Pindah Ke Luar Negeri?

Jarak adalah sebuah kekuatan untuk gua ketika gua ingin melupakan seseorang. Gua pernah keluar dari sebuah tempat ibadah karena orang yang gua sukai selama 7 tahun itu. Hasilnya tidak bagus juga, karena gua terus mengirimkan pesan untuknya dengan harapan agar ia bisa bertemu dengan gua, walau sudah berhasil berkali-kali.

Walaupun gua masih memegang erat harapan tersebut, tapi keyakinan gua akan jarak dapat memulihkan hati gua yang sakit ini masih tetap eksis berada di benak gua.

Kali ini gua tidak mau keluar dari tempat ibadah lagi, tapi gua ingin keluar dari negara ini. Karena lebih jauh lebih baik. Itu lah yang menjadi pergumulan gua selama 3 minggu ini. Gua berharap kalau teman-teman gua yang sedang berada di luar negeri dapat membawa gua ke tempatnya, meskipun gua tak bisa bahasa mereka. Lebih baik gua belajar bahasa mereka, ketimbang terus sakit hati tinggal di Jakarta ini. 

Amerika atau Taiwan? Kalau Taiwan, karena ada teman baik gua yang tinggal disana, jadinya gua bisa dapat bantuan. Kalau Amerika atau USA, itu karena sudah sejak lama gua memang ingin tinggal disana. Sejak dulu gua suka nonton film-film BOX OFFICE dari negeri Paman Sam tersebut, dan sudah sejak dulu gua bermimpi dapat hidup dengan mereka semua yang tinggal di negara itu.

Tapi duit adalah problem utama gua. Darimana gua bisa dapat duit untuk menghidupi gua disana? Bahkan sebagai syarat untuk bisa masuk ke dalam negara mereka. Gua masih belum memikirkan untuk mencari uang yang banyak agar bisa tinggal disana.

Oke lah, pergi ke luar negeri memang masih menjadi angan-angan belaka. Sebuah tindakan dramatis hanya karena ingin melupakan seseorang.

But, I dont care! Perasaan gua benar-benar sudah sakit parah. Gua sudah dikhianati berkali-kali. Gua sudah memberikan banyak hal untuk orang yang gua sukai, bahkan hingga gua sampai pinjam duit ke teman gua hanya untuk menyenangkan hatinya.

Satu yang pasti, gua masih sadar kalau mereka adalah orang yang baik. Jadinya gua rela melakukan semua itu. Gua sayang sama mereka, meski mereka sudah tak ingin berbicara sama gua lagi.

Ah, PATHETIC AGAIN! Menyedihkan bukan?? Gua masih berbicara hal bodoh seperti itu!

Gua benar-benar ingin pindah ke luar negeri! Bagaimana pun caranya gua akan berusaha!!!


Anton Suryadi

Independent but not a sociopath