"The Gravedancers": Film Horror Tahun 2006 Yang Masih Layak Ditonton!

Lagi-lagi hari ini gua habis menonton sebuah film yang sebenarnya sudah keluar di tahun-tahun sebelumnya di luar negeri. Dan kali ini, film yang telah gua tonton di Mall Pluit Village pada siang hari tadi, berjudul "The Gravedancers". Parahnya, film ini ternyata keluar perdana-nya itu pada tahun 2006. Berarti sudah lima tahun film ini baru diluncurin di Indonesia! Hebat!!

Sebelum gua mengomentari film ini lebih panjang, gua akan sedikit menceritakan kisahnya yang begitu menggetarkan ini....



"Menari di atas makam seseorang adalah sebuah penodaan terhadap mereka yang sudah ada di alam baka!", kata seorang paranormal, bernama Vincent Cochet yang sudah tua. Ia memberitahukan hal ini kepada tiga orang yang sedang mengalami gangguan aktifitas mistis di rumah mereka masing-masing. Yang sebenarnya terjadi karena ulah mereka sendiri pada suatu malam, di hari pemakaman sahabat karib mereka.

Masing-masing dari mereka pun akhirnya terus-terusan diganggu oleh roh-roh yang makin lama makin kuat untuk membunuh mereka dalam selang waktu 30 hari. Ada roh anak kecil yang suka bermain api, hingga pada suatu hari malah membuat rumah beserta keluarga dan dirinya sendiri menjadi ikut terbakar; Berikutnya, ada roh seorang pianis wanita yang di dalam kehidupannya telah membunuh suami dan selingkuhannya dengan menggunakan kapak dengan gilanya. Terakhir, yang paling mengerikan-roh seorang laki-laki penderita kelainan seks, yang secara sembunyi-sembunyi selalu menculik wanita-untuk diperkosanya secara sadis dengan menggunakan alat-alat keras untuk memuaskan dirinya. Parahnya, roh yang ketiga ini malah yang mengganggu wanita satu-satunya di antara mereka.

Beberapa hari sebelum akhirnya mencapai 30 hari, akhirnya mereka mendapatkan sebuah solusi untuk dapat mengakhiri kengerian yang mereka alami tersebut. Yaitu, mereka harus mengambil ketiga mayat yang sudah membusuk dari ketiga roh tersebut di kuburan mereka masing-masing, lalu kembali menguburkan mereka ke tanah kosong lainnya. Dengan syarat, mereka harus menguburkan semua jasadnya, tak boleh tertinggal apapun. 

Dikala sudah selesai, kesegaran pun mereka rasakan di rumah mereka masing-masing. Tapi sayangnya, harus cepat sekali menghilang, karena ternyata gangguan tersebut masih ada, dan tentunya makin kuat-sebab sudah di hari terakhir sebelum para roh tersebut mengambil nyawa mereka. 

Dengan penuh kekesalan, akhirnya mereka mendatangi rumah kedua paranormal tersebut. Yang malah membuat mereka semua menjadi terpenjara oleh jeruji besi ciptaan para roh tersebut, dan kembali merasakan kengerian-kengerian yang makin menjadi-jadi. Tapi, di dalam rumah itu, mereka pun menemukan banyak sekali rahasia-rahasia yang mulai terbuka satu persatu, yang dapat menjelaskan banyak hal, serta menjelaskan gangguan mistis yang tak masih mereka rasakan.

***

Untuk isi filmnya sih, gua acungin jempol. Soalnya mengesankan sekali. Diganggu oleh tiga roh berbeda, dan sama-sama mengerikan. Tapi untuk alurnya, gua rasa agak sedikit membosankan. Karena lebih banyak adanya adegan-adegan "ngobrol" ketimbang yang membuat "bulu kuduk berdiri."

Sedangkan untuk sound, wow! mantap dah! Gua sampai kaget berkali-kali. Bahkan ada satu kejadian yang menurut gua sangat pas untuk diberikan sound seperti suara "teriakan banyak orang". Yaitu, pada waktu istrinya Harris Mckay, Allison Mitchell hampir saja ditangkap oleh hantu pianis pembunuh tersebut di kamarnya. Padahal sebenarnya, wujud dari hantunya itu terlihat sekali seperti orang yang hanya menggunakan kostum layaknya "kuntilanak"-berjubah putih. Tapi untungnya, sound-nya lah yang membuat kejadian ini menjadi menegangkan sekali. Good Job deh....

Terakhir, karena film ini memang dibuat pada tahun 2006, ya mungkin, kita semua yang menontonnya sekarang-bisa sedikit kecewa dengan efek animasinya. Soalnya masih kelihatan "tak real" sekali! Seperti pada waktu ada adegan munculnya sebuah kepala yang besar dari dalam tanah, yang ingin mengejar mobil yang sedang kabur. Sangat kelihatan sekali "komputer"-nya.... 

Namun tak apa lah.... Horrornya tetap dapat kok.... ^^



....Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath