Topeng Dan Kebebasan

Gua menulis ini disaat gua sedang berada di dalam kamar. Ditemani dengan minuman Fresfea rasa apel, yang akan gua minum jikalau lagi haus. Lalu sambil memberikan kepala gua dengan sebuah kain pendek yang seharusnya digunakan untuk menutupi bantal kepala, dan juga selimut tebal berwarna-warni yang sudah terbungkus di badan, karena angin AC seperti terus menyerbu dan bisa membuat sakit, pastinya. Gua pun juga sedang mendownload sebuah film bernama "Tangled" dari Thehack3r.com, agar gua bisa menontonnya tiap hari di Netbook tercinta ini.

Untuk sekarang ini, gua ingin sekali membahas tentang mengapa sebuah topeng bisa memberikan kebebasan untuk beberapa orang. Tapi, kebebasan apakah yang dimaksudkan tersebut? Karena menurut gua, ada dua kebebasan. Pertama, kebebasan tanpa syarat, yaitu kebebasan yang benar-benar mematahkan segala peraturan yang ada. Jadi, hidupnya bisa menjadi apa saja yang ia mau, bahkan seorang kriminal sekalipun. Dan kebebasannya tersebut, biasanya hanya digunakan untuk mengisi kekosongannya. Sedangkan yang kedua, adalah kebebasan bersyarat. Yang berarti masih memiliki banyak peraturan yang harus dijadikan dasar kehidupan. Dan disini, kebebasan yang dimaksud itu seperti sebuah ucapan syukur atau bisa menikmati segala yang ada. Karena intinya adalah tak ada lagi hal-hal negatif yang bisa mengintimidasi dia dan juga masih terasa melekat di dalam dirinya. Hal-hal negatif tersebut bisa dikaitkan dengan yang namanya "sin" atau "dosa".



Bermula dari sebuah film yang tadi malam gua tonton di Indosiar, yaitu Batman Returns. Yang memiliki seorang pemeran yang sangat mendalami karakternya, sehingga bisa memberikan gua sebuah inspirasi untuk menulis. Dan karakter tersebut ada pada di tokoh "Catwoman". Aktris cantik, Michelle Pfeiffer sudah sepatutnya diacungkan kedua jempol kita, karena usaha luar biasanya tersebut telah berhasil mendukung kesuksesan film fantasy garapan Tim Burton ini.

Ceritanya adalah, setelah ia dibangkitkan oleh kucing dari kematiannya, seakan sebuah kupu-kupu sedang berusaha lepas dari kepompongnya. Tiba-tiba ia menjadi sangat berontak atas semua yang terjadi di dalam hidupnya. Lalu ia pun segera menyiapkan sebuah kostum dan topeng untuk menunjukkan "gua mau jadi seperti ini! Gua mau ganas dan bebas!". Yang sebelumnya adalah seorang perempuan pengecut, depresian, dan terlalu pasrah akan hidupnya, kini ia sudah berubah menjadi seperti seekor kucing liar. Yang bisa melakukan apapun yang ia suka, mampu menyelamatkan dirinya sendiri, tanpa campur tangan atau jeruji besi dari orang lain lagi.

Waw! Karakter yang sangat menarik dan gua menyukainya sekali. Kadang gua juga ingin menjadi seperti itu. Yaitu ingin kabur dari rumah, atau mungkin merantau ke luar negeri. Menghilang dari bantuan keluarga, dan peraturan-peraturan yang mereka berikan. Yang penting bisa bebas dan dapat memulai kehidupan yang gua inginkan sejak dulu. Bayangkan saja, sampai sekarang aja, gua masih belum bisa naik sepeda motor, dan tak punya penghasilan sendiri. Semua karena gua harus terus mengikuti keinginan nyokap gua. Tapi untuk yang satu ini, untungnya gua masih sadar dan ingin terus memegang kebebasan bersyarat. Karena walau bagaimanapun juga, nyokap gua sungguh baik sama gua, dengan selalu mencukupi kebutuhan gua yang lain-lain.

Memang sebuah topeng itu bisa menjadi penyelamat untuk kita. Seorang pencuri yang memiliki nama baik di kehidupannya yang lain, pasti akan memakai topeng jika sedang merampok, karena akan takut bisa merusak reputasinya. Apalagi semenjak ada situs-situs jejaring sosial seperti "Facebook" dan "Twitter". Banyak orang yang membuat akun palsu untuk melakukan apa yang ingin sekali ia lakukan. Seperti mencemooh orang lain dengan menggunakan bahasa SARA, menunjukkan gender yang sudah melekat di dalam dirinya sejak dahulu, yaitu cewek menjadi cowok, atau cowok menjadi cewek, menunjukkan kalau "gue adalah lesbi atau gay atau germo", dan yang lain-lain. Gua pun mengakui kalau gua pernah membuat akun palsu untuk berkata-kata SARA di Facebook,  karena terlihat sangat seru dan mampu menyenangkan diri gua dari kebosanan dan kesendirian.

"Apa susahnya sih untuk jujur??" Ini adalah pertanyaan yang bervariasi sekali jawabannya. Seperti kasus si Ariel-Luna, mafia pajak, Gayus Tambunan, dan para koruptor yang banyak ada di dalam Pemerintahan Indonesia. Padahal sudah ketahuan, tapi masih saja memperpanjang waktu dengan tak jujur. Memang cukup sulit sih kalau sudah menjadi orang besar di mata masyarakat, dan tiba-tiba malah terbukti melakukan hal-hal yang negatif. Tapi kalau memang sudah merugikan banyak orang, mengapa tak langsung mengakuinya saja? Khususnya yang masih memakai topeng. Kejahatan atau berbuat dosa itu memang sungguh mengasyikkan (I regret it!), tapi kita seharusnya bisa menjadi manusia yang memiliki simpati dan empati untuk semua orang. Karena kita adalah satu! Dan harus mengalahkan tipu muslihat si iblis!

Gua bukan orang suci. Tapi gua ingin sekali bergandengan tangan dengan semua orang untuk tak melakukan dosa lagi. Karena jujur, kalau sendiri itu memang memiliki kesulitan yang hebat. (Sory sedikit melenceng ^^)

Jadi kesimpulannya adalah: sebuah topeng dapat terpakai itu tak bisa dibilang karena seseorang hanya sedang ingin melakukan tindakan negatif untuk kebebasannya semata. Tapi bisa juga dalam hal-hal yang positif. Di dalam film "Batman Returns", tentunya masih ada tokoh utama yang selalu memakai topeng dalam memberantas kejahatan, yaitu si Batman. Mungkin saja ia pakai topeng karena ia tak ingin menjadi orang tenar. Atau mungkin juga takut dapat membahayakan sanak saudara dan semua orang yang dikenalnya. Menjadi orang baik itu juga memiliki resiko yang tinggi, betul bukan? Oleh karena itu, memang lebih indahnya jika kita dapat melakukan kebaikan tanpa mendapatkan pujian, atau melakukannya tanpa sepengetahuan orang tersebut. Ketulusan hati kita akan menjadi salah satu harta yang tak ternilai nantinya.

Semuanya kembali lagi ke kita yang ingin menjadi seperti apa....

Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada salah kata.
Terima kasih.... ^^
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath