Film Nothing But The Truth dan Tentang Seorang Jurnalis


Nothing But The Truth adalah sebuah film yang menceritakan seorang jurnalis muda yang berjuang mempertahankan prinsipnya, tapi tak melupakan juga tentang kehidupan pribadinya. Namanya adalah Rachel Armstrong (diperani oleh Kate Beckinsale). Dan ia harus menerima sebuah kenyataan kalau penjara akan menjadi rumahnya untuk beberapa tahun. Semua ini terjadi karena ia tak mau membuka mulut, dengan mengatakan siapa sumber dari berita yang telah dimuatnya, yang berisi tentang pengungkapan agen rahasia CIA Van Doren (diperani oleh Vera Farmiga) dan juga hubungannya dengan pembunuhan salah satu Presiden AS. Tapi sayangnya, Pemerintah menyatakan kalau sang sumber telah melakukan pengkhianatan dan juga dianggap sebagai musuh. Sehingga Rachel menjadi kena sasaran mereka dengan terus diberikan hal-hal yang tidak enak. Padahal yang dilakukan oleh Rachel dengan tetap merahasiakan sang sumber adalah benar. Seorang jurnalis itu memang harus bisa dipercaya walau dalam keadaan apapun juga. Karena sebuah berita tak akan terbentuk jika sang jurnalis adalah seorang yang suka bermulut ember, gayung, gelas, dan sebagainya.

Gua sangat puas sehabis menonton film ini. Walaupun film ini sepertinya dikhususkan untuk orang-orang yang suka sekali menelan banyak dialog seperti meminum segelas air. Tapi tetaplah membuat gua menjadi tambah berpengharapan. Rasanya seperti melihat masa depan gua sehabis lulus kuliah nanti. Apakah gua akan menjadi seorang jurnalis yang dapat dipercaya? Ataukah tidak? Pertanyaan ini sangatlah penting untuk gua sekarang. Karena gua masih kebayang akan kehidupan masa lalu, yang dimana gua pernah menjadi cowok yang ember. Sehingga sekarang saja masih ada teman-teman gua yang masih belum mempercayai gua. Tapi biarlah... gua sudah bisa jaga rahasia sekarang. Proses kehidupan gua untuk mendapatkan nilai "bisa dipercaya" sudah gua lewati. Gua tidak mau lagi terintimidasi oleh mereka. Gua akan menjadi seorang jurnalis muda yang berprinsip seperti Rachel Armstrong nantinya!! Hahai....

Sebenarnya hari ini pas sekali. Dari pagi sampai sore, gua selalu bertemu dengan kata "jurnalis". Di kampus saja tadi lagi Ujian Akhir Semester "Pengantar Jurnalistik". Yang ribetnya bukan main. Walaupun open book, tapi untuk menganalisis suatu berita, memang harus dipelajari dahulu dengan lebih mantap dari jauh-jauh hari. Harus dipraktekan dulu dengan membeli koran, dan bereksperimen lewat artikel-artikelnya mengacu pada semua konsep yang ada dari semua yang pernah diajarkan oleh Dosen Pengantar Jurnalistik gua.

Wuihh... malam ini pun gua berhasil melaksanakan satu hal yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis. Yaitu mengikuti sebuah argumen dari dosen gua ini.   penulis harus lebih banyak membaca dibanding orang lain (untuk menambah bobot tulisan) dan lebih sedikit tidur dibanding orang lain (demi meluangkan waktu lebih untuk menulis dan menulis)” Rasanya udah ngantuk banget cuy!!

Thanks my Lecture, "Siti Meisyaroh"
Thanks all....
Good Night....
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath