Nilai Kuliah yang Kurang Memuaskan

Kelelahan, itu yang ingin kukatakan di bulan Desember ini. Banyak sekali yang harus kukerjakan dan kuperbaiki di bulan ini. Seperti contohnya adalah untuk tugas-tugas kuliah. Karena selain bulan ini adalah bulan terakhir di setiap tahun, bulan ini juga adalah bulan terakhir untuk menghabisi semua mata kuliahku di semester satu ini. Jadinya, tugas-tugas makin banyak, dan bisa dibilang makin sulit juga. Mau tak mau, aku harus mengerjakannya, seperti mengerjakan tugas jurnalistik barusan. Aku harus membuat transkrip hasil wawancaraku dengan cara menulis semua jawaban dari narasumberku, Ibu Margareth(my dosen HCB), beserta kekurangan, kelebihan, dan kesimpulan. Masalahnya adalah, jawaban dari dosenku ini panjang-panjang sekali!! Mantap banget dah pembicaraan selama sembilan menit dua puluh tujuh detik kami waktu sedang proses wawancara.

Selain itu, aku juga harus memperbaiki nilai-nilaiku yang anjlok, menyebalkan, dan sama sekali tak memuaskan. Nilai UTSku saja ada yang dapat nilai nol. Gila kan?! Untungnya sih cuman satu. Itu pun dari pelajaran yang mudah. Pastinya aku akan terbantu sama dosennya nanti. Aku dapat nilai segitu juga karena bukan kesalahanku. Tapi oleh karena kesalahan pengawas yang masih baru. Yang telah menyatakan kalau aku telat dan tak boleh masuk. Padahal aku tak telat. Aku saja waktu itu perginya bareng temanku, Leonardy. Ia saja boleh masuk di ruangannya yang lain, sedangkan aku tidak. Seandainya aku tahu kalau menit keterlambatan waktu UTS adalah 30 menit, huh, aku pasti akan langsung memarahi itu pengawas! Tak ada pemberitahuan apa-apa sih sebelumnya. Ckckck....

Untungnya juga sih, nilai-nilaiku yang lain, paling kecil juga dapat enam. Tapi tetap saja jelek sih menurutku. Ckckckck....

Biarlah. Biarkan segalanya berjalan sesuai apa yang God kehendaki. Karena aku juga, jujur, masih belum terlalu mengerti tentang perkuliahan sebelumnya. Tapi sekarang sih sudah. Dan aku siap untuk mengubah nilai-nilaiku yang tak menyenangkan tersebut. Apalagi semenjak aku mulai mengenal beberapa teman kelasku. Aku menjadi termotivasi sekali untuk berjuang. Contohnya adalah seperti seorang anak bernama Glenys. Ia memiliki target-target sebelum ia kuliah. Target-targetnya itu seperti dalam mendapatkan perolehan nilai di semester satu. Dan target-targetnya itu pun berhasil kurang lebih. Terlihat dari nilai-nilainya yang bagus-bagus. Banyak sekali huruf A untuknya.

Sekarang aku harus semangat, semangat, semangat!!! Dan harus tidur dulu sekarang, karena sudah jam setengah dua pagi. Wew!!

Terima kasih....
Gbu
N.B : Oh my Blog... aku sangat kangen kepadamu. Aku ingin terus menulis seperti ini....

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath