Cerpen Baru: Apel dan Cacing



Membuat sebuah karya tulis telah membangkitkan keinginanku kembali untuk menulis blog tercintaku pada pagi hari ini. Untunglah keputusanku kemarin pagi, yaitu membuat sebuah cerpen, dapat menjadikan diriku tak fokus lagi pada perasaanku, yang telah membuat aku menjadi malas melakukan banyak hal. Tentunya kalian pernah merasakan hal ini ketika ada perasaan sedang menyukai seseorang dengan gilanya. Namun kenyataannya adalah rasa suka tersebut hanya bertepuk sebelah tangan saja.

Bukan karena film kali ini aku ingin menulis. Tapi karena aku sangat suka menulis. Dan aku ingin mengubah hidupku karena kesukaanku ini. Ya, mengubah hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya, agar masa depanku dapat terlihat sangat cemerlang. Karena aku sudah mampu menjadi seorang penulis yang handal. Yang memungkinkan aku untuk menjadi seorang jurnalis, novelis, cerpenis, dan is is yang lainnya.

Selesai membuat sebuah cerpen yang berjudul "Apel dan Cacing", telah menyadarkanku, kalau aku masih memiliki kemampuan menulis lebih dari dua ribu kata. Dan telah menyadarkanku juga, kalau aku harus banyak menghafal kosakata lagi, untuk memperindah tulisanku. Serta tentunya telah menyadarkanku, kalau aku harus menyelesaikan membaca dua novel yang sudah kubeli di Gramedia dengan harga yang lumayan terjangkau untuk yang suka menabung dan suka minta uang orang tua. Bayangkan saja, aku belum selesai membaca novel "Left To Die", yang sudah kubeli dengan uang mamaku enam bulan lalu.

Sungguh, banyak sekali kejadian-kejadian menarik yang ingin aku sejarahkan dan awetkan di blogku ini. Ada cerita tentang jalan-jalan, cerita tentang penampilan baruku, cerita tentang natalan, cerita tentang susahnya memiliki sahabat versi Anton Suryadi(gue), dan cerita-cerita lainnya yang sebenarnya ingin kuceritakan satu hari satu cerita. Benar-benar anak yang nakal gua ini. Selalu saja terlambat untuk mengerjakan sesuatu! (Loh kok jadi malah menghakimi diri sendiri ya?? Ckckck Gak boleh ya kawan.... This is just curhatan ajah. ^^)

Oke, untuk sekarang, gua hanya ingin mempublikasikan cerpen yang baru saja selesai kubuat ini. Cerpenku ini menceritakan tentang dua orang laki-laki yang bernama Ray dan Trane. Mereka sudah bersahabat sejak SMA, dan sedang memiliki ambisi di masa mudanya. Disaat mereka sedang mengejar kesenangan dan cita-cita, telah membuat hubungan mereka menjadi harus dikonstruksi ulang.

Kisah yang gua tampilkan ini tak biasa dan murni dari cara penulisan gua sendiri. Dengan harapan agar orang yang membacanya tak bosan dan tetap bisa menangkap isi dan amanat yang sudah tertera dari cerpennya.

Penasaran?? Buka aja webnya di: http://kemudian.com/node/251080

Terima kasih
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath