Sedikit Perasaan Dari Seorang Laki-Laki Tertutup

Gua gak tahu harus ngomong apa.... Gua gak mau blog gua jadi mati. Tapi gua juga gak mau isi hati ini menjadi ketahuan.... Karena sekarang ini gua sedang merasakan sesuatu yang pernah gua rasakan di kehidupan gua beberapa tahun yang lalu. Intinya adalah gua sedang merasakan sesuatu yang seharusnya membuat gua menjadi tiduran saja dan mendengarkan lagu melow sampai gua benar-benar tak sadarkan diri lagi.

Curhat di blog adalah hal yang sebenarnya sah-sah saja, tapi sulit juga untuk orang yang sangat tertutup seperti gua di dunia nyata. Rasanya khawatir sekali jika akhirnya mereka semua melihat siapa diri gua yang sebenarnya lewat curhatan-curhatan gua. Bukannya berarti gua mikirnya tuh kalau mereka tak akan mengerti gua, tapi memang sudah terbiasa menjadi orang yang "tak mau ketahuan".

Biasanya gua itu lebih suka terbuka pada beberapa orang yang sudah gua percayai. Pada mereka yang untuk saat ini hanya ada tiga orang saja. Dan sepertinya kebanyakan laki-laki memang seperti itu ya? Kami semua memang sudah terbiasa untuk menjadi kuat dengan cara tak menunjukkan perasaan kami dengan mudah. Oleh karena itu, bisa gua simpulkan kalau ini lah alasannya kenapa banyak laki-laki yang rasional sekali sifatnya. Beda dengan perempuan yang sangat irasional karena sudah terlalu sering dan mudah untuk curhat, sehingga perasaannya menjadi lebih peka ketimbang laki-laki.

Namun gua termasuk laki-laki yang kurang irasional pada kenyataannya. Gua adalah laki-laki yang terlalu banyak memakai perasaan karena seringnya merasakan galau dan labil tiap hari. Dan selalu gua tunjukkan dengan bebasnya di kala sedang sendirian, jarang sekali waktu lagi sama teman-teman, keluarga dan saudara. Mungkin untuk para laki-laki lonely di seluruh dunia juga merasakan hal yang sama seperti gua. 

Contohnya adalah seperti pada film yang berjudul "Life As We Know It". Dimana gua sangat fokus dengan salah satu tokoh yang bernama Eric Messer dan diperani oleh Josh Duhamel. Bukan fokus sama fisiknya ya! Tapi fokus dengan sebuah adegan yang menyentuh sekali buat gua. Adegan itu adalah pada waktu Eric yang adalah seorang laki-laki yang selalu terlihat baik-baik saja, tiba-tiba menjadi emosional yang dimana selalu keluar disaat ia sedang sendirian di suatu tempat yang sepi. 

Waktu itu malam hari, dan ia sedang berada di atas jembatan yang sudah tak dilalui kendaraan lagi. Saking banyaknya pikiran dan suatu hal yang telah menyentak hatinya, ia pun akhirnya mau melepaskan juga semua rasa sakitnya dengan mengeluarkan air mata yang sedikit melegakan. Air mata yang mewakili seluruh simpanan hatinya hingga penuh selama ini....

Gua sungguh merasakan kesedihan yang sedang Eric rasakan. Josh Duhamel memang hebat!

Tak disangka gua malah sudah menulis sampai sebanyak ini. Kalau begitu bagus lah. Jadinya gua gak harus curhat, karena sekarang sudah jam 12.21 pagi. Gua harus bangun jam 6 pagi nanti, karena akan pergi ke kampus. 

Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath