Cukup Bodoh dan Cukup-Cukup yang Lainnya untuk Hari Ini

Seharusnya sekarang itu gua ingin sekali menceritakan suatu kisah sedih yang pada sore hari tadi hampir membuat air mata gua keluar. Tapi hari ini terasa seperti ribuan warna yang telah bersatu menyerbu gua habis-habisan! Jadinya gua merasa stabil-stabil aja deh. Ya stabilnya tuh dalam arti cukup marah, cukup sedih, cukup bodoh, cukup penakut, cukup pelupa, dan cukup-cukup yang lainnya. Semuanya stabil dehh. (Bener gak?^^)

Kita mulai dari cukup bodohnya dulu deh. Ya... cuman bodoh karena gampang banget tergiur sama aksesoris-aksesoris seperti kacamata dan gelang yang terpajang telanjang dan mengkilat di beberapa jalan yang gua lewati hari ini sih. Contohnya adalah di belakang Stasiun Kota tadi. Kan ada jalanan kecil yang menuju ke ruangan bawah tanah gitu. Dan sudah pastilah seperti biasa kalau akan banyak yang jualan di jalanan kecil tersebut, baik itu makanan, mainan, ataupun pernak-pernik lainnya. Dan MATA gua langsung tertuju pada pajangan-pajangan telanjang yang memukau. Pajangan-pajangan tersebut begitu mengkilat dan anggun sekali. Rasanya sudah tak sabar untuk menyentuh dan memakainya di salah satu bagian kepalaku. XD

Apakah itu??

Tentu saja KACAMATA!! Hahaha.... Karena keinginan gua untuk menjadi berbeda dengan mengubah gaya rambut hasil ciptaan Alvin(thanks ya bang!^^), mencoba memakai gelang-gelangan hasil dari keseringan liat gayanya Leonardy(thanks ya cuy!^^), dan yang terakhir adalah kacamata, yang sudah gua beli TIGA biji gara-gara Yoel(awaz lu! XD), dan sama sekali tak bisa gua pakai untuk pamer-pameran dimana-mana(tentu saja tak bisa lah, mata gua burem gini kalau dilepas kacamata yang sudah menemani gua kurang lebih tiga tahun ckckck....) Yang tadi gua beli adalah kacamata gua yang ketiga. Warnanya hijau, berkaca kecil transparan, tidak ingin menyerupai oval(ngerti kan?! *asah bambu*), dan harganya adalah lima belas ribu rupiah(murah sih... tapi pakai uang yang seharusnya disediakan untuk keperluan kuliah dari orang tua...). Benar-benar parah ya guaaaa.....

Bukan itu saja. Gua juga bodoh banget, main langsung beli modem GSM yang harganya tiga ratus tujuh puluh ribu ini. Padahal tuh gua udah berencana membeli modem CDMA yang lebih murah meriah. Main langsung aja gua menyetujui pembelian barang tersebut di Roxy bersama papa gua tercinta, yang sudah terlalu banyak berkorban untuk membiayai kebutuhan anak-anaknya.

Hmm... tiba-tiba tadi gua sama cece gua membicarakan tentang modem ini. Dan gua sangat tersadar sekali kalau gak bodoh juga sih milih modem GSM ini. Secara kan gua pake AXIS, dan kalau gua beli internetnya yang gratis satu giga sebenarnya lumayan juga sih. Kurang lebih lima puluh ribu rupiahlah keluar... Kalau gitu intinya adalah bisa! Dan tak sia-sia hasil kerja keras papa tercinta gua.... XD

Ok mungkin sampai di sini dulu saja deh perjumpaan kita lagi dengan gua, Anton Suryadi....

Besok pagi gua akan melanjutkan kisah sedih waktu sore harinya kok. Karena ini memang adalah suatu sejarah yang wajib untuk gua tulis.Tenang ajahh...(kalau kalian benar-benar ingin tau hehe)

Thank you reader...
Gbuw

P.S: Ini pertama kalinya loh gua pakai modem ^^ dan agar lebih nyambung sama temanya yaitu cukup bodoh. Mungkin gua bisa ganti dengan SANGATLAH BODOH! Karena gua masih belum belajar tugas Sosiologi!!! Huaa.... udah ngantuk lagi!!! Tidur aja deh... =.=

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath