Kisah Jalan-Jalan Yang Menarik Dan Berhubungan (Bagian 1)

Hari ini sebenarnya gua ingin sekali langsung tidur saja sehabis nonton Televisi, karena rasa capai yang gua rasakan dari kemarin-marin itu sudah membuat tubuh ini akhirnya kembali sakit. Dan kemarin malam gua sudah terkena pilek dan batuk-batuk gatal yang tak enak sekali rasanya (pasti lah!). Tapi untungnya, gua sudah minum obat batuk dan pilek, jadinya terasa mendingan sekarang. Juga membuat hati ini menjadi timbul keinginan besar untuk menulis lagi. 

Padahal seharusnya dari hari minggu kemarin itu gua wajib sekali menulis. Soalnya ada tiga kejadian yang berhubungan erat, yang pantas untuk ditulis secara berurut. Tapi sayangnya, karena gua sudah kalah dengan rasa capai dan malas, ya sudah deh, sekarang gua akan menyatukan ketiga kejadian tersebut menjadi sebuah cerita yang gua harap kalian akan suka. Hehehe....

***

Dimulai dari hari minggu siang. Gua pergi dengan Ricko (hanya berdua) ke Pluit Junction untuk menonton film "The Fighter". Padahal sebenarnya itu ia sedang ingin sekali pergi ke Kota Tua untuk membeli sesuatu. Tapi karena tiba-tiba saja pada waktu di jalan malah turun hujan besar, ya sudah deh, kami berdua akhirnya memutuskan untuk pergi menonton saja. Hanya saja dengan satu syarat, yaitu gua harus bantu menambahkan uang sebesar Rp 10.000,-. Namun tak apa deh keluar ceban, namanya juga gua yang memaksa dia untuk pergi menonton film yang gua inginkan (sudah dua kali loh gua tonton nih film). ^^

Setelah menonton, dia minta gua menemani dia untuk meminjam buku ke rumah temannya yang ada di Perumahan Citra. Saat itu kami gila-gilaan mencari jalan karena si Ricko ini ternyata belum pernah ke rumahnya dan tak tahu jelas daerah perumahan tersebut. Namun akhirnya kami pun berhasil menemukannya. Tapi, Hhh... hanya demi meminjam buku Matematika, dia sudah membuat bokong gua menjadi hampir nempel di jok motor.

Dan terakhir, kami pergi ke tempat makan yang bernama "Bakmi F4" untuk berbincang-bincang dan makan. Dimana gua selalu memesan Mie Ayam Rica-Rica BBQ dengan minumannya adalah Soda Gembira. Penjualnya malah bisa dibilang sudah mengenal gua karena kebiasaan jenis pesanan gua tersebut. Yang penting sih, akhirnya gua bisa makan lagi disana setelah berbulan-bulan lamanya vakum.... 

Pada waktu pergi bersama dia, seperti biasa, gua harus merasakan kekesalan karena perbedaan kami berdua yang benar-benar beda! Dia suka ini, tapi gua gak suka; Gua suka itu, tapi dia malah tak suka. Kan gedek! Namun, karena perbedaan itu lah, kami masih bisa tetap bertahan sampai sekarang untuk sama-sama menjadi seorang sahabat. Kan seru! Walau menyebalkan....

***

Keesokan harinya, gua pergi sama Leo ke Pluit Village sepulang dari Kampus pada pukul tiga menjelang sore hari. Disana gua minta ditemani dia untuk membeli jaket dan celana jeans baru. Tapi ternyata pada waktu sampai, bukan hanya itu saja yang kami lakukan, kami pun menyempatkan diri untuk menonton. Oh senangnya....

Pertama-tama, Leo membawa gua ke toko bernama "Celcius" yang letaknya ada di lantai 1 bersebelahan dengan toko "Missisippi" (tempat gua membeli syal loh!). Di tempat tersebut memang banyak sekali celana jeans yang keren-keren, dengan harga yang bisa dibilang cukup murah juga. Oleh karena itu, si Leo bisa jadi langganan disana. Dan mungkin gua juga bisa menjadi seperti Leo, karena akhirnya gua mendapatkan satu celana berukuran 28 yang benar-benar "Oke" dan membuat gua "srek". 

Warna celana tersebut biru nan halus dan memiliki lipatan-lipatan keputihan di bagian depan atas paha, dan di bagian belakang betis. Setelah gua mencobanya, gua pun membelinya dengan mengeluarkan harga kurang lebih sebesar Rp 220.000,-.

Setelah membeli celana jeans yang cukup membuat gua bahagia, kami pun memutuskan untuk menonton film "Fair Game" di XXI-nya. Film ini berdasarkan atas kisah nyata dari kehidupan seorang agen CIA bernama Valerie Plame (Naomi Watts). Ia bersama suaminya, Joe Wilson, sama-sama terkena serangan politik dari organisasi Pemerintahan Amerika yang pada waktu itu masih dipimpin oleh George Walter Bush. Setelah menonton film yang banyak sekali teksnya ini (tentu saja, karena tentang Politik sih), semangat Patriotisme gua tiba-tiba serasa meledak-ledak dari dalam diri ini. Hapus KORUPTOR-KORUPTOR di Indonesia!!

Dan akhirnya, kami sampai pada hal terakhir yang harus segera dilakukan sebelum pulang, yaitu: membeli jaket. Setelah berputar-putar kesana-kemari, ke toko-toko seperti Matahari, Samuel Kevin, Giordano, dll, untuk mencari jaket yang sesuai dan membuat gua "srek" banget, akhirnya toko "IP Zone" lah yang berhasil membuat gua menjadi harus mengeluarkan uang kurang lebih sebesar Rp 360.000,-. 

Inilah deskripsi dari jaket tersebut: Luarnya berwarna "Cadet Blue" atau "Biru Kadet" polos, dan dalamnya berwarna kuning yang polos juga. Jenis warnanya sudah membuat gua terpesona, tapi ada satu lagi keunggulan dari jaket ini. Yaitu memiliki sebuah tambahan, yaitu sejenis penutup di bagian lehernya. Jadi kalau penutupnya tersebut dibuka, bahu gua seperti terlihat cukup lebar dan kurusnya menjadi kurang kelihatan. Keren kan??

Sedangkan Leo, dia pun jadi tergiur juga untuk membeli baju yang modelnya seperti jenis-jenis pakaian di Korea. Yang ada bahan tambahan di bagian lehernya. Walau menurut gua kurang kelihatan Korea-koreanya, tapi ya sudah, terserah dia saja deh. Yang penting mah kalau sudah "srek", ya mau diapain lagi?? Hahaha....

Akhirnya kami pun pulang dengan cukup puas.... ^^

***

Untuk di kejadian yang ke tiga, akan gua tulis besok saja ya. Karena rasanya post ini sudah kepanjangan, dan lagian gua juga sudah terasa lelah sekali.

Thanks untuk Ricko dan Leo yang sudah memberikan gua suatu pengalaman dengan cara menemani gua.
So thanks to readers....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath