Pengalih Perhatian

Lagi-lagi gua gak bisa nulis di hari-hari sebelumnya karena sesuatu telah mengalihkan perhatian gua dan menyebabkan gua menjadi malas sekali untuk menyalurkan isi kepala ini ke dalam situs jejaring sosial kebanggaan gua. Dan untunglah, seseorang yang telah mengalihkan perhatian gua tersebut bisa dapat gua atasi secepatnya pada hari ini. Jadinya gua akan menulis lagi dengan isi yang membahas tentang betapa hebatnya sang 'pengalih perhatian" dan dampaknya untuk yang menjadi "korban".

Pernah gak sih, saat kalian sedang berjalan, tiba-tiba saja ada seseorang yang kalian kenal sedang lewat lalu menyapa dibarengi dengan bertanya, "mau kemana?"? Dan kalau bisa, pernah gak sih, saat kalian sedang membalas sapaannya, diikuti dengan memberikan jawaban dari pertanyaannya tersebut sambil berhenti berjalan, eh tiba-tiba saja secara tak sadar, ada seseorang yang sedang mengendarai motor malah nge-rem mendadak di dekat kalian lalu marah-marah? Setelah itu kalian cepat-cepat pergi dengan merasakan malu dan diikuti permintaan maaf kepada sang pengendara.

Benar-benar sebuah pengalih perhatian yang berhasil ya. Gara-gara teman kalian itu, kalian menjadi lupa dengan tujuan yang sebenarnya, yaitu jalan pulang. Dan gara-gara teman kalian yang sembarangan nanya di tengah-tengah keramaian kendaraan di jalanan itu, kalian menjadi kena sasaran amarah seseorang yang belum kalian kenal. Untuk gua yang sebenarnya sedang memberikan contoh berdasarkan dari pengalaman diri gua sendiri yang belum lama ini terjadi, pastinya akan selalu mengingatnya dengan rasa malu abis! Hahaha....

Tadi itu hanyalah ilustrasi dari yang namanya "pengalih perhatian". Gua sih yakin banget, kalau kalian itu sudah sangat pintar dan mengetahui lebih dalam tentang hal tersebut. Oleh karena itu, gua tak usah menjelaskannya dengan terlalu banyak dan ribet ya. Nanti bisa-bisa gua malah buat cerpen seperti yang sudah gua pernah gua buat sebelumnya.

Malam ini gua ingin sekali menceritakan tentang seseorang yang telah mengalihkan perhatian gua sampai rasa malas menulis menjadi kumat kembali. Orang ini tak bisa gua kasih tahu namanya, tapi mungkin hanya "deskripsi"nya saja ya yang akan kalian lihat dan bayangkan. Jangan sampai ada yang kepoh atau sotoy ya untuk menebak-tebak sembarangan siapa orangnya. Hehehe....

Dia adalah orang yang sangat berarti di dalam hidup gua. Disetiap gua sedang ada masalah dengannya, pasti gua tak ingin berlama-lama untuk terus melewati hari-hari dengan membiarkan masalah tersebut malah merusak hubungan kami berdua. Karena gua akan merasa tak tenang. Benar-benar tak tenang disetiap detiknya! Sampai-sampai otak gua menjadi terus bekerja lebih maksimal untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Saking begitu pentingnya dia untuk tiap hari-hari gua, gua malah bisa rela untuk merendahkan diri di hadapannya agar hubungan kami bisa kembali menjadi normal.

Yup, hari ini gua kembali merendahkan diri gua untuk dapat melewati hari-hari ini dengan normal kembali. Jadinya tak ada lagi yang namanya malas-malasan, sehingga gua bisa lebih maksimal menghadapi segala jenis ujian kehidupan yang lainnya.

Semua itu karena dia adalah sahabat gua. Dan dia sudah menjadi "pengalih perhatian" terbesar di dalam hidup gua sekarang. Gua benar-benar lemah untuk hidup jika sedang memiliki masalah dengan seseorang yang sudah membuat gua terbuka sangat banyak, dan begitu juga dia yang kini sudah gua kenal lebih dalam.

Huaaaa....!!!! 

Terima kasih....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath