Guru Tercinta Murid Tertindas

Gue adalah sesosok manusia yang memiliki sebuah kelemahan, yang menjadikanku sangat sulit menghadapi akan yang namanya "kehilangan."

Kelemahan seperti apa sih??

"Kesetiaan," itulah kelemahanku. Hah?! Manknya gue tuh sesetia apa ya?? Hahaha.... Memang tak sesetia yang kalian bayangkan. Tapi jika kesetian gue itu sudah berlangsung selama sebulan saja, waw!! Rasanya sudah sulit untuk lepas lagi deh! Soal perasaan lebih tepatnya....

Seperti dalam hal menjadi seorang pengajar. Cerita sedikit ya.... Sejak gue TK, SD, dan SMP, baik itu saat ngeles juga. Sebenarnya banyak trauma-trauma yang sulit untuk gue hilangkan pada beberapa guru atau pengajar. Mengapa? Karena hanya kurangnya sebuah perhatian, sehingga menjadikan emosi yang bermain waktu itu. Siapa sih yang suka dimarahi setiap hari?? Siapa sih yang suka dengan orang yang tak sabaran?? Siapa sih yang suka dengan orang yang membenci kita tiap hari?? Dan siapa sih yang suka dengan orang yang tak bisa mengerti atau percaya dengan kita??

Gue ingat dengan salah seorang guru olahraga waktu aku SD. Ia adalah seorang perempuan yang tak sabaran pada gue, dan selalu membenci gue, karena gue anak yang sulit untuk olahraga. Tubuh gue yang kurus, dan tak adanya sahabat saat itu, membuat gue hanya bisa terdiam saja. Pernah gue hampir dibuat menangis, karena gak bisa berdiri dengan tangan. Dengan kesal, ia menamparku dan menggoyang-goyangkan tubuhku dengan enteng. Tapi gue tetap diam, dan diam.... Pulangnya sih gue memang menangis saat itu. Siapa sih yang tahan?? Hahaha.... Gue benar-benar membenci mereka(sudah pastilah!!), tapi apadaya.... Mereka semua hanya monster yang suka mempermainkan sang semut saja. Saat itu tak ada yang sadar, kalau gue masih KECIL yang disuruh dengan paksa menjadi dewasa. Tolol!!

Ada lagi seorang guru les yang tak menyukai gue. Karena gue orang yang pendiam dan lemah. Ia tak pernah menanyakan gue, "mengapa?" atau "kok bisa?" Mereka hanya menuntut, dan menuntut. Hingga gue gak tahan, dan keluar dari tempat les itu. Ya iyalah.... Temen-temen les gue juga banyak yang berengsek!!

Di dalam otak kecil gue ini, banyak sekali memori-memori dari kejadian-kejadian tersebut. Masih banyak lagi sebenarnya.... Tapi, walau gue pernah merasakannya, selalu ada sedikit kejadian yang membuat gue kangen dengan mereka. Yaitu disaat mereka atau gue sendiri akan berpisah dengan mereka. Gue bisa merasakan sebuah rasa malu dari air muka mereka untuk meminta maaf. Seperti saat guru olahraga gue waktu akan pindah ngajar di sekolah lain. Waktu itu ia berdiri di depan kelas untuk mengucapkan perpisahan. Semua anak merasakan sedih karena akan kehilangan dia. Cuma gue sendiri yang berhati loncat-loncat. Sampai waktu ia menatapku.... Gue bisa melihat kedua bola matanya yang sangat tak ingin kehilangan, atau lebih tepatnya ingin mengatakan sesuatu pada gue. Tapi rasa malu membuatnya pergi begitu saja....

Apakah sekarang gue masih pantas untuk membenci mereka?? Karena merekalah gue menjadi membenci anak-anak dan begah untuk menjadi seorang guru(sebelumnya). Dan karena merekalah, gue hanya bisa mengingat hal-hal negatif dari masa kecil gue.

Tapi.... Sebenarnya juga, karena merekalah gue jadi seperti sekarang ini.... Seorang yang sulit kehilangan, dan akan melakukan sebisa gue untuk dapat memberikan hal-hal yang baik dan tak terlupakan, sebelum kehilangan itu terjadi.

Sekarang untunglah, gue sudah bisa melihat segala kebaikan hati mereka. Guepun jadi ingat saat dimana guru yang galaknya minta ampun, dapat merawat gue saat sedang sakit seperti mama gue sendiri. Dan walau mereka tak pernah membela gue saat difitnah oleh teman-teman gue, itu membuat gue SAKIT HATI sih.... Tapi mengalah itu baik juga kan?? Biar gue serahkan pada God semua fitnah tersebut....

Air mata memang telah tertumpah banyak sekali. Banyak sekali hal yang harus gue ubah. Tapi lebih banyak lagi hal dalam diri gue yang harus gue pertahankan.... Hidup itu memang seperti makanan.... Bisa enak dan bisa SANGAT PAHIT SEKALI!!

Hhh.... Ya sudahlah, itu memang masa lalu yang akan gue ingat terus. Sekarang ini semua telah terbalik. Gue sudah menjadi pengajar, dan seterusnya gue masih ingin menjadi pengajar.... Gue sangat suka dengan anak kecil. Gue harap dapat memberikan mereka hal-hal yang berguna, sebelum perpisahan itu terjadi....

Terima kasih untuk semua guru yang sudah mengajar gue dengan karakter kalian masing-masing....
Gue berharap dapat bertemu dengan kalian semua lagi, untuk memberikan sebuah tanda terima kasih, apapun itu, karena kalian sudah menjadi orang tua gue. ^^

Sehat selalu....
GBU

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath