Sahabat Pena oleh "Mary and Max"

Aku menulis ini dalam keadaan kepala sedang pusing, lagi.... Hal ini sudah kuanggap biasa. Karena lagi-lagi aku bangun siang nih. Dan kali ini aku bangun pada pukul tiga pagi. Wow!! Aku benar-benar sangat pulas tadi. Diikuti mimpi-mimpi yang menyebalkan....!!! Duh, jadi pengen mengulang mimpi yang pernah terjadi di malam sebelum aku dengannya pergi ke suatu tempat deh. Di mimpi itu, aku sedang memegang tangannya.... Sangat erat, dan membuat jantungku berdetak-detak sangat kencang! Bayangkan saja!! Hahaha.... That`s imposible, right?
Oke, jadi kemana-mana lagi nih. Kali ini aku ingin merekomendasikan kalian sebuah film animasi yang berasal dari kisah nyata, dan pastinya sanggup membuat kalian sedih. Itu pun kalau kalian mau menghayati filmnya tanpa keluhan ini dan itu.
"Mary and Max" adalah sebuah film animasi karya Adam Elliot yang berhasil memenangkan lima buah penghargaan, yaitu :
1. Annecy International Animated Film Festival as Feature Film Award
2. Asia Pacific Screen Awards as Best Animated Feature Film
Melanie Coombs
3. Australian Directors Guild as Best Direction in a Feature Film
Adam Elliot
4.Berlin International Film Festival as Generation 14plus - Best Feature Film
Adam Elliott
5. Ottawa International Animation Festival


Nahh... termasuk banyak juga kan penghargaannya??

Film yang dirilis pada April 2009 ini akhirnya telah kutonton berulang-ulang kali lewat DVD yang aku beli dengan harga murah(tau lah... hehehe). Aku kira sih bakal membosankan nih film, karena animasinya kurang kusuka. Kayak boneka-boneka apa gituh. Hiii.... Tapi, setelah kutonton sampai adegan dimana hidup ke dua orang ini, sangat aku inginkan sekali! Yaitu dapat berbagi dengan sahabatnya. Secara jujur, dan saling mempercayai. Wow! aku tertegun sekali! Mary, anak perempuan yang masih SD, yang tinggal di Australia memutuskan untuk mengirim surat kepada Max yang sudah berumur 40 tahunan yang tinggal di New York. Sampai akhirnya, tanpa adanya penolakan, mereka pun bisa menjadi sahabat. Mungkin itu terjadi karena hidup mereka berdua memiliki satu kesamaan, yaitu "kesepian". Kisah persahabatan mereka juga tak lepas dari hal-hal menarik dan kekecewaan tentunya.

Aku benar-benar merekomendasikan film ini seutuhnya!

Tak lupa kalau film ini juga menampilkan satu kalimat yang kuingin kalian nilai sendiri ya....

“God gave us our relatives; thank God we can choose our friends  
(Ethel Watts Mumford)

Terima kasih
GBU

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath