Main Drama Lagi untuk LOMBA(WoW!!)

Tak disangka - memang sungguh tak disangka!

Gue bisa kembali berekspresi di atas sebuah panggung berbentuk lantai biasa, dengan beberapa lampu sorot yang akan menyesuaikan suasana panggung kecil tersebut. Tapi, walaupun kecil. Ini adalah sebuah lomba cuy! Ya, ini adalah sebuah lomba yang tak kusangka akan mengikutinya, karena kejadian yang telah menimpa adik kelasku, Febri.

Dimulai saat gue sedang tidur dengan pulasnya di kasur yang empuk dan bantal yang nyaman.

Dddrrrrtttt....        Dddrrrrtttt....

Tiba-tiba getar Ponsel gue hidup. Dengan cepat, gue tangkap itu ponsel, dan gue angkat. Peduli siapa yang menelpon.

"Ton... sakit ya lu??"

Tuuttt.... Tuuttt....

Sinyal pun berkata kalau gue harus tidur saja dengan tenang, hingga jam dua belas siang(lebay ya. Hehehe....) Ya sudah deh, gue tidur lagi. Biarkan penelpon bernama Kevin itu menelpon gue lagi, kalau benar-benar perlu.

Dddrrrrtttt....        Dddrrrrtttt....

Ternyata gue di telepon lagi sama dia. Tapi lagi-lagi sinyal berkata tidak. Hingga, digantikan oleh Crista kali ini yang menelpon. Gue langsung pindah tempat yang banyak sinyalnya.

Ternyata!!

Ia menginginkan gue untuk menggantikan Febri yang sedang sakit - untuk menjadi : "Pemeran Peganti"

Pemeran peganti untuk sebuah lomba yang akan diadakan di salah satu Universitas. Dan lawan kami benar-benar luar biasa. Yaitu : tiga sekolah(termasuk SMA Yadika 2) dan tujuh Universitas(salah satunya UI loh). Sebenarnya gue belum tahu sih lawannya sesudah ditelepon. Tapi kalau dengar kata lomba - khususnya Drama atau Teater, dengan hati penuh kejutan dan kegembiraan, gue langsung mandi dan berganti pakaian yang ditentukan guru inggrisku, Ma`am Jullie.

Di sekolah, jam setengah sebelas. Gue langsung disuruh latihan - hanya SEKALI! Gugup banget, waktu ternyata dialognya pakai bahasa inggris. Susah untuk gue improve pakai bahasa inggris. Tapi, lanjut aja deh....

Berikutnya kami bersepuluh - tambah satu, Ma`am Jullie - menuju ke universitas tersebut, latihan lagi dua - tiga kali, lalu nonton sebentar, dan pentaslahh kami dengan penuh kegugupan.

Gue benar-benar gugup! Beneran deh! Tiap pengen manggung, gugup dan rasa tak bisa bergerak itu benar-benar gue hadapi. Rasanya menyakitkan sekali. Karena itu, sebelum sampai di sekolah, dengan serius gue berdoa sama Tuhan, dan membaca satu pasal. Gue gak bisa bohong sama Tuhan. Gue benar-benar butuh bantuan dia.

Akhirnya, seperti biasa, kalau ada gue - pasti ada lawakan. Semua tertawa, dan gue senang - karena berhasil gitu loh.... Dan untunglah, untuk peran gue - gak jadi pakai bahasa inggris. Jadinya bisa lebih maksimal. Kalau inti dari drama kami tuh, yang peran-perannya serius mah, ya gue serahkan sama yang lain. Hehehe....

Berikutnya adalah lomba Improvisasi. Tema dadakan yang mereka kasih adalah "BUKU". Dengan hancur dan tak ada ide lagi - semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Ya.... Hancur.... Wkwkwkwkw.... Tapi tetap senang, karena gak garing juga. XD XD

Saat semua kegugupan sudah selesai, kami semua berada di dalam ruangan kami - menunggu sebuah hasil yang akan membawa kami menuju hal yang baru. Jadi, yang masuk lima besar - akan ikut lomba lagi minggu depan. Saat itulah, baru dibagikan hadiah utama, yaitu : 5 juta plus jalan-jalan kemana, lupa saya.

Saking pasrahnya, beberapa memutuskan untuk turun saja ke bawah dan makan. Namun, untuk gue, Kevin, dan William tak turun. Kami malah ingin mendengarkan siapa pemenangnya, sambil berharap kalau itu kami.

Deg deg deg....

Juara satu adalah yaaaa....... UI gitu loh.....
Juara dua lupa
Juara tiga lupa
Juara lima lupa

Jadi juara empat siapa donks??

"Berikutnya adalah adik-adik kita yang kreatif," ujar Bapak pelatih yang menjadi juri. Dalam hati gue, itu sudah pasti adalah....

"SMA YADIKA 2"

WAAaaaa....!!!! Gue masih gak percaya kalau kami bisa mendapatkan lima besar, dan berkesempatan untuk melanjutkan lomba minggu depan. Untuk mendapatkan 5 juta!!

Terima kasih sekali untuk kesempatan ini.... Ini adalah dunia yang selalu gue inginkan, walau banyak yang tak mengerti.... Tapi tak apa. Gue akan berusaha sebaik-baiknya. Kita lihat dulu minggu depan bakal kayak gimana....

With God, everything is possible!!
Thanks Jesus....

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath