Kisah Jalan-Jalan Yang Menarik Dan Berhubungan (Bagian 2)

Baiklah, kalau kemarin itu gua sudah memberikan sebuah cerita tentang dua kejadian yang berisi pengalaman gua waktu bersama Ricko dan Leo. Sedangkan untuk kesempatan kali ini, gua akan memperlihatkan pada kalian semua kalau kedua kejadian tersebut sangatlah berhubungan. Dan ini adalah kejadian yang ada pada hari Kamis kemarin. Sedihnya, baru kali ini gua bisa menulisnya.... :( Tapi sudah ada alasannya ya. ^^

Sepulangnya gua dari kampus pada pukul lima sore waktu itu, tiba-tiba Leo bilang ke gua kalau si Ricko habis kirim BM (Broadcast Messenger) ke BB (Black Berry)nya. Kata Leo, si Ricko mengajak kami pergi ke Kota Tua. Dan karena si Leo mau, gua pun akhirnya juga ikut-ikutan mau, sebab kan gua lagi pengen nebeng dia pulangnya. Hehehe....

Nah, sewaktu kami bertiga sudah sampai di Kota Tua, ini lah sebabnya gua memberikan judul "Kisah Jalan Jalan Yang Menarik Dan Berhubungan". Menurut kalian nyambung gak sih?? Kalau gua sih nyambung banget. Soalnya gak disangka gitu loh, tiba-tiba aja kami bertiga jadi sama-sama pergi, padahal sebelumnya kan gua sudah pergi sama mereka satu-persatu. Hahahaha.... Nikmati saja ya readers....

Oke deh... gua lanjutin ya.... Sesampainya kami di Kota Tua, tak gua sangka, kalau ternyata di hari biasa pun masih tetap ramai disana. Walau sebenarnya tak serame waktu di hari Sabtu dan Minggu sih. Pokoknya mah, waktu itu tempatnya masih terisi banyak sekali anak-anak muda yang kayaknya lagi nongkrong bareng, dan para pedagang, seperti pedagang kalung, cincin, tattoo, ramalan, makan, minum, dan lain-lain. Kami bertiga pun terasa enjoy di tengah-tengah kerumunan banyak orang tersebut. 

Dan kegiatan kami disana adalah:

1. Foto-foto (udah pastilah!)
2. Ricko dan Leo beli jam kotak kecil yang bisa mengeluarkan cahaya dengan harga Rp 25.000,-
3. Gua membeli jasa pembuatan Tattoo yang tak permanen dengan harga Rp 15.000,-. Gua memutuskan untuk dibuatkan Tattoo berwarna hitam yang letaknya di antara urat nadi pergelangan tangan kiri.
4. Keliling-keliling dan berhenti di beberapa pedagang, seperti pedagang gelang dan air untuk mendapatkan jodoh (yang pastinya gak bakal pernah gua percaya-in). Dan
4. Terakhir, gua dan Leo makan malam dengan lauknya adalah sate padang disana.

Setelah kami sudah puas, kami pun pulang pada pukul tujuh sore. Dan akhirnya gua memutuskan untuk gak jadi nebeng si Leo, karena dia kan akan turunin gua hanya sampai di Pintu Air, sedangkan Ricko, dia bisa anterin gua sampai di Perapatan Tegal Alur, dimana lebih dekat untuk sampai ke rumah gua. Tapi yang gua katakan ini bukan berarti gua memanfaatkan mereka ya!! Kami sama-sama saling membantu kok.... ^^

Waktu gua pulang sama si Ricko, tiba-tiba saja ada kejadian yang menurut gua sangat menarik. Yaitu dengan sangat kaget, ternyata kami harus meratap ketika kena tilang polantas (lagi!) karena katanya kami salah ambil jalan. Tapi anehnya, si Leo bisa lewat waktu itu loh! Ckckck.... Dan karena sudah gak mau lagi capek-capek ambil SIM di pengadilan pusat (dulu itu pernah sekali), akhirnya terjadilah tindakan "yang kalian tahu apa itu". Lalu ternyata berhasil! 

Dengan lega, gua dan Ricko pun jadi malah menyanyi di sepanjang perjalanan sewaktu insiden tersebut berakhir. Hal ini bisa terjadi gara-gara sebelumnya gua yang mulai menyanyi duluan, karena saat itu gua sedang mendengarkan musik lewat headset di kedua kuping ini. Jadinya, peduli suara gua kayak apa bakal kedengarannya, yang penting mah gua bisa bernyanyi gila-gilaan dah waktu itu. 

Sungguh hari yang menyenangkan bisa pergi bersama mereka berdua....

Thanks Leo and Ricko
Thanks Readers....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath