya lagi yaitu follow up anak-anak yang baru lulus SMA untuk memberitakan tentang USM ubm.

Untuk pekerjaan yang pertama, gua bersama Metha, Claudia, Ko Andi, dan sang supir harus merasakan yang namanya "tabrakan". Tiba-tiba saja ada mobil yang gua lupa nama jenisnya apa-menabrak bagian belakang mobil yang sedang kami naiki. Untungnya tak terlalu keras, namun tetap menyisakan bekas lecet yang begitu dalam. Tapi parahnya, yang nabrak mobil kami itu entah napa menjadi seseorang yang sangat menyebalkan.

Bayangkan saja, jelas-jelas dia yang menabrak, eh malah pada waktu sang supir kami sedang menuju mobil tersebut untuk meminta ganti rugi (tentunya), tiba-tiba seorang laki-laki, yang juga supir dari mobil tersebut keluar dan marah-marah gak jelas. Sampai-sampai pengen ngajak berantem. Kalau gua yang sedang melihatnya dari dalam mobil sih, terlihat banget kalau dia sedang berakting (payah). Seperti ia tak mau ganti rugi gitu dan sebodo atas apa yang diperbuatnya.

Saat kedua supir sudah kembali ke dalam mobil masing-masing, ko Andi pun keluar dan menuju ke mobil tersebut. Ia berusaha berbicara baik-baik ke orang tersebut, tapi malah direspon dengan amarah lagi dan juga beralasan kalau ia sedang buru-buru untuk mendatangi kematian bokapnya. Jika ia berbohong, gawat banget dah. Namun jikalau benar, tetap aja gawat, karena menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk tak mau ganti rugi dan tak mau tahu. 

Dengan sangat menyesal dan menyisakan amarah dari kami yang ada di dalam mobil, yasudah deh, relakan saja mobil tersebut pergi. Yang penting plat nomor mobilnya sudah dicatat, dan nanti akan menjadi urusan polisi. Orang-orang seperti itu memang harus dikasih pelajaran. Ckckck....

Selanjutnya kami kembali pergi ke Tangerang untuk mendatangi sebuah sekolah yang bernama "Ora Et Labora" yang sedang ada event bernama "Labrakadabra".

Setelah sampai, gua bersama yang lainnya langsung menuju ke stand kami. Lalu diberikan pekerjaan pertama, yaitu membagikan flyer ke semua anak yang datang. Habis itu kembali menjaga stand sampai sore.





Keadaan cuaca waktu itu seperti tak beraturan. Kadang panas, kadang adem, dan tiba-tiba aja hujan. Efek dari global warming itu sangat terasa sekali.

Senangnya, disana itu ada band yang menjadi bintang tamu, yaitu "Naff" dan yang dari dulu ingin gua lihat, yaitu "Ten2Five", yang memiliki sebuah lagu yang benar-benar indah sekali, apa lagi kalau bukan "I Will Fly". Lagu tersebut pun yang menjadi lagu terakhir sebelum gua dan yang lainnya pulang.

Oh ya, ternyata semua personil Ten2Five adalah alumnus dari sekolah Ora Et Labora. Setelah mengetahuinya, gua sih ya udah sekadar tau aja. Hehehe....

....

Pekerjaan kedua, gua bekerja di dalam kantor marketing ubm yang ada di lantai paling bawah. Gua diminta untuk follow up, yang berarti dan meliputi menelpon anak-anak SMA yang sudah lulus untuk memberitahukan dan mengajak mereka buat mengikuti USM (Ujian Saringan Masuk) di ubm yang kali ini berhadiah menarik sekali, yaitu mendapatkan handphone Sony Ericsson Xperia X8. 



Saat pertama kalinya merasakan hal tersebut, jujur gua sedikit gugup dan sering salah kata saat sedang berbicara dengan anak-anak SMA. Khususnya saat menyebut kata "UI", rasanya ada yang salah dengan tenggorokan gua. Sedikit agak susah mengeluarkan kedua kata tersebut. Ckckck....

Namun gua jadi bisa belajar berbicara seperti orang marketing di dalam telepon itu walau tak sehebat para senior gua. Yang penting sih, gua berusaha untuk berbicara sopan dan tak terpengaruh dengan kata-kata yang terdengar di kuping gua itu mungkin kasar, malas, dan bodo amat dari anak-anak tersebut.

....

Demikian lah kisah pertama dari dua pekerjaan yang gua dapatkan sewaktu masih menjadi CR ubm ini. Yang pasti, gua nikmati saja dan terus bersyukur untuk tiap kejadian yang bisa gua masukkan di blog gua.

Benar-benar pengalaman yang berguna untuk kehidupan gua mendatang.... ^^

Terima kasih....

Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath